Kota-kota di Eropa Berjuang Kurangi Kunjungan Kapal Pesiar, Dampak Pencemaran dan Overtourism

Kota-kota di Eropa Berjuang Kurangi Kunjungan Kapal Pesiar, Dampak Pencemaran dan Overtourism

Beberapa kota di Eropa, termasuk Amsterdam dan Barcelona, kini tengan berjuang mengurangi kunjungan kapal pesiar. Halaman all

(Kompas.com) 07/07/24 11:11 9953262

KOMPAS.com - Kota-kota Eropa yang menghadapi masalah overtourism, tengah berusaha mengurangi kunjungan kapal pesiar yang membawa emisi dan jutaan penumpang.

Dikutip dari laman Euronews (13/5/2024), setiap tahun lebih dari 20 juta penumpang melakukan perjalanan menggunakan kapal pesiar. Sebelum pandemi, angka ini bahkan lebih tinggi, mencapai sekitar 30 juta penumpang.

Saat jumlah penumpang kembali mendekati angka pra-pandemi, banyak pelabuhan di Eropa kini malah mempertimbangkan untuk melarang masuk kapal pesiar dengan alasan lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Pada tahun 2022, sebanyak 218 kapal pesiar yang beroperasi di Eropa mengeluarkan lebih dari empat kali lipat lebih banyak gas belerang daripada semua mobil di benua ini, menurut Transport & Environment.

LSM ini menemukan bahwa polutan udara beracun dari kapal-kapal ini sekarang lebih tinggi daripada sebelum Covid-19.

Jutaan penumpang yang mereka bawa ke kota-kota Eropa setiap tahun, juga menimbulkan masalah bagi penduduk setempat.

Venesia cegah kapal pesiar masuk

Pada tahun 2021, Venesia melarang kapal pesiar besar berlabuh. Kerusakan di laguna yang bersejarah, membuat UNESCO mengancam akan memasukkan Venesia dalam daftar kota yang terancam punah, kecuali kapal-kapal ini dilarang secara permanen.

Mereka berpendapat bahwa kapal-kapal besar ini menyebabkan polusi dan merusak fondasi kota yang sudah menderita banjir secara rutin.

Larangan ini berarti kapal pesiar besar dan kapal kontainer tidak lagi bisa masuk ke kanal Giudecca Venice.

Upaya untuk menghentikan kapal-kapal besar sudah pernah dilakukan sebelumnya dengan legislasi sebelumnya dibatalkan.

Dok. Unsplash/Henrique Ferreira Ilustrasi Venesia di Italia.

Namun, tekanan meningkat ketika pada tahun 2019 saat kapal pesiar menabrak pelabuhan di Vesia, melukai lima orang.

Namun kenyataannya, mencegah kapal-kapal besar masuk Venesia ternyata lebih rumit daripada yang mungkin terlihat pada awalnya.

Tanpa adanya pelabuhan baru di luar laguna kota untuk kapal-kapal pesiar, banyak kapal masih berlabuh di sana setelah larangan diberlakukan.

Kota-kota Eropa lain yang larang kapal pesiar

Kota Balearic Palma de Mallorca di Spanyol juga membatasi kembali kapal pesiar yang pertama kali diberlakukan pada tahun 2022.

Ini akan membuat hanya tiga kapal yang diizinkan berlabuh setiap hari dengan hanya satu diizinkan memiliki kapasitas lebih dari 5.000 penumpang.

WIKIMEDIA COMMONS/Оливера Playa de Palma (Palma de Mallorca) di Spanyol, surga bagi para penyuka pesta. Sejumlah restoran di sana melarang tamu dengan jersey sepak bola dan pakaian renang untuk mengurangi tamu pemabuk.

Politisi di Spanyol juga telah mengusulkan aturan lebih ketat seputar pajak dan penggunaan bahan bakar yang mencemari oleh kapal pesiar.

Barcelona kini juga bergerak untuk menangani masalah kapal pesiar dengan menutup terminal utara untuk kapal pesiar pada 22 Oktober 2023.

Sekitar 340 kapal per tahun sekarang harus berlabuh di dermaga Moll d\'Adossat yang merupakan yang terjauh dari area perumahan kota.

Tindakan-tindakan ini mengikuti kesepakatan dengan otoritas lokal untuk memindahkan kapal pesiar di luar pusat kota Barcelona dalam upaya untuk mengurangi dampak over-tourism.

Tak hanya di Mediterania

Pengawasan juga sedang dilakukan di pelabuhan-pelabuhan populer di luar Mediterania. Kapal pesiar yang mengunjungi Skotlandia akan dikenakan pajak baru menurut rencana yang baru saja diumumkan oleh Partai Hijau negara itu.

Partai ini mengatakan bahwa pajak ini akan mengatasi tantangan ganda dari kapal pesiar, yakni emisi dan overtourism.

Lorna Slater, co-leader Partai Hijau Skotlandia, juga mengatakan bahwa dia berharap pajak kapal pesiar akan mendorong perusahaan-perusahaan untuk menggunakan kapal yang lebih ramah lingkungan.

Kurang berkontribusi positif terhadap masyarakat lokal

Salah satu argumen terbesar pendukung kapal pesiar adalah kontribusi mereka terhadap ekonomi lokal.

Namun, penumpang kapal pesiar sebenarnya tidak berkontribusi sebanyak yang mungkin Anda kira terhadap ekonomi lokal. Dengan semua makanan, minuman, dan suvenir yang tersedia di atas kapal, uangnya tetap di laut.

Studi menunjukkan bahwa kontribusi rata-rata seorang penumpang terhadap ekonomi lokal jauh lebih rendah dari perkiraan, di sekitar 23 Euro (sekitar Rp 405.000) per kunjungan.

Namun, industri kapal pesiar mengklaim bahwa kontribusi rata-rata seorang penumpang terhadap ekonomi lokal jauh lebih tinggi dari perkiraan ini, sekitar 100 dollar AS (sekitar Rp 1,6 juta) per hari.

#kapal-pesiar #eropa #kota-kota-di-eropa-berjuang-kurangi-kunjungan-kapal-pesiar

https://travel.kompas.com/read/2024/07/07/111100927/kota-kota-di-eropa-berjuang-kurangi-kunjungan-kapal-pesiar-dampak-pencemaran