JAKARTA, investor.id - Ancamaan keamanan siber yang terus berkembang baik dari sisi kuantitas maupun ragam tindakan membuat organisasi harus berpikir ulang dan menata kembali prinsip-prinsip implementasi teknologinya. Salah satu filosofi yang saat ini kerap diterapkan untuk menjaga keamanan IT perusahaan adalah ZeroTrust.
Zero Trust Security Model, yang dikenal juga sebagai Zero Trust Architecture (ZTA) atau perimeterless security, muncul sebagai jawaban terhadap kebutuhan akan pendekatan keamanan yang lebih ketat dan dinamis.
Konsep utama dari Zero Trust adalah "never trust, always verify," yang menuntut verifikasi yang berkelanjutan terhadap setiap entitas yang mencoba mengakses sumber daya, terlepas dari lokasi mereka atau sejarah akses sebelumnya.
Sebagai informasi, laporan dari akun pemantau keamanan siber FalconFeeds mengungkapkan lonjakan signifikan serangan siber di kawasan Asean sepanjang tahun 2024, dengan Indonesia menjadi negara paling terdampak.
Antara Januari hingga Agustus 2024, tercatat ada 1.594 serangan siber yang menghantam berbagai sektor vital di wilayah ini. Indonesia mengalami serangan paling parah, mengungkapkan celah besar dalam infrastruktur digital yang rentan terhadap ancaman siber.
Sedangkan berdasarkan laporan hasil analisis tAwanPintar.id, total seluruh serangan di Indonesia mencapai 2.499.486.085 selama semeter pertama 2024. Angka ini naik drastis daripada semester sama tahun lalu, yang jumlahnya 347.172.666 serangan.
Peningkatan serangan siber yang kompleks, termasuk eksploitasi kerentanan zero-day dan one-day yang meningkatkan jumlah korban ransomware hingga 143% menurut studi Akamai, menegaskan pentingnya implementasi Zero Trust.
Dalam lanskap keamanan siber yang terus berkembang, terciptalah kolaborasi antara Akamai Technologies dan Kyndryl yang menandai langkah signifikan dalam adopsi dan implementasi model Zero Trust.
Pada tahun 2024, kedua perusahaan ini mengumumkan kerja sama strategis dengan menawarkan layanan mikrosegmentasi, yang dikenal sebagai Akamai Guardicore Segmentation, sebagai bagian dari portofolio Zero Trust Services milik Kyndryl.
“Kami dengan bangga mengumumkan kelanjutan kerja sama bersama Kyndryl untuk membantu pelanggan kami dalam perjalanan Zero Trust mereka,” kata Nathan Perdue, Vice President, Global Sales Enterprise Security di Akamai dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (28/10/2024).
Salah satu alasan keamanan berkembang menjadi pendorong omset terbesar bagi Akamai adalah karena keberadaan penyedia layanan yang spesifik seperti Kyndryl. K
“Kami berharap dapat terus menyediakan dukungan yang dibutuhkan pelanggan untuk bertumbuh dan melindungi bisnis mereka sendiri,” ujarnya.
Akamai Guardicore Segmentation dirancang untuk memperkuat keamanan jaringan dengan membatasi gerakan lateral ancaman. Dengan segmentasi jaringan yang ketat, solusi ini membantu dalam membuat "ring fencing" untuk aplikasi bernilai tinggi.
Kolaborasi ini memungkinkan Kyndryl untuk memperluas layanan konsultasi mereka dengan teknologi Akamai, menawarkan implementasi dan manajemen untuk Akamai Guardicore Segmentation melalui program Guardicore Certified Service Provider (GcSP).
Kyndryl, dengan keahlian konsultasi dan manajemen infrastruktur TI globalnya, memainkan peran kunci dalam membantu klien merancang dan mempercepat implementasi Zero Trust.
Kombinasi ini tidak hanya menawarkan teknologi yang canggih tetapi juga layanan konsultasi yang membantu organisasi menyusun strategi keamanan yang lebih efektif dalam konteks unik mereka. Kolaborasi bersama Akamai memungkinkan dapat melayani kebutuhan Zero Trust pelanggan secara lebih cepat dan efisien.
“Kami ingin membantu pelanggan melewati tantangan keamanan siber yang selalu berkembang dan kebutuhan keamanan,” kata James Carrigan, Jr., Vice President, U.S. Security and Resiliency Practice Leader di Kyndryl.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News