IPO Emiten Anak Tommy Soeharto GOLF Diserbu Pemodal, Cek Riwayat HUMI, HITS Cs

IPO Emiten Anak Tommy Soeharto GOLF Diserbu Pemodal, Cek Riwayat HUMI, HITS Cs

IPO emiten milik anak Tommy Soeharto Intra Golflink Resorts (GOLF) mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 27 kali.

(Bisnis.Com) 05/07/24 16:05 9770418

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten milik anak Tommy Soeharto PT Intra Golflink Resorts Tbk. (GOLF) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 27 kali.

Direktur Utama Intra Golflink Resorts Dwi Febri Astuti mengatakan antusiasme investor terhadap GOLF di pasar perdana cukup tinggi. Pada penjatahan terpusat (pooling allotment), jumlah pemesanan yang masuk nilainya mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Adapun, GOLF menerbitkan saham baru melalui initial public offering (IPO) sebanyak 1.950.000.000 unit atau setara dengan 10,01% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO di harga Rp200 per saham. Dengan demikian, total emisi dari hajatan tersebut mencapai Rp390 miliar.

Mengacu regulasi, Surat Edaran (SE) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No 15/2020 angka V, batas minimal alokasi untuk penjatahan terpusat IPO GOLF sebanyak 10% dari nilai emisi atau Rp37,5 miliar atau tergantung mana yang lebih besar.

Merujuk pada aturan tersebut, maka total nilai IPO GOLF yang dialokasikan untuk investor ritel melalui pooling allotment sebesar Rp39 miliar.

"Ini artinya, jumlah pemesanan saham GOLF di pasar perdana jauh lebih tinggi dari alokasi penjatahan terpusat. Dengan kata lain, telah terjadi kelebihan permintaan di pooling allotment sebanyak 27 kali," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (5/7/2024).

GOLF telah merampungkan IPO pada Kamis (4/7/2024). Intra Golflink akan melakukan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 8 Juli 2024.

Setelah dikurangi biaya-biaya emisi, 87,53% dana IPO akan digunakan perseroan untuk setoran modal ke anak usaha, yakni PT New Kuta Golf and Ocean View (NKG) yang mengelola bisnis golf dan properti, termasuk luxury hotel di Bali.

Selanjutnya, sekitar 5,34% akan digunakan untuk setoran modal bagi anak usaha perseroan yang lain, yakni PT Sentul Golf Utama (SGU), dan 7,13% sisanya untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan atau operational expenditure (opex).

Tren Saham dan Kinerja HUMI, HITS, GTSI

Berdasarkan catatan Bisnis, emiten Tommy Soeharto lainnya juga mengalami oversubscribed. Misalnya, PT GTS Internasional Tbk. (GTSI) pada saat penawaran umum perdana pada 2-6 September 2021, saham GTSI mengalami oversubscribed 2 kali.

Adapun, GTSI melantai di BEI pada 8 September 2021 dengan harga IPO Rp100 per saham, maka GTSI meraup dana IPO sebesar Rp240 miliar. Namun, secara tahun berjalan, saham GTSI ambles 24% year-to-date (YtD) ke level Rp38 per saham pada Jumat (5/7) pukul 14.55 WIB.

Selanjutnya, saham PT Humpuss Maritim International Tbk. (HUMI) pada saat IPO Rabu (9/8/2023) terpantau dibuka naik 20% ke posisi Rp120 pada hari perdananya resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), atau naik dari harga IPO-nya yaitu Rp100 per saham.

HUMI baru melantai di BEI pada 9 Agustus 2023 dengan meraih pendanaan Rp270,70 miliar dengan harga IPO Rp100 per saham. Namun, saham HUMI melemah 43,71% secara YtD ke level Rp85 per saham.

Kemudian, saham PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HITS) melantai di Bursa pada 15 Desember 1997, kala itu perseroan meraup pendanaan Rp49,95 miliar dengan harga IPO Rp675 per saham. Tahun ini, saham HITS melemah 14,36% secara year-to-date (YtD) ke level Rp322 per saham.

Di lantai Bursa, emiten perkapalan milik Tommy Soeharto menorehkan kinerja beragam. Misalnya, HITS membukukan pendapatan US$29,61 juta atau sekitar Rp471,16 miliar per kuartal I/2024 (kurs jisdor 1 April 2024: Rp15.909). Pendapatan itu naik 12,67% secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode sama 2023 sebesar US$26,28 juta.

Pendapatan itu ditopang dari jasa sewa kapal untuk pengangkutan gas alam cair, minyak mentah, bahan kimia, hingga jasa pengelolaan kapal dan awak kapal. Adapun, pendapatan dari pihak ketiga HITS yakni PT Pertamina International Shipping, PT PLN Energy Primer Indonesia, PT Pelindo, hingga PT Indonesia Power.

Sejalan dengan naiknya pendapatan, beban pokok HITS juga membengkak 31,03% menjadi US$23,61 juta, dibandingkan kuartal I/2023 sebesar US$18,02 juta. Alhasil, laba bersih HITS tergerus 27,17% YoY menjadi US$2,15 juta, dibandingkan kuartal I/2023 sebesar US$2,96 juta.

Beralih ke HUMI, pada tiga bulan pertama 2024 perseroan membukukan pendapatan US$27,31 juta atau naik 17,43% secara YoY dibandingkan periode sebelumnya sebesar US$23,26 juta.

Adapun, penopang pendapatan HUMI meliputi jasa sewa kapal untuk mengangkut bahan kimia, gas alam cair, minyak mentah dan penunjang kegiatan lepas pantai, diikuti jasa pengelolaan kapal dan awak.

Namun, beban pokok HUMI juga membengkak 44,34% menjadi US$21,77 juta. Alhasil, laba bersih perseroan juga tergerus 40,91% menjadi US$2,32 juta, dibandingkan kuartal I/2023 sebesar US$3,93 juta.

Terakhir, GTSI membukukan pendapatan sebesar US$7,58 juta atau turun 26,79% YoY dibandingkan kuartal I/2023 sebesar US$10,36 juta.

Secara terperinci berdasarkan segmen, pendapatan GTSI ditopang dari jasa sewa kapal sebesar US$9,23 juta, diikuti jasa manajemen awak dan kapal sebesar US$323.000. Pendapatan itu dikurangi biaya eliminasi US$1,96 juta.

Beban pokok GTSI turun 9,71% YoY menjadi US$5,83 juta, dibandingkan kuartal I/2023 sebesar US$6,45 juta.

Alhasil, laba bersih GTSI juga turun 48,16% YoY menjadi US$1,1 juta per 31 Maret 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar US$2,15 juta.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#golf #anak-tommy-soeharto #ipo-golf #saham-golf #humi #hits #humpuss #n-a

https://market.bisnis.com/read/20240705/7/1779755/ipo-emiten-anak-tommy-soeharto-golf-diserbu-pemodal-cek-riwayat-humi-hits-cs