Insight IM Sebut Investor Milenial dan Gen Z Minati Reksa Dana yang Berdampak Sosial
Data Insight IM akhir 2023, tercatat 70 persen investor milenial dan Generasi Z memilih reksa dana Insight IM yang berdampak sosial. Halaman all
(Kompas.com) 05/07/24 10:00 9750963
Ria menjelaskan, setiap minggunya pihaknya memastikan terus melakukan edukasi, secara online untuk investor-investor pemula. Dia juga menegaskan bahwa pihaknya terus menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan APERD fintech untuk tentunya memperluas dan mempermudah akses pembelian.
“Saat ini kami juga menyiapkan aplikasi reksa dana online bernama InvestasiIN yang menggabungkan pengalaman berinvestasi sembari berkontribusi sosial,” jelas Ria.
Ria mengatakan, kontribusi sosial tersebut muncul karena setiap produk reksa dana Insight IM memiliki tema yang sejalan dengan isu-isu sosial dan lingkungan.
Ini juga selaras dengan strategi mendekatkan Insight IM atas sikap generasi muda saat ini yang semakin peka dengan isu-isu terkini, salah satunya isu lingkungan.
“Kami memiliki berbagai reksa dana unggulan yang memang related ke isu yang kami lihat jadi concern anak muda sekarang, yakni lingkungan. Salah satunya adalah Reksa dana I-Renewable Energy Fund,” jelas dia.
Ria bilang, sejak peluncurannya 13 tahun yang lalu, I-Renewable Energy Fund mencetak total return sebesar 138,85 persen dan secara konsisten kinerjanya dapat mengungguli benchmark.
Kinerja Reksa Dana 2024
Sebagai informasi, kinerja reksa dana masih cukup tertekan hingga Mei 2024. Berdasarkan data Infovesta yang dikutip dari Kontan, kinerja reksa dana saham menjadi yang terlemah dari reksadana lainnya di bulan Mei 2024.
Tercatat di bulan Mei 2024, imbal hasil reksa dana saham alami kontraksi 4,02 persen (MoM), sehingga mengakumulasi kinerja yang turun 8,26 persen sejak awal tahun (Ytd).
Reksa dana campuran mencetak kinerja kontraksi 1,23 persen MoM dan tumbuh 2,33 persen Ytd.
Reksa dana pendapatan tetap mencetak imbal hasil 0,92 persen MoM dan 0,83 persen secara Ytd.
Terakhir, reksa dana pasar uang yang imbal hasilnya naik 0,39 persen MoM dan 1,93 perse Ytd.
Direktur Infovesta Utama Parto Kawito mengatakan, penurunan kinerja reksa dana sepanjang 2024 tak lepas dari berkurangnya minat investasi pada produk reksa dana.
"Karena pertumbuhannya cenderung terbatas dan adanya peralihan ke instrumen lainnya lantaran banyak instrumen alternatif seperti SUN, kripto, emas, dolar AS, dan lain-lain," ujarnya, dikutip dari Kontan.co.id, Selasa (4/6/2024).