Glaukoma Harus Dideteksi Dini untuk Cegah Kebutaan
Glaukoma atau tekanan tinggi pada saraf mata harus dideteksi sejak dini. Terlambat penanganan dapat menyebabkan kebutaan - Halaman all
(InvestorID) 06/07/24 22:27 9894946
JAKARTA, investor.id – Glaukoma atau tekanan tinggi pada saraf mata harus dideteksi sejak dini. Terlambat penanganan dapat menyebabkan kebutaan
“Masyarakat harus \'aware\' atau peduli menjaga kesehatan organ mata sejak dini. Kepedulian pada organ mata dapat dilakukan orang tua melalui pola makan sang anak, yaitu konsumsi makanan yang mengandung vitamin A. Selain itu deteksi dini melalui screening atau tes mata ke rumah sakit setiap 2- 5 tahun sekali,” kata dokter spesialis mata dr Yosylina Pramudya SpM, dari Siloam Hospitals Buton, Sulawesi Tenggara pada edukasi bincang sehat yang dihelat RS Siloam Buton, bertajuk ‘Waspada Glaukoma, Si Pencuri Penglihatan, Kenali Tandanya Sejak Dini’ pekan lalu.
Dr Yosylina mengungkapkan, salah satu yang harus diwaspadai dna dideteksi sejak dini adalah penyakit mata glaucoma. "Rusaknya organ mata kerap terjadi akibat tekanan tinggi pada saraf mata, yaitu timbulnya glaukoma. Tanpa deteksi dini dan perawatan medis, penyakit glaukoma ini akan mengakibatkan kebutaan permanen", ungkap dr Yosylina.
dr Yosylina Pramudya menjelaskan, glaukoma berbeda dengan katarak. Glaukoma sering tidak bergejala, dapat diderita dari segala usia atau gender. Kerusakan saraf mata dapat perlahan dan progresif.
Gejala Glaukoma
Glaukoma adalah kondisi mata dengan saraf optik yang rusak atau tidak menjalankan fungsinya yang akan mengirim ‘visual’ dari mata ke organ otak.
Hal tersebut disebabkan oleh tekanan tinggi pada mata secara periodik bahkan bisa pula terjadi dari tekanan normal pada mata dan terjadi di semua usia tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa.
"Dan kondisi tersebut juga tidak memiliki tanda-tanda peringatan. Efeknya bertahap sehingga pengidapnya tidak menyadari perubahan penglihatan pada tahap selanjutnya. Karenanya penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur yang juga mencakup pengukuran tekanan mata," ungkap Yosylina.
Jenis Glaukoma
Menurut bentuk anatomis bola mata, glaukoma dibagi menjadi glaukoma sudut terbuka dan sudut tertutup. Adapula glaukoma juga dapat terjadi pada bayi (glaukoma kongenital), glaukoma sekunder (apabila ada penyebab lain dari penyakit lain).
Faktor Risiko Glaukoma
dr Yosylina Pramudya SpM, menjelaskan ada bebrabagi faktor risiko terjadinya glaucoma. "Karenanya sekali lagi saya tekankan bahwa deteksi dini menjadi kunci dengan memperhatikan gejala seperti nyeri pada mata, berkurang atau tidak sama sekali pada penglihatan tepi, adanya bayangan lingkaran melihat cahaya dan penglihatan makin lama makin menyempit dan mata berkabut serta bola mata tampak membesar umumnya terjadi pada bayi yang mengalami glaukoma," pungkas Yosylina Pramudya.
Faktor risiko glaukoma meliputi:
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #glaukoma #jenis-glaukoma #gejala-glaukoma #penyakit-mata #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/lifestyle/366292/glaukoma-harus-dideteksi-dini-untuk-cegah-kebutaan