Harga Minyak Naik, Brent Capai Level Tertinggi Tiga Bulan

Harga Minyak Naik, Brent Capai Level Tertinggi Tiga Bulan

Harga minyak mentah naik dan Brent mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir atau sejak April pada Kamis (4/7/2024) - Halaman all

(InvestorID) 05/07/24 04:30 9745423

NEW YORK, investor.id- Harga minyak mentah naik dan Brent mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir atau sejak April pada Kamis (4/7/2024). Sebab, harganya menetap di atas US$ 87 setelah sehari sebelumnya data menunjukkan penurunan stok minyak di Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent naik 21 sen (0,2%) menjadi US$ 87,55 per barel pada pukul 19:22 GMT. Sementara itu, minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 18 sen menjadi $84,06 dalam perdagangan yang tipis karena tengah libur memperingati Hari Kemerdekaan AS.

Pada sesi sebelumnya, Brent naik 1,3% menjadi US$ 87,34, penutupan tertinggi sejak 30 April. WTI menetap pada level tertinggi 11 minggu di US$ 83,88.

Kenaikan ini terjadi setelah penurunan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan. Administrasi Informasi Energi AS (EIA) melaporkan penarikan 12,2 juta barel dalam persediaan, jauh di atas perkiraan analis yang hanya 680 ribu barel.

Analis RBN Energy Martin King mengatakan, traders juga memantau perkembangan perang di Gaza dan pemilihan di Prancis dan Inggris. "Perdagangan sepi dan orang-orang memperhatikan pasar fisik dan situasi geopolitik," katanya. 

Analis PVM Tamas Varga menjelaskan, harga minyak sebelumnya sempat turun hingga 83 sen, namun penurunan tersebut tidak diperkirakan bertahan lama mengingat pelemahan dolar dan prospek permintaan bahan bakar AS yang lebih cerah setelah data EIA. Namun, pesanan industri Jerman turun secara tak terduga pada Mei, menambah tanda bahwa pemulihan ekonomi terbesar di Eropa masih sulit tercapai.

Data Ekonomi AS

Meningkatnya kekhawatiran pelemahan permintaan minyak seiring dengan data ekonomi AS pada Rabu (3/7/20240, yang menunjukkan bahwa aplikasi pertama kali untuk tunjangan pengangguran AS meningkat minggu lalu, sementara angka pengangguran juga naik. Di sisi lain, data ekonomi yang lebih lemah dapat mempercepat pemangkasan suku bunga The Fed, yang dapat mendukung pasar minyak.

Pada Kamis, Reuters melaporkan bahwa produsen minyak Rusia, Rosneft dan Lukoil, akan memangkas tajam ekspor minyak dari pelabuhan Laut Hitam Novorossiisk pada Juli. Sementara itu, Saudi Aramco dari Arab Saudi memotong harga minyak mentah ringan Arab yang akan dijual ke Asia pada Agustus menjadi US$ 1,8 per barel di atas rata-rata Oman atau Dubai.

Pengurangan harga potensial untuk Asia, yang menyumbang sekitar 80% ekspor minyak Saudi, menunjukkan tekanan yang dihadapi oleh produsen OPEC saat pasokan non-OPEC terus tumbuh sementara ekonomi global menghadapi tantangan.

Bank Swiss UBS memperkirakan harga minyak Brent mencapai US$90 per barel pada kuartal ini, mengutip pemotongan produksi OPEC+ dan penurunan persediaan minyak yang diproyeksikan.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #brent #wti #data-ekonomi-as #stok-minyak #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/366147/harga-minyak-naik-brent-capai-level-tertinggi-tiga-bulan