Bos Bank Neo Commerce (BBYB) Beberkan Alasan Gelar Rights Issue
Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC berencana menggelar aksi korporasi rigths issue. Begini alasannya - Halaman all
(InvestorID) 05/07/24 04:45 9707766
JAKARTA, investor.id - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC berencana menggelar aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Dengan menerbitkan saham baru sebanyak 1,31 miliar setara 9,82% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.
Adapun harga pelaksanaan adalah sebesar Rp 300 per saham. Dengan demikian, jumlah dana yang akan diterima perseroan melalui rights issue tersebut mencapai Rp 393,5 miliar.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bank Neo Commerce (BBYB) Aditya Windarwo mengatakan, perbaikan kinerja yang ditorehkan perseroan di awal tahun 2024 sejalan dengan cita-cita BNC untuk menjadi bank dengan layanan digital terlengkap, demi mendukung terwujudnya inklusi layanan keuangan di tanah air. “Untuk mewujudkan hal tersebut, perseroan menggelar rights issue,” ungkap Aditya dalam keterangannya, Kamis (4/7/2024).
Menurut Aditya, dana dari rights issue akan dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Melalui permodalan yang lebih kokoh, BNC bermaksud untuk meningkatkan penyaluran pinjaman dan mengembangkan inovasi untuk menjawab tantangan pasar.
“Kami merasa aksi korporasi rights issue ini akan berdampak strategis untuk Perseroan dalam mendukung peningkatan kinerja yang lebih optimal,” paparnya.
Pada rights issue ini, Aditya menjelaskan, PT Akulaku Silvrr Indonesia selaku Pemegang Saham Pengendali Perseroan memberikan komitmen menjadi standby buyer. Artinya, PT. Akulaku Silvrr Indonesia akan melaksanakan seluruh haknya dan membeli seluruh sisa saham baru yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham lain secara tunai diatas harga pasar saat ini.
“Tentunya hal ini menunjukkan komitmen PT Akulaku Silvrr Indonesia untuk mendukung Bank Neo Commerce khususnya dalam meningkatkan pelayanannya kepada seluruh nasabah dan mewujudkan cita-cita inklusi keuangan di tanah air,” jelasnya.
Perbaikan Kinerja
Aditya optimistis, perbaikan kinerja BNC sejak awal tahun ini menunjukkan titik balik dan kebaikan ini sifatnya berkelanjutan. “Dana yang didapat tentunya akan mendukung kinerja Perseroan lebih baik lagi kedepannya,” tambah Aditya.
Aditya menjelaskan, untuk aksi korporasi tersebut, BNC telah resmi mendapatkan Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat (28/6/2024). Dalam PUT ini, setiap pemegang saham yang memiliki 700 juta lembar saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 10 Juli 2024 pukul 16:00 WIB mempunyai 76.267.192 HMETD dimana setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru.
Aditya memaparkan beberapa tanggal penting dalam rights issue Perseroan kali ini antara lain, tanggal pencatatan saham (recording date) pada 10 Juli 2024, periode pelaksanaan dan perdagangan HMETD yang berlangsung pada 12-18 Juli 2024. Akhir pembayaran pemesanan tambahan di 22 Juli 2024, dengan tanggal penjatahan pada 23 Juli 2024 dan tanggal pengembalian uang pemesanan pada 24 Juli 2024.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #bbyb #rights-issue-bbyb #bank-neo-commerce #bnc #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/366148/bos-bank-neo-commerce-bbyb-beberkan-alasan-gelarrights-issue