Erick Thohir: Program Bersih-bersih BUMN Tetap Jadi Prioritas Halaman all
Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan program bersih-bersih BUMN jadi prioritas di pemerintahan Prabowo, fokus pada efisiensi dan pencegahan korupsi. Halaman all
(Kompas.com) 09/11/24 22:48 17933150
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, program "bersih-bersih" BUMN akan menjadi prioritas di pemerintahan Presiden Prabowo.
Menurut dia, program tersebut harus dijalankan secara serius.
"Program bersih-bersih BUMN tetap menjadi prioritas. Program bersih-bersih BUMN yang telah membuktikan perbaikan efisiensi di BUMN akan kembali berjalan ke depan," ujar Erick dilansir dari keterangan tertulis pada Sabtu (8/11/2024).
"Kami mengakui bahwa kita harus terus memperbaiki. Program bersih-bersih BUMN yang sudah berjalan menjadi fokus utama, terutama setelah adanya kasus-kasus seperti ASABRI, Jiwasraya, dan Garuda Indonesia. Di periode kedua ini, program bersih-bersih BUMN juga harus dijalankan dengan serius," tegasnya.
Erick menekankan pentingnya program bersih-bersih BUMN dan perluasan investigasi bertujuan memastikan tidak ada penyelewengan pada jajaran perusahaan pelat merah.
Ia pun menekankan bahwa efisiensi dalam pengelolaan BUMN merupakan prioritas.
"Efisiensi harus dipangkas, hampir 30 persen seperti yang selalu disampaikan Pak (Presiden) Prabowo. Dari 114 BUMN, kini hanya tersisa 47 BUMN yang berfungsi dengan sehat, di mana 40 di antaranya dalam kondisi baik dan 7 BUMN masih dalam restrukturisasi," ungkap Erick.
Adapun pada Jumat (8/11/2024), Erick Thohir mengadakan pertemuan dengan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BPPIK), Aries Marsudiyanto, di Jakarta.
Usai pertemuan, Erick mengungkapkan rencana mengumpulkan semua direksi dan komisaris BUMN untuk menerima pemaparan dari BPPIK.
"Saya membuka pintu seluas-luasnya karena kami yakin, dengan komitmen untuk efisiensi dan menekan korupsi, kita bisa melangkah maju ke depan," katanya.
Sementara itu, Aries Marsudiyanto dalam keterangannya seusai pertemuan menyampaikan arahan Presiden Prabowo untuk menekan kebocoran, pemborosan, dan menghindari korupsi.
Aries juga menyinggung keterlibatan aparat negara dalam bentuk-bentuk penyelewengan tersebut.
“Presiden sudah sampaikan beberapa kali bahwa korupsi, pemborosan, kebocoran di Indonesia sangat luar biasa, bahkan aparat sudah terlibat di dalamnya, yang seharusnya membersihkan malah ikut bermain, sampai di lembaga-lembaga penegak hukum, di Mahkamah Agung, bahkan di kementerian, judi online, dan sebagainya," ungkap Aries.
"Oleh karena itu, kami dari BPPIK akan lebih concern untuk bekerja sama dengan seluruh aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti hal ini sampai ke akar-akarnya," tambahnya.