Aliran Modal Asing Kembali Masuk ke Indonesia Pekan Pertama Juli, tapi Nilainya Menurun

Aliran Modal Asing Kembali Masuk ke Indonesia Pekan Pertama Juli, tapi Nilainya Menurun

Berdasarkan data BI, investor paling banyak memburu SRBI pada pekan ini. Nilai capital inflow ke instrumen SRBI mencapai Rp 8,15 triliun. Halaman all

(Kompas.com) 06/07/24 07:00 9826735

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mencatat, modal asing kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia pada pekan pertama Juli. Meskipun demikian, nilainya menurun dibanding pada pekan lalu.

BI mencatat, pada pekan ini (1 - 4 Juli 2024), nilai capital inflow yang masuk ke pasar keuangan RI mencapai Rp 8,34 triliun. Angka ini lebih rendah dibanding pekan lalu yang mencapai Rp 19,69 triliun.

"Berdasarkan data transaksi 1 sampai 4 Juli 2024, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat beli neto Rp 8,34 triliun," kata Asisten Gubernur BI, Erwin Haryono, dalam keterangannya, Jumat (5/7/2024).

Berdasarkan data BI, investor paling banyak memburu SRBI pada pekan ini. Nilai capital inflow ke instrumen SRBI mencapai Rp 8,15 triliun.

Kemudian, nilai aliran modal asing yang masuk ke instrumen pasar saham mencapai Rp 2,08 triliun. Sementara itu, di pasar surat berharga negara (SBN) terjadi aliran modal asing keluar atau capital outflow sebesar Rp 1,89 triliun.


Dengan perkembangan tersebut, data setlemen hinggga 4 Juli, nilai modal asing masuk ke instrumen SRBI sejak awal tahun kian banyak. Tercatat nilai aliran modal asing masuk ke SRBI sejak awal tahun mencapai Rp 139,79 triliun.

Sementara itu, sejak awal tahun terjadi aliran modal asing keluar dari pasar SBN sebesar Rp 32,58 triliun. Lalu, aliran modal asing keluar dari pasar saham sebesar Rp 9,06 triliun.

Seiring dengan perkembangan tersebut, premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun tercatat turun ke level 73,58 bps pada 4 Juli, dari 77,05 bps pada 28 Juni lalu.

#jakarta #aliran-modal-asing #bank-indonesia

https://money.kompas.com/read/2024/07/06/070000826/aliran-modal-asing-kembali-masuk-ke-indonesia-pekan-pertama-juli-tapi-nilainya