Karya Seni 51.200 Tahun Lalu Ditemukan di Gua Tanah Air
Di langit-langit gua batu kapur di Sulawesi, Indonesia, para ilmuwan menemukan karya seni yang menggambarkan tiga sosok mirip manusia. - Halaman all
(InvestorID) 06/07/24 16:06 9867792
JAKARTA, investor.id – Di langit-langit sebuah gua batu kapur di Sulawesi, Indonesia, para ilmuwan menemukan karya seni yang menggambarkan tiga sosok mirip manusia berinteraksi dengan seekor babi hutan. Temuan ini adalah lukisan gua tertua yang diketahui berumur 51.200 tahun lalu.
Para peneliti menggunakan pendekatan ilmiah baru untuk menentukan usia minimum lukisan yang baru terungkap di dalam Gua Leang Karampuan di wilayah Maros-Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan. Arkeolog menggunakan laser untuk menentukan jenis kristal yang disebut kalsium karbonat yang terbentuk secara alami di atasn lukisan itu.
“Metode ini merupakan kemajuan yang signifikan dibandingkan metode lain dan harus merevolusi penanggalan seni cadas di seluruh dunia,” ujar Maxime Aubert, seperti dikutip Reuters, Sabtu (6/7/2024).
Aubert adalah pesialis ilmu arkeologi di Universitas Griffith Australia dan salah satu pemimpin penelitian yang diterbitkan pada Rabu (3/7/2024) di jurnal Nature.
Gambar tersebut didominasi oleh representasi seekor babi berukuran 92 centimeter (cm) kali 38 cm yang berdiri tegak bersama dengan tiga sosok kecil mirip manusia, dicat dengan satu warna pigmen merah tua. Ada juga gambar babi lainnya di dalam gua.
Para peneliti menafsirkan lukisan itu sebagai adegan naratif, yang menurut mereka akan menjadikannya bukti penceritaan tertua dalam seni.
“Tiga sosok mirip manusia dan sosok babi jelas tidak digambarkan secara terpisah di bagian panel seni cadas yang terpisah,” tutur arkeolog Universitas Griffith Adam Brumm, salah satu pemimpin penelitian.
“Sebaliknya, penjajaran tokoh-tokoh tersebut (yaitu) bagaimana mereka diposisikan dalam kaitannya satu sama lain, dan cara mereka berinteraksi jelas-jelas disengaja, dan ini menyampaikan kesan tindakan yang jelas. Ada sesuatu yang terjadi di antara tokoh-tokoh ini. sedang diceritakan. Tentu saja, kami tidak tahu cerita apa itu," tambah Brumm.
Para peneliti menggunakan metode penanggalan yang sama untuk menilai kembali usia lukisan gua Sulawesi lainnya dari sebuah situs bernama Leang Bulu\' Sipong 4. Lukisan kedua ini juga menggambarkan adegan naratif, kali ini menggambarkan sosok setengah manusia, setengah hewan sedang berburu babi dan kerbau kerdil. Ternyata usianya setidaknya 48.000 tahun, lebih awal 4.000 tahun dari perkiraan sebelumnya.
“Kita, sebagai manusia, mendefinisikan diri kita sebagai spesies yang bercerita, dan ini adalah bukti tertua kita melakukan hal tersebut,” kata Aubert.
Pada lukisan Leang Karampuang, interaksi antara sosok mirip manusia dan babi, spesies yang masih menghuni pulau tersebut, terbilang samar.
“Dua sosok ini sedang memegang benda sejenis, dan setidaknya satu sosok tampak menjangkau ke arah wajah babi. Sosok lainnya diposisikan tepat di atas kepala babi dengan posisi terbalik,” sambung Brumm.
Sedikit yang diketahui tentang orang-orang yang menciptakan lukisan gua Sulawesi.
Aubert mengatakan lukisan-lukisan itu mungkin lebih tua dari usia minimum yang ditentukan oleh pengujian baru dan kemungkinan berasal dari gelombang Homo sapiens pertama yang melanda wilayah tersebut.
Menurut perkiraan arkeologi, penghuni wilyah itu mencapai Australia sekitar 65.000 tahun yang lalu dalam migrasi mereka keluar Afrika.
Hingga saat ini lukisan gua tertua yang diketahui ada di gua Leang Tedongnge, juga di Sulawesi, setidaknya berasal dari 45.500 tahun yang lalu.
Lukisan Leang Karampuang, mengutip pernyataan para peneliti, mendahului lukisan gua di Eropa yang paling awal ada di El Castillo di Spanyol yakni sekitar 40.800 tahun yang lalu.
Ada lukisan stensil tangan dari gua Maltravieso di Spanyol yang menurut beberapa ilmuwan berasal dari sekitar 64.000 tahun yang lalu dan dikaitkan dengan Neanderthal. Ilmuwan lain membantah usia lukisan itu dan berpendapat bahwa lukisan itu diciptakan oleh Homo sapiens.
“Penemuan seni gua yang sangat tua di Indonesia ini menegaskan Eropa bukanlah tempat kelahiran seni gua, seperti yang selama ini diasumsikan. Hal ini juga menunjukkan bercerita adalah bagian yang jauh lebih tua dalam sejarah manusia, dan sejarah seni di Indonesia khususnya, dari yang diketahui sebelumnya," jelas Brumm.
“Seni cadas Sulawesi yang paling awal tidaklah ‘sederhana’. Ini cukup maju dan menunjukkan kapasitas mental masyarakat pada saat itu,” tandasnya.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #arkeologi #lukisan-purba #karya-seni #tanah-air #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/international/366280/karya-seni-51200-tahun-lalu-ditemukan-di-gua-tanah-air