Tak Hanya Gocap, Ada juga yang Tebus Saham GOTO di Harga Segini
Saham GOTO masih stagnan di Rp 50 alias gocap hingga akhir sesi I perdagangan 5 Juli. - Halaman all
(InvestorID) 05/07/24 11:45 9746766
JAKARTA, investor.id - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih stagnan di Rp 50 alias gocap per akhir sesi I perdagangan 5 Juli 2024.
Antrean jual saham GOTO di Rp 50 pun masih tebal. Per akhir sesi I jumlahnya mencapai 26,91 juta lot saham. Sedangkan antean jual di Rp 51 hanya 2,1 juta lot saham
Sementara di sisi beli terpantau tak ada antrean. Di pasar reguler, saham GOTO hanya ditransaksikan di Rp 50 dengan volume 210,5 juta saham dan fekuensi 6.375 kali. Sedangkan nilai transaksinya berjumlah Rp 10,53 miliar.
Adapun hingga akhir sesi I 5 Juli terdapat juga transaksi saham GOTO di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Rinciannya sebanyak 200.547 lot saham di Rp 2, 1.205.700 lot saham di Rp 49, dan 505 lot saham di Rp 50.
Sehingga transaksi saham GOTO tak hanya terjadi di pasar reguler, tapi juga di pasar negosiasi BEI dengan harga transaksi per sahamnya ada yang Rp 2 dan Rp 49. Terkait transaksi di pasar negosiasi tersebut, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi.
Sebagai informasi terdapat GoTo Peopleverse Fund (GPF) merupakan lembaga atau institusi yang mengelola program kompensasi saham untuk karyawan, konsultan, mantan karyawan, dan jajaran manajemen kunci GOTO.
Jadi, GPF adalah lembaga yang dibentuk khusus untuk membantu mengadministrasikan kompensasi berbasis saham untuk karyawan. Ada harga pelaksanaan yang diatur dalam setiap perjanjian opsi saham dengan peserta sebagaimana telah disebutkan dalam prospektus initial public offering (IPO) GOTO.
Sebelumnya diberitakan mengenai pendapat mantan dirut Bursa Efek Jakarta, Hasan Zein Mahmud. Menurutnya, saham GOTO makin tertekan. Kolom offer (antrean jual) makin tebal. Volume transaksi makin tipis. Jika tren berlanjut, terbuka peluang saham GOTO masuk papan pemantauan khusus (PPK) Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mekanisme lelang berkala secara penuh (full call auction/FCA).
GOTO masuk deretan nama besar. Dalam daftar pemegang saham, ada Taobao (Alibaba) dan SVF GT Subco (Softbank). Nama besar lain seperti Indonesia Investment Authority (INA), Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), Astra, dan Telkomsel boleh jadi tergabung dalam masyarakat non warkat.
“Di jajaran komisaris, ada Agus Marto dan John Prasetio. Komando pengelola dipegang oleh ‘visioner bisnis cemerlang’ Patrick Sugito Walujo. Pertaruhan reputasi?” tulis mantan dirut Bursa Efek Jakarta, Hasan Zein Mahmud dalam postingan-nya di Facebook, yang dikutip pada Rabu (3/7/2024).
Bagi Hasan Zein selaku investor, pertanyaan yang paling relevan apakah GOTO sebagai perusahaan akan mampu bertahan eksis atau bakal hilang dari peredaran? Sebab, menurut dia, hanya perusahaan yang mampu menghasilkan laba secara wajar dari operasi yang wajar yang mampu bertahan.
“Dari kacamata itu, saya melihat secara fundamental GOTO saat ini jauh lebih kuat. Segmen e-commerce yang boros dan boncos sudah bisa ditransformasi menjadi penyumbang laba bersih. Dibayar dengan harga kehilangan pengendalian (Tokopedia),” jelas penulis buku Strategi Andal Investasi di Pasar Modal dan Acuan Meraup Cuan di Pasar Modal tersebut.
Hasan Zein yang juga merupakan salah satu tokoh pasar modal Indonesia menegaskan, segmen service ondemand GOTO menghadapi persaingan yang tidak setajam e-commerce. Di sisi lain, peluang ekspansi masih sangat lebar.
“GOTO memang tidak memiliki dukungan pendanaan sehebat Grab yang ditopang oleh Sea Group. Kalah jauh dalam hal nilai kapitalisasi dibandingkan Grab yang tercatat di Nasdaq. Tapi, saya tidak melihat alasan GOTO tidak mampu bersaing dalam memperebutkan pasar di negeri sendiri. Indonesia begitu luas, lahan paling menarik untuk bisnis service ondemand di Asean," paparnya.
Butuh Waktu Lama
Penurunan tajam harga saham GOTO, menurut Hasan Zein, semata faktor teknis. Alibaba (Taobao) telah menjual sebagian porsinya lebih dari 16 miliar saham. SVF GT Subco (Softbank) juga menjual hampir 100 juta saham. Sebagian founders, terutama yang berasal dari Tokopedia, telah pergi dan menjual kepemilikannya.
Sementara itu, cadangan employee stock ownership plan (ESOP) yang ada dalam GPF – masih sekitar 64 miliar saham – terus mengguyur pasar dengan harga Rp 2. Tanpa kehadiran pembeli besar, butuh waktu lama agar perimbangan permintaan dan penawaran kembali ke titik ekuilibrium.
“Karena itu, saya akan menyisihkan jatah angkringan saya untuk membeli 100 lot saham GOTO setiap minggu, bila harganya masih di gocap atau lebih rendah. Nabung saham! Uji akurasi penerawangan hingga akhir 2024. Cuan? Urusan kesekian,” ujar Hasan Zein.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #goto #goto-gojek-tokopedia #saham-goto #goto-peopleverse-fund #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/366182/tak-hanya-gocap-ada-juga-yang-tebus-saham-goto-di-harga-segini