12 Tempat Wisata Sejarah di Kota Tua, Bukan Cuma Museum Fatahillah

12 Tempat Wisata Sejarah di Kota Tua, Bukan Cuma Museum Fatahillah

Selain tiket masuk tempat wisata Kota Tua yang terjangkau, kawasan ini juga mudah diakses dengan transportasi umum, seperti KRL dan TransJakarta. Halaman all

(Kompas.com) 06/07/24 18:06 9877658

KOMPAS.com - Kawasan Kota Tua Jakarta jarang sepi pengunjung dari hari ke hari, apalagi saat akhir pekan.

Kota Tua menyimpan banyak tempat wisata yang sarat akan sejarah Jakarta pada zaman pemerintahan Belanda.

Bangunan ikonis sekitar Kota Tua kini mayoritas dijadikan museum dengan cerita sejarah berbeda-beda, tetapi masih berhubungan.

Selain tiket masuk tempat wisata Kota Tua yang terjangkau, kawasan ini juga mudah diakses dengan transportasi umum, seperti KRL, TransJakarta, dan JakLingo.

Perlu diingat, hampir semua tempat wisata sejarah di Kota Tua Jakarta tutup setiap Senin. Selengkapnya, simak 12 tempat wisata bersejarah di Kota Tua Jakarta berikut ini.

1. Museum Sejarah Jakarta

Begitu tiba di Kota Tua Jakarta, gedung putih besar Museum Fatahillah mudah dikenali dari jarak jauh.

Meski populer dengan nama Museum Fatahillah, spot wisata ini memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta.

Isi Museum Sejarah Jakarta meliputi barang-barang peninggalan pemerintahan Belanda, saat Jakarta masih disebut sebagai Batavia.

Museum Sejarah Jakarta merupakan balai kota Batavia yang menyimpan mebel, ilustrasi tokoh sejarah, hingga ruang penjara bawah tanah.

"Kalau sekarang, melihat Kota Tua dari lantai atas Museum Sejarah Jakarta, pemandangannya memang indah, tetapi zaman dulu, ini adalah spot terbaik bagi para Gubernur Jenderal untuk menyaksikan hukuman pancung," jelas Ira Latief, pemandu dari Wisata Kreatif Jakarta saat memimpin Kompas.comTravel Walking Tour pada Minggu (30/6/2024).

Harga tiket masuk Museum Sejarah Jakarta:

  • Pelajar: Rp 2.000
  • Mahasiswa: Rp 3.000
  • Dewasa: Rp 5.000

2. Museum Wayang

Tak jauh dari pintu masuknya, jejeran etalase berisi wayang sudah menyambut pengunjung museum.

Beragam boneka tersimpan rapi di balik etalase dalam Museum Wayang, seperti wayang golek, unyil, si gale-gale, wayang kulit, hingga boneka dari luar negeri.

Boneka tersebut bukan hanya sebagai pajangan, melainkan banyak difungsikan untuk kegiatan tertentu, seperti kedukaan saat meninggal atau sebagai hiburan.

Kompas.com/Krisda Tiofani Boneka kayu di Museum Wayang Kota Tua Jakarta.

Meski kini dipenuhi banyak boneka dari berbagai negara, berdasarkan sejarahnya, dulu, gedung Museum Wayang merupakan gereja.

"Ini adalah gereja pertama di Batavia. Dulu, di gereja kuno biasanya ada makam orang penting, makanya di sini ada banyak makam juga," ujar Ira.

Salah satunya, makam Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen, tokoh Belanda sekaligus pendiri Kota Batavia.

Harga tiket masuk Museum Wayang:

  • Pelajar: Rp 5.000
  • Mahasiswa: Rp 5.000
  • Dewasa: Rp 10.000-15.000

3. Toko Merah

Seperti namanya, bangunan ini berwarna kontras dibandingkan dengan gedung-gedung sekitarnya.

Shutterstock/Randy Fahmi Tisna K Bangunan Toko Merah di kawasan Kota Tua Jakarta

Ira mengatakan, Toko Merah merupakan bekas tempat tinggal Gubernur Jenderal Kota Batavia kala itu.

"Di sana juga pernah terjadi pembantaian orang Tionghoa oleh orang Belanda. Sekitar 20.000 orang meninggal hanya dalam beberapa hari," jelas Ira.

Kini, Toko Merah berubah fungsi menjadi kafe estetik. Sebelumnya, bangunan ini juga sempat dijadikan toko kelontong sejak dibeli oleh warga Tionghoa.

4. Kanal Kota Tua

Kanal Kota Tua berada persis di seberang Toko Merah. Area ini juga sarat dengan sejarah zaman pemerintahan Belanda.

Kompas.com/Krisda Tiofani Kawasan Kanal Kota Tua Jakarta.

Kali besar di tengah jembatan lebar merupakan jalur perdagangan melalui kapal-kapal dagang orang Belanda saat itu.

Kini, Kanal Kota Tua dijadikan salah satu spot foto instagramable, sekaligus jembatan budaya karena sering difungsikan sebagai latar pertunjukkan budaya pada sore hari.

5. Museum Bank Indonesia

Tak kalah menarik, pengunjung bisa belajar sejarah uang rupiah di Museum Bank Indonesia Kota Tua.

Museum Bank Indonesia dibuka untuk kunjungan umum sejak 15 Desember 2006 dan merupakan salah satu cagar budaya.

Dok. Bank Indonesia Museum Bank Indonesia.

Museum ini menyimpan koleksi uang dari masa kolonial, uang kerajaan di Nusantara, hingga pergantian logo Bank Indonesia.

Harga tiket Museum Bank Indonesia Rp 5.000, gratis untuk anak usia di bawah tiga tahun, pelajar dan mahasiswa dengan kartu identitas, pegawai Bank Indonesia, dan rombongan yang sudah dikonfirmasi oleh pihak Museum Bank Indonesia.

6. Museum Seni Rupa dan Keramik

Bagi pencinta seni, wajib datang ke Museum Seni Rupa dan Keramik untuk melihat beragam lukisan, sketsa, hingga patung bersejarah.

Museum Seni Rupa dan Keramik Salah satuarea di Museum Seni Rupa dan Keramik

Isi Museum Seni Rupa dan Keramik dari maestro Indonesia sudah dibuat sejak abad ke-10 masehi.

Pengunjung juga diajak belajar membuat keramik dari tanah liat saat datang dengan tarif khusus.

Harga tiket masuk Museum Seni Rupa dan Keramik:

  • Anak-anak: Rp 2.000
  • Pelajar: Rp 3.000
  • Dewasa: Rp 5.000

7. Museum Bank Mandiri

Isi Museum Bank Mandiri terdiri dari mata uang kuno. surat berharga, brankas, dan perlengkapan operasional bank yang bisa dilihat pengunjung.

Dok. Shutterstock/Creativa Images Museum Bank Mandiri, tempat wisata dekat pameran Jejak Memori.

Bangunan Museum Bank Mandiri sebelumnya merupakan gedung perusahaan dagang milik Belanda bernama Gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorji Batavia.

Kini, Museum Bank Mandiri dibuka untuk kunjungan umum, bahkan terbuka untuk penelitian bagi mahasiswa.

Harga tiket masuk Museum Bank Mandiri:

  • Pelajar: Rp 3.000
  • Dewasa: Rp 5.000

8. Kantor Pos Kota Tua

Tepat di seberang Museum Sejarah Jakarta, ada bangunan Kantor Pos pertama di Indonesia yang bersejarah.

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ Gedung Kantor Pos Indonesia di Kota Tua, Jakarta Barat.

Kantor Pos pertama di Indonesia ini sudah berdiri sejak zaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada 26 Agustus 1746, seperti dikutip berita Kompas.com yang tayang pada Jumat (9/10/2020).

Kantor pos ini diketahui didirikan oleh Gubernur Jenderal G. W. Baron Van Imhoff, 114 tahun setelah dunia pos modern masuk Nusantara.

Meski demikian, kegiatan surat menyurat sudah ada sejak lama pada zaman kerajaan Majapahit dan Tarumanegara.

9. Pelabuhan Sunda Kelapa

Nama Sunda Kelapa sudah ada sejak masa kerajaan Pajajaran, tetapi saat itu bukan difungsikan sebagai pelabuhan.

Atlas Van Stolk Ilustrasi Kastil Batavia dan pelabuhan Sunda Kelapa menurut lukisan di buku keluaran Wouter Schouten tahun 1676

Dikutip dari berita Kompas.com yang tayang pada Jumat (10/6/2022), Pelabuhan Sunda Kelapa baru berfungsi pada abad ke-5, zaman kerajaan Tarumanegara.

Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan salah satu pelabuhan tertua dan terbesar di Indonesia, dijadikan sebagai jalur lintas perdagangan karena lokasinya strategis.

10. Menara Syahbandar

Menara Syahbandar sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu di Jalan Pasar Ikan Nomor 1, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kompas.com/Wasti Samaria Simangunsong Menara Syahbandar

Menara ini sempat menjadi bangunan tertinggi di Batavia dengan tinggi mencapai 18 meter, sekaligus menjadi bangunan penting pada zamannya.

Dikutip dari berita Kompas.com yang tayang pada Kamis (17/11/2022), Menara Syahbandar merupakan bagian dari Benteng Culemborg yang dihancurkan oleh Gubernur Jenderal Daendels pada 1808.

Benteng Culemborg dihancurkan pada saat perang melawan pasukan Jayakarta, lalu pada 1838, didirikan Menara Syahbandar sebagai fungsi menara pemantau atau De Uitkjik Post, sekaligus kantor pajak ekspor-impor.

11. Cafe Batavia

Kafe besar yang berada di seberang Museum Sejarah Jakarta, Cafe Batavia, juga memiliki sejarah menarik.

Dok. Cafe Batavia Bangunan Cafe Batavia di Kota Tua Jakarta, saat senja jelang malam hari

Tempat makan yang banyak dihampiri oleh turis asing ini ditetapkan menjadi cagar budaya belum lama ini, seperti disampaikan Ira.

"Kafe ini kalau jam makan siang atau makan malam, selalu ramai pengunjung, terutama turis asing," ujar Ira.

12. Museum Kebaharian Jakarta

Dikutip dari Instagram resmi @museumkebaharianjkt, Museum Kebaharian Jakarta atau Museum Bahari merupakan bekas gudang penyimpanan rempah-rempah oleh Belanda.

Kompas.com/Wasti Samaria Simangunsong Museum Kebaharian Jakarta

Museum Kebaharian Jakarta menyimpan sejarah VOC dan ilustrasi kemaritiman Nusantara dengan berbagai koleksi, seperti perahu, lukisan, hingga alat navigasi.

Bangunan museum ini terdiri dari tiga lantai, di mana salah satu lantainya pernah difungsikan untuk menjemur dan mengeringkan rempah sebelum dikirim ke negara lain.

Harga tiket masuk Museum Kebaharian Jakarta:

  • Pelajar: Rp 5.000
  • Dewasa: Rp 10.000

#tempat-wisata-bersejarah #tempat-wisata-di-kota-tua-jakarta #tempat-wisata-bersejarah-di-jakarta #tempat-wisata-bersejarah-di-kota-tua-jakarta #tempat-wisata-di-kota-tua-selain-museum-fatahillah #muse

https://travel.kompas.com/read/2024/07/06/180600927/12-tempat-wisata-sejarah-di-kota-tua-bukan-cuma-museum-fatahillah