KOMPAS.com -Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Dengan demikian, tahun ini, Hari Sumpah Pemuda akan diperingati pada Senin (28/10/2024).
Lantas, mengapa setiap tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda?
Dilansir dari buku "Makna Sumpah Pemuda" karya Sri Sudarmiyatun (2012) terbitan PT Balai Pustaka, Sumpah Pemuda merujuk pada ikrar pada pemuda yang diucapkan saat Kongres Pemuda II di Jakarta pada 28 Oktober 1928.
Berikut isi teks Sumpah Pemuda, dilaporkan oleh Kompas.com, Rabu (25/10/2023):
Pertama
"Kami putra dan putri Indonesia. Mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah air Indonesia."
Kedua
"Kami putra dan putri Indonesia. Mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia."
Ketiga
"Kami putra dan putri Indonesia. Menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia."
Adapun sebelumnya para pemuda di berbagai wilayah di Indonesia mulai membentuk perkumpulan untuk melawan penjajah. Sebut saja Jong Java, Jong Soematra, dan Jong Celebes.
"Perkumpulan pemuda tersebut membawa nama daerah asalnya," tulis Sri Sudarmiyatun dalam "Makna Sumpah Pemuda" (2012).
Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Podium Kongres Pemuda II di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2023).Menurut pemandu Museum Sumpah Pemuda, Fathul, kata kunci dari ikrar Sumpah Pemuda adalah kata "Indonesia".
"Sebetulnya kata kuncinya 'Indonesia', mereka (pemuda Indonesia) ingin dikenal bukan berdasarkan etnis, tetapi sebagai sebuah bangsa," jelas Fathul, dilaporkan oleh Kompas.com, Kamis (26/10/2023).
Lewat kata "Indonesia", lanjut dia, pemuda berharap seluruh pulau di Indonesia bisa disatukan berdasarkan sejarah, bahasa, hukum, serta pendidikan dan kepanduan yang sama.
Senada dengan buku "Makna Sumpah Pemuda" (2012), Sumpah Pemuda merupakan bentuk persatuan tanpa memandang perbedaan daerah, agama, suku bangsa, dan warna kulit.
"Dengan Sumpah Pemuda, perjuangan rakyat Indonesia tidak lagi bersifat kedaerahan, tetapi sudah menjadi kesatuan yang kuat," bunyi keterangan di buku tersebut.
Lokasi pembacaan ikrar Sumpah Pemuda
Teks Sumpah Pemuda dibacakan saat Kongres Pemuda II yang bertempat di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta Pusat. Saat ini bangunan tersebut menjadi Museum Sumpah Pemuda.
Pada zaman dahulu, bangunan tersebut adalah rumah Sie Kong Lian yang disewakan sebagai indekos ke para pelajar STOVIA.
Bagian tengah bangunan tersebut dinilai paling monumental karena digunakan sebagai Kongres Pemuda II. Tidak hanya itu, lagu "Indonesia Raya" pun pertama kali dikumandangkan di bagian tersebut.