#30 tag 24jam
Ethereum: Perkembangan Fundamental dan Prediksi Harga ETH US$7.333 di 2030
Sejumlah analis menerangkan perkembangan fundamental untuk Ethereum, beserta prediksi harganya di masa depan. [410] url asal
#10x-research #aset-kripto #eth #ether #ethereum #kripto #vaneck
(BlockChain-Media) 22/10/24 15:47
v/16837078/
Sejumlah analis menerangkan perkembangan fundamental untuk Ethereum, beserta prediksi harganya di masa depan. VanEck menerangkan harga ETH bisa mencapai US$7.333 di tahun 2030.
Ethereum (ETH) tetap menjadi pusat perhatian di dunia cryptocurrency, terutama setelah penurunan pendapatan yang signifikan yang diidentifikasi oleh 10x Research.
Dalam laporan terbaru mereka, tim tersebut mencatat bahwa penurunan pendapatan Ethereum telah menyebabkan harga Ether mengalami penurunan sebesar 30 persen. Penurunan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi Ethereum di tengah persaingan yang meningkat dari solusi Layer-2 (L2), yang semakin menarik minat pengguna dan investor.
“Kami juga tetap berada di depan pasar dengan mengidentifikasi pendapatan Ethereum yang menurun,” menurut 10x Research dalam catatan terbaru mereka, Selasa (22/10/2024).

L2, yang dirancang untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi transaksi di jaringan Ethereum, kini mengambil alih nilai transaksi yang sebelumnya diharapkan dari Ethereum itu sendiri.
Berdasarkan data selama empat bulan terakhir, proporsi pendapatan dari transaksi antara Ethereum dan L2 berubah drastis dari 90:10 menjadi 10:90, menunjukkan bahwa L2 kini mengambil lebih banyak nilai dari Ethereum.
Jika tren ini terus berlanjut, menurut analisis 10x Research, hal ini dapat berdampak signifikan pada proyeksi harga ETH ke depan.
Per Selasa petang, harga Ethereum berada di angka US$2.634,66, dengan kapitalisasi pasar mencapai US$317,19 miliar. Dalam setahun terakhir, ETH telah mengalami kenaikan sebesar 61,51 persen, menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan, Ethereum masih memiliki daya tarik bagi investor. Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir mencapai US$16,79 miliar, dengan volume pasar terhadap kapitalisasi pasar sebesar 5,26 persen.

Meskipun demikian, ada keyakinan bahwa kripto nomor dua dunia ini masih memiliki potensi untuk pulih dan menunjukkan pertumbuhan di masa mendatang.
Beberapa analis percaya bahwa dengan terus meningkatkan infrastruktur dan menarik lebih banyak proyek ke dalam ekosistemnya, Ethereum dapat kembali mengambil alih peran dominan dalam ruang DeFi dan NFT.
Meskipun ada tantangan yang dihadapi Ethereum saat ini, baik hasil kajian dari 10x Research maupun pendapat Sigel menyoroti pentingnya mengamati dinamika pasar dan fundamental yang mendasarinya. Dengan mengingat perubahan ini, investor dapat membuat keputusan yang lebih informasi terkait posisi mereka dalam aset digital ini.
Perkembangan di sektor altcoin ini dan L2 akan terus menjadi fokus utama dalam beberapa tahun ke depan. Baik dari sisi teknologi maupun analisis pasar, pemahaman yang lebih dalam mengenai interaksi antara Ethereum dan solusi L2 akan menjadi kunci untuk menavigasi masa depan cryptocurrency ini.
Dengan banyaknya perubahan yang terjadi, baik dalam hal teknologi maupun pasar, Ethereum harus beradaptasi untuk tetap relevan dan kompetitif. [ps]
Bitcoin di Persimpangan: Apakah Penurunan Lebih Dalam Akan Terjadi?
Jika Bitcoin gagal mempertahankan posisi di atas US$60.918, risiko penurunan yang lebih dalam bisa mengancam. [306] url asal
#10x-research #bitcoin #btc #prediksi-bitcoin #proyeksi-harga #ramalan-bitcoin
(BlockChain-Media) 02/10/24 14:49
v/15862816/
Dalam analisis terbaru dari Markus Thielen, Kepala Riset di 10x Research, ada perhatian serius terhadap level kunci untuk Bitcoin. Jika Bitcoin gagal mempertahankan posisi di atas US$60.918, risiko penurunan yang lebih dalam bisa mengancam, terutama dengan data ISM yang menunjukkan tren negatif. Sebelumya ia memprediksi bahwa harga BTC mencetak rekor baru di akhir Oktober 2024.
Dalam dunia perdagangan dan analisis keuangan, para trader setiap harinya mengevaluasi berbagai skenario untuk meraih keputusan terbaik. Markus Thielen mengungkapkan bahwa analisis keuangan sering kali mirip dengan menyusun puzzle kompleks yang memerlukan penilaian berkelanjutan.
Ia mencatat bahwa meskipun strategi beli dan tahan (buy-and-hold) telah terbukti efektif untuk indeks saham AS dan Bitcoin, tidak ada jaminan bahwa pendekatan ini akan terus berhasil, terutama bagi investor ekuitas di Eropa atau Asia.
“Banyak yang dipertaruhkan, terutama jika kenaikan yang diharapkan tidak terwujud,” katanya.
Thielen juga menggarisbawahi bahwa Bitcoin kembali mengalami awal bulan yang lemah untuk keempat kalinya berturut-turut. Hal ini terjadi meskipun ada harapan untuk peningkatan likuiditas di pasar. Namun, perusahaan tidak hanya “menenggak Kool-Aid,” merujuk pada ketidakpastian yang ada. Data ISM yang lemah menjadi perhatian, di mana indeks tetap datar di angka 47,2, bertentangan dengan harapan penurunan yang lebih tajam.

Lingkungan pasar semakin menantang, dan Thielen menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi peluang risiko/imbalan yang menguntungkan.
“Jika Bitcoin jatuh di bawah rata-rata pergerakan 21 minggu sebesar US$60.918, trader harus menerapkan kerangka manajemen risiko yang solid,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pola perilaku Bitcoin selama tiga bulan terakhir, di mana Bitcoin biasanya mengalami rebound sekitar tanggal 6 setiap bulan, sering kali setelah rilis data ketenagakerjaan.
Dengan kata lain, situasi saat ini menunjukkan bahwa trader harus bersiap untuk berbagai kemungkinan dan mengelola risiko secara cermat seiring perkembangan pasar. Apakah Bitcoin akan mampu mempertahankan level kunci ini? Hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan tersebut. [ps]
Sinyal Bullish Bitcoin: Bisa Cetak Rekor Tertinggi Baru di Kuartal ke-4 Ini
Sinyal bullish Bitcoin terbaru menunjukkan potensi besar kenaikan harga BTC di kuartal ke-4 tahun 2024, menurut 10x Research. [994] url asal
#10x-research #bitcoin #btc #prediksi #proyeksi
(BlockChain-Media) 24/09/24 12:30
v/15484616/
Sejumlah sinyal bullish Bitcoin terbaru menunjukkan potensi besar kenaikan harga BTC ke rekor tertinggi baru di kuartal ke-4 tahun 2024.
Selama dua minggu terakhir, model perdagangan 10x Research mengidentifikasi beberapa sinyal pembelian yang kuat, mendorong portofolio model untuk kembali ke posisi net long 100 persen, pertama kali sejak puncak harga di Maret/April. Secara historis, pola serupa terjadi pada Bitcoin, Ethereum, dan aset lainnya, menunjukkan adanya peluang bullish yang menjanjikan.
Periode Oktober hingga Maret secara historis telah menghasilkan return yang jauh lebih tinggi, rata-rata naik 40 persen dalam satu dekade terakhir, dibandingkan dengan 27 persen untuk periode April hingga September. Tren ini juga terlihat selama siklus 2023 dan 2024. Khususnya, Oktober merupakan bulan terkuat dengan kenaikan rata-rata 20 persen dan hasil positif di delapan dari sepuluh tahun terakhir.
“Kami melihat sinyal bullish Bitcoin yang sangat kuat untuk saat ini. Jika pola ini terus berlanjut, ada potensi yang sangat besar bagi harga untuk mencapai rekor tertinggi baru dalam waktu dekat,” tegas Markus Thielen, Kepala Penelitian di 10x Research dalam catatan terbarunya, Selasa (23/9/2024).
Oktober 2024 Diprediksi Jadi Awal Bull Run, Apa Tanda-tandanya?
Salah satu indikasi kuat lainnya datang dari data Bitcoin Options. Sejak 7 September, delta skew Bitcoin Options telah mengalami peningkatan signifikan, dari -8 persen menjadi +1 persen. Ini menandakan bahwa Options Call 25-delta, yang memiliki kemungkinan 25 persen untuk jatuh tempo di in-the-money, kini lebih mahal daripada sell options yang setara. Ini menunjukkan bahwa para trader lebih mengharapkan potensi kenaikan alias menjadi sinyal bullish Bitcoin daripada risiko penurunan.
Volume perdagangan di pasar altcoin yang fokus pada Korea Selatan juga mengalami lonjakan signifikan. Dari sebelumnya di bawah US$1 miliar per hari, kini meningkat menjadi US$2-3 miliar selama empat hari berturut-turut. Terjadi juga pergeseran dari Bitcoin, yang biasanya menjadi kripto dengan volume tertinggi, menuju altcoin seperti PENDLE, ARK, dan UXLINK. Jika tren ini terus berlanjut, bisa memperkuat pasar altcoin secara keseluruhan.

Thielen menambahkan, lonjakan volume perdagangan altcoinini menambah dinamika yang menarik di pasar kripto. Pergeseran dari Bitcoin menuju altcoin menunjukkan bahwa para trader mencari peluang di luar Bitcoin, yang bisa mendukung pertumbuhan pasar kripto secara keseluruhan. Ini menyiratkan pasar yang relatif sehat, dalam konteks sinyal bullish Bitcoin yang semakin pekat.
Faktor lainnya adalah demand yang dipicu oleh keputusan akumulasi BTC oleh MicroStrategy yang terus menjadi faktor pendorong harga Bitcoin. Meskipun sudah tersedia ETF Spot Bitcoin, beberapa investor, termasuk yang berasal dari Tiongkok, mungkin masih memilih untuk mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin melalui saham MicroStrategy.
“Pembelian Bitcoin secara besar-besaran yang dilakukan MicroStrategy pada akhir 2023 dan awal 2024 meningkatkan keyakinan pasar bahwa ada pembeli agresif yang mendorong harga lebih tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan investor,” kata Thiel.
Sinyal Altcoin Season Makin Kuat, Dominasi Bitcoin Mulai Melemah
Pada sisi regulasi, Thielen menyebutkan bahwa keputusan yang diharapkan dari Hakim Dorsey pada 7 Oktober 2024 terkait rencana kreditur FTX dapat berpotensi membawa aliran dana baru ke pasar kripto.
“Kami memperkirakan sekitar US$5-8 miliar dapat kembali masuk ke pasar kripto setelah penyelesaian ini, sebab para kreditur FTX diperkirakan akan menerima antara 126 persen hingga 140 persen dari nilai pemulihan klaim mereka, tergantung pada besaran klaim,” ungkap Thielen.
Pemilihan Presiden AS pada 5 November 2024 juga diantisipasi sebagai katalis positif bagi sinyal bullish Bitcoin, terlepas dari siapa yang memenangkan pemilihan. Sementara Donald Trump mungkin menjadi kandidat yang lebih disukai oleh investor Bitcoin karena potensi deregulasi dan biaya energi yang lebih rendah, kebijakan pengeluaran dan perpajakan dari partai Demokrat dapat mendorong lebih banyak warga AS untuk mencari perlindungan modal dalam Bitcoin. Dengan meningkatnya defisit AS, peran Bitcoin sebagai sistem moneter alternatif diperkirakan akan semakin kuat, mendorong permintaan yang lebih besar selama masa jabatan presiden berikutnya.
Thielen menegaskan bahwa, pemilu AS mendatang membawa potensi yang kuat untuk pasar Bitcoin. Siapa pun yang menang, pihaknya berpendapat adanya dorongan permintaan yang signifikan terhadap Bitcoin di masa depan.
Selain itu, diperkirakan pada pertengahan November, beberapa dana pensiun AS akan mulai berinvestasi dalam Bitcoin, menandakan peningkatan permintaan jangka panjang dari investor institusi. El Salvador, yang telah mengakumulasi 5,750 BTC, merupakan contoh kepemilikan Bitcoin oleh negara berdaulat, namun Kerajaan Bhutan bahkan memiliki posisi yang lebih besar dengan 13,030 BTC, senilai sekitar US$780 juta.
Terkait kepemilikan Bitcoin oleh negara, Thielen juga memprediksi bahwa, jika Trump memenangkan pemilihan AS, ada kemungkinan spekulasi mengenai AS membentuk cadangan strategis Bitcoin akan muncul. Ini bisa menjadi langkah besar bagi adopsi Bitcoin secara global dan memperkuat sinyal bullish Bitcoin berikutnya.
Mungkinkah AS Menjadikan Bitcoin sebagai Aset Cadangan Resmi?
Di sisi lain, Korea Selatan diperkirakan akan meluncurkan uji coba CBDCpada Desember 2024, yang akan melibatkan 100.000 peserta. Program percontohan ini bertujuan untuk menguji penggunaan mata uang digital won dalam transaksi sehari-hari.
Thielen melihat hal ini sebagai perkembangan positif yang dapat membawa Korea Selatan lebih dekat ke penerapan CBDC nasional, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi pasar kripto secara lebih luas. Dengan semua faktor ini, Bitcoin diharapkan akan terus mengalami peningkatan adopsi.
6 Faktor Utama Ramalan Bitcoin dari Bank Standard Chartered
Faktor menarik lainnya di seputar sinyal bullish Bitcoin di AS adalah potensi pencabutan Staff Accounting Bulletin-121 (SAB-121).
“Perkembangan krusial bagi Bitcoin ini memengaruhi cara kustodian dan lembaga keuangan melaporkan aset kripto dalam neraca keuangan mereka. SAB 121, yang diperkenalkan oleh SEC pada tahun 2022, mengharuskan perusahaan untuk mencatat aset dan kewajiban dari kripto milik nasabah berdasarkan nilai wajar. Pengecualian dari aturan ini mengurangi beban regulasi, sehingga memudahkan lembaga keuangan dalam menangani Bitcoin, yang dapat mendorong adopsi yang lebih luas dengan menyederhanakan pelaporan keuangan dan mengurangi risiko operasional,” jelas Thiel.
Sebelumnya Bank Standard Chartered juga menyinggung itu dalam pernyataannya baru-baru ini.
Bank itu berpendapat, jika aturan itu dicabut, bank akan memiliki kewenangan untuk memasukkan aset digital ke dalam neraca mereka. Hal ini diperkirakan dapat mendorong adopsi aset digital oleh institusi keuangan. Revisi atau pencabutan SAB-121 diharapkan akan memicu peningkatan minat dan partisipasi bank dalam menyimpan serta mengelola aset digital seperti Bitcoin, yang pada akhirnya bisa mendorong pertumbuhan yang lebih besar di pasar kripto. [ps]