PM China Ingatkan Semua Negara Tidak Berbebas dari Risiko AI

PM China Ingatkan Semua Negara Tidak Berbebas dari Risiko AI

PM China Li Qiang mengatakan tidak ada negara yang terbebas dari risiko penggunaan teknologi AI. - Halaman all

(InvestorID) 04/07/24 23:54 9683999

SHANGHAI, investor.id – Perdana Menteri (PM) China Li Qiang mengatakan tidak ada negara yang terbebas dari risiko penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI). Ini disampaikannya saat berpidato pada Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia 2024 di Shanghai, China.

Dengan nada memperingatkan, Li menyampaikan semua negara bisa merasakan risikonya meskipun AI "kekayaan bersama umat manusia".

“Resiko yang ditimbulkan oleh AI adalah tantangan kita bersama. Tidak ada negara yang bisa menghindari hal ini,” papar Li, Kamis, menurut laporan kantor berita Turki Anadolu.

Ia meminta kerja sama yang lebih mendalam dalam tata kelola AI dan pembentukan “mekanisme internasional dengan partisipasi universal”.

PM itu menekankan soal teknologi baru yang “aman, andal, dan terkendali”, namun menyesalkan ia juga menyesalkan banyak negara berkembang masih tertinggal.

Kesenjangan kecerdasan ini perlu dijembatani, kata dia. Li mengusulkan kerja sama antar negara demi menumbuhkan lingkungan yang “adil dan terbuka” dalam pengembangan teknologi AI.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini sebanyak 2,5 miliar manusia di dunia masih berada di luar jaringan dan banyak negara berkembang belum mendapatkan manfaat nyata dari pengembangan kecerdasan buatan.

“Kecerdasan buatan adalah kekayaan bersama umat manusia. Masyarakat China selalu percaya pembangunan sejati adalah ketika semua orang berkembang bersama-sama,” ujar Li.

Menurut Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China Shan Zhongde, jumlah perusahaan AI di negara tersebut telah melampaui 4.500. Skala kekuatan komputasi China berada di peringkat dua secara global.

Menurut laporan baru badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), penemu yang berbasis di China mengajukan paten kecerdasan buatan generatif (GenAI) berjumlah paling tinggi.

GenAI ini memungkinkan pengguna untuk mengembangkan beragam konten. Ini termasuk konten dalam bentuk teks, gambar, audio, dan kode perangkat lunak (software) yang digunakan untuk mendukung banyak produk industri dan konsumen.

Produk-produk ini termasuk chatbot seperti ChatGPT, Google Gemini, dan mesin pencari China ERNIE Baidu, kata sebuah laporan yang dirilis oleh Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia pada Rabu (3/7/2024).

Li secara jelas menawarkan “pengalaman praktis” China dalam tata kelola AI global.

“Pengembangan AI merupakan peluang besar bagi dunia dan tantangan global yang besar. Penting bagi semua negara untuk melakukan diskusi mendalam, membangun konsensus, memanfaatkan peluang, dan mengatasi tantangan bersama-sama,” pungkasnya.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #pm-china #risiko-ai #china #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/366143/pm-china-ingatkan-semua-negara-tidak-berbebas-dari-risiko-ai