Ramalan Shell Soal Bisnis Pelumas Indonesia di Tengah Banjir Mobil Listrik

Ramalan Shell Soal Bisnis Pelumas Indonesia di Tengah Banjir Mobil Listrik

Shell memproyeksikan bisnis pelumas di Tanah Air di tengah kehadiran mobil listrik yang makin banyak di Tanah Air.

(Bisnis.Com) 06/07/24 15:55 9864921

Bisnis.com, PRAYA – Shell optimistis bisnis pelumas di Indonesia dinilai masih memiliki prospek yang cerah. Populasi penduduk RI menempati urutan ke-4 terbesar di dunia menjadi alasan. Era mobil listrik menjadi tantangan sekaligus peluang.

Managing Director Lubricants of Shell Indonesia Andri Pratiwa mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cukup konsisten dibandingkan dengan negara lainnya sehingga Indonesia menjadi salah satu market penting bagi Shell.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat ditopang oleh proyek infrastruktur sehingga bisnis peralatan industri pun sangat berkembang. Hal ini membuat Indonesia menjadi market sangat penting bagi Shell Indonesia.

“Kami memang melihat Indonesia ini market yang sangat penting, kami ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan Indonesia. Di Indonesia ini berkomitmen untuk berinvestasi yang berkelanjutan,” ujarnya, Sabtu (6/7/2024).

Adapun sejak awal tahun 2015, Shell Indonesia membangun pabrik pelumas pertama, yang bernama Marunda di Bekasi dengan kapasitas 136 juta liter per tahun.

Kemudian, pada 2022, Shell memperluas pabrik pelumas Marunda (Lubricants Oil Blending Plant/ LOBP) di Bekasi untuk memenuhi permintaan akan produk pelumas premium yang terus meningkat di Indonesia. Perluasan LOBP untuk meningkatkan kapasitas produksinya agar dapat menghasilkan hingga 300 juta liter produk pelumas per tahun dibandingkan dengan kapasitas awal di 136 juta liter.

Pada di Maret 2024, pabrik manufaktur gemuk atau Grease Manufacturing Plant (GMP) pertamanya di Indonesia. Pabrik grease milik Shell Indonesia nantinya akan berkapasitas 12 juta liter grease per tahun dan akan menjadikannya sebagai pabrik grease terbesar ketiga yang dibangun Shell secara global.

Adapun produk gemuk Shell dengan jenama Gadus ini merupakan suatu zat pelumas dengan kekentalan tinggi yang berfungsi untuk mengurangi gesekan antara dua permukaan yang bergesekan satu sama lain. GMP ini akan memproduksi produk gemuk (grease) yang sering digunakan dalam berbagai implementasi seperti bearing dan roda gigi.

Selain itu, grease diaplikasikan pada semua kendaraan atau peralatan di berbagai sektor, seperti pertambangan, baja, robotik, hingga alat-alat yang berkaitan dengan transisi energi seperti kendaraan listrik, kereta cepat listrik, hingga pembangkit energi terbarukan.

Pabrik ini akan memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk grease berkualitas tinggi dalam berbagai jenis kemasan, seperti drum, pail, dan kantung cairan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dari berbagai industri, termasuk manufaktur umum, pulp dan kertas, baja, peleburan, listrik, armada, konstruksi, agrikultur, pemangkit listrik, dan pertambangan.

Pabrik grease ini direncanakan akan memproduksi sebagian besar produk pelumas Shell di Indonesia, meningkatkan kontribusi lokal terhadap ekonomi dan menciptakan lapangan kerja bagi talenta Indonesia.

Dengan kapasitas produksi yang terus ditingkatkan, Shell berharap dapat memenuhi permintaan yang terus berkembang dari pasar dalam negeri hingga tahun 2030.

“Kami membantu program pemerintah untuk membantu dari sisi devisa untuk menyimpan devisa dan juga memberikan nilai ekonomi karena ini dibangun di sini oleh talent-talent di sini,” katanya.

Dia meyakini kehadiran pabrik grease terbaru ini tentu akan memudahkan Shell dalam memasok grease ke berbagai sektor industri di Indonesia. Pasalnya, selama ini grease yang dijual Shell tidak diproduksi di Indonesia melainkan melalui impor.

Jika nanti GMP beroperasi, maka sebesar 98% produk yang dipasarkan di Indonesia telah diproduksi langsung di Tanah Air. Pasalnya, sebelum GMP beroperasi baru 90% produk Shell diproduksi di Tanah Air. Sisanya 2% produk lainnya masih diimpor dimana lebih pada aplikasi-aplikasi khusus dari Original Equipment Manufacturer (OEM).

Mobil Listrik

Untuk menangkap peluang kendaraan listrik, Shell telah mengembangkan produk pelumas khusus e-fluid. Cairan tersebut telah dipasok ke sejumlah produsen kendaraan listrik. Namun pihaknya enggan membeberkan lebih lanjut merek kendaraan listrik tersebut. Adapun terdapat 3 cairan pelumas yang diproduksi untuk kendaraan listrik yakni Shell EV-plus e-transmission fluid, Shell EV plus e-thermal fluid, dan Shell EV plus e-grease.

“Kami memiliki kapasitas produksi di Indonesia untuk mendukung pasar lokal, sehingga tidak perlu mengimpor lagi. Memang produk ini belum dijual secara komersial di pasaran umum. Kami telah melakukan persiapan matang, melihat semakin banyaknya mobil listrik di jalanan, peluang ini semakin besar,” ucap Andri

Menurutnya, era elektrifikasi tak menjadi ancaman bagi bisnis pelumas, namun menjadi potensi pertumbuhan meskipun saat ini masih minim. Terlebih, terdapat peningkatan penggunaan kendaraan berbahan bakar mix energy seperti ICE (internal combine engine), electric vehicle (EV), dan hybrid yang merupakan peluang besar.

Disrupsi

Produk yang telah dikembangkan oleh Shell hanyalah permulaan. Hal ini karena seiring dengan terus berkembangnya kendaraan hibrida dan listrik menuju tingkat kinerja yang lebih tinggi bagi konsumen, Shell akan terus memperkuat kemitraan dengan OEM untuk merekayasa cairan kendaraan listrik paling canggih dan andal di industri. Di luar Indonesia, Shell telah menggandeng OEM lebih dari 10 perusahaan otomotif global untuk mengembangkan jenis pelumas tersebut.

Pihaknya pun menyiapkan produk yang sesuai dengan perubahan dinamika permintaan di pasar. Cairan e-fluid tetap diperlukan agar baterai dapat terjaga dengan suhu optimal karena EV memerlukan cairan untuk membuat manajemen thermal.

“Mobil listrik mereka masih membutuhkan pelumas walaupun tidak ada engine sehingga tetap perlu pelumas untuk gear,” tuturnya.

Selain itu, Shell juga menangkap peluang bisnis data center yang tengah berkembang di Indonesia seiring pesatnya ekonomi digital. Pada November 2023, Shell memperkenalkan produk cairan pendingin immersion cooling fluids untuk menjaga komponen komputer tetap dingin dengan cara yang lebih efisien. Hal ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi, air, dan emisi karbon dioksida untuk bisnis pusat data yang sedang mengalami pertumbuhan.

Immersion cooling fluids dari Shell digunakan bersamaan dengan immersion tank, misalnya yang disediakan oleh gigabyte technology untuk di Indonesia, dapat meningkatkan efisiensi energi dan penghematan biaya operasional. Dibandingkan dengan metode pendinginan konvensional, teknologi immersion cooling dapat meningkatkan performa dari central processing unit (CPU) hingga 40% dan mengurangi konsumsi listrik hingga 48% sehingga dapat menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah.

“Selama ini data center itu pakai udara, seperti penggunaan AC, kan butuh energi dan mahal. Bila menggunakan immersion cooling fluids maka akan save energinya besar dan umurnya lebih panjang,”ujarnya.

Adapun dalam menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah dan tantangan geopolitik saat ini, Shell masih melihat dinamika pasar dan mempertimbangkan daya beli masyarakat juga terhadap produk pelumas. Merujuk data marketplace pada Sabtu (6/7/2024), harga oli mesin mobil Shell Helix eco plus 5W-30 1 liter dengan harga Rp74.660, lalu oli mesin mobil Shell helix ecoplus OW-20 1 liter dengan Rp77.137, harga oli mobil Shell Rimula R4 Plus 1 liter dengan Rp66.091, harga oli mobil Shell Rimula R5E Plus 1 liter dengan harga Rp87.828, dan lainnya.

“Kita masih melihat dinamika pasar ini seperti apa, kemampuan daya beli segala macem juga , dan biaya produksi salah satu menjadi faktor apakah kita perlu melakukan adjustment harga atau enggak. Kalau forex itu kan berfluktuasi, naik nanti turun lagi, nanti kalau turun repot, karena masyarakat juga jadi bingung juga. Jadi harus berhati-hati juga,” kata Andri.

#shell #ramalan-shell #bisnis-pelumas #pelumas-indonesia #shell-memproyeksikan-bisnis-pelumas-di-tanah-air-di-tengah-kehadiran-mobil-listrik-yang-makin-banyak-di-tanah-air

https://ekonomi.bisnis.com/read/20240706/44/1779983/ramalan-shell-soal-bisnis-pelumas-indonesia-di-tengah-banjir-mobil-listrik