Inggris ala Southgate Pantang Menyerah, Tak Harus Main Indah
Inggris mampu menembus semifinal Euro 2024 meski hanya sekali menang di waktu normal. Melalui turnamen bukan hanya soal main indah.
(Kompas.com) 07/07/24 19:00 9989341
KOMPAS.com - Inggris asuhan Gareth Southgate mampu menembus semifinal Euro 2024 meski hanya sekali menang di waktu normal. Melalui turnamen bukan hanya soal main indah.
Tiket ke semifinal Euro 2024 diamankan Inggris berkat kemenangan via drama adu penalti melawan Swiss di Duesseldorf Arena, Sabtu (6/7/2024).
Sama seperti saat menyingkirkan Slovakia di fase 16 besar, Inggris harus ketinggalan lebih dahulu dan melalui babak extra time.
Swiss memukul anak asuh Southgate lebih dulu pada menit ke-75 via gol Breel Embolo.
Duel perempat final Euro 2024 Inggris vs Swiss memanjang sampai extra time usai Bukayo Saka (80β) mencetak gol dan mengubah kedudukan jadi 1-1.
Inggris berupaya menamatkan Swiss pada masa tambahan waktu, seperti yang pernah sukses mereka lakukan kepada Slovakia di 16 besar.
Namun, Swiss mampu bertahan dari terjangan Inggris. Salah satu upaya terbaik Tim Tiga Singa pada babak tambahan waktu via sepakan Declan Rice, masih bisa dibendung Yann Sommer.
Adu penalti tak terelakkan dan pasukan Souhgate tampak sudah siap dengan itu.
Southgate mengantisipasi adu penalti dengan memasukkan Ivan Toney dan Trent Alexander-Arnold pada extra time.
Sebelumnya, pada menit ke-78, Southgate sudah memasukkan Cole Palmer yang juga piawai menembak dari titik 12 pas.
Pergantian Southgate itu membuahkan hasil manis pada babak adu penalti. Palmer, Toney, dan Alexander-Arnold sukses menjalankan tugas sebagai algojo
Semua penendang Inggris, termasuk Jude Bellingham dan Bukayo Saka melakoni tugas dengan sempurna.
Di sisi lain, penendang pertama Swiss, Manuel Akanji, mendapati sepakannya dimentahkan Jordan Pickford.
Inggris pun menang 5-3 dalam adu penalti kontra Swiss.
βItu adalah turnamen sepak bola. Anda harus menemukan cara. Ketika Anda melihat juara masa lalu di kompetisi ini, mereka harus melalui adu penalti,β ujar kapten Inggris, Harry Kane, yang tak ikut mengambil penalti karena telah diganti oleh Ivan Toney.
Kane tak keliru. Juara terakhir Euro, yakni Italia, memenangi dua adu penalti dalam perjalanan mereka sebagai kampiun.
Karena itu, Inggris tetap pantas percaya diri kendati mereka menuju semifinal dengan hanya modal sebuah kemenangan pada waktu normal.
Ya, sejauh ini Inggris memang baru sekali mengalahkan musuh dalam tempo 90 menit, yakni pada laga pembuka Grup C Euro 2024 kontra Serbia (1-0).
Setelah itu, Tim Tiga Singa menutup fase grup dengan sepasang hasil imbang kontra Denmark (1-1) dan Slovenia (0-0).
Pasukan Southgate pun dihujani kritik karena tak bisa main cantik. Southgate juga dituding miskin taktik.
Inggris lalu butuh gol salto Bellingham dan babak tambahan waktu untuk menyingkirkan Slovakia (2-1) pada 16 besar.
Kemenangan adu penalti kemudian menjadi jalan Inggris untuk mengalahkan Swiss dan menapak ke semifinal Piala Eropa 2024.
Inggris memang belum tampil meyakinkan dan tak menunjukkan permainan indah.
Namun, itu tak akan menjadi pikiran Southgate, asalkan Bellingham dkk terus melaju dan menampilkan spirit pantang menyerah seperti saat bersua Slovakia dan Swiss.
"Ada tanda-tanda pertumbuhan. (Menjalani) turnamen bukan hanya tentang bermain bagus, itu semua adalah atribut lain dari sebuah tim yang tangguh,β kata Southgate dilansir dari BBC.