Benda-benda bersejarah, seperti mebel berukuran besar, prasasti sunda kelapa, denah Batavia, lukisan gubernur jenderal Batavia, hingga ruang sidang, terdapat dalam museum ini.
Bila ingin menyimak koleksi sejarahnya satu per satu, sebaiknya datang pagi hari agar puas melihat dan membaca seluruh peninggalan sejarah zaman pemerintahan Hindia Belanda.
2. Menikmati pemandangan kota tua dari balik jendela
Naik ke lantai dua Museum Sejarah Jakarta, pengunjung masih disuguhkan dengan berbagai koleksi sejarah.
Lantai ini juga memuat jendela besar yang sengaja dibuka untuk menampilkan indahnya pemandangan kawasan Kota Tua.
Pengunjung boleh mendekat ke jendela, menikmati pemandangan pagi, siang, maupun menjelang sore dari lantai ini.
3. Menyusuri penjara bawah tanah
Ruang penjara bawah tanah terdapat di lantai bawah, bahkan di bagian paling bawah museum ini.
Ada dua ruang penjara yang bisa dihampiri, yakni penjara laki-laki di dekat pintu luar dan penjara perempuan di ruang bawah tanah dalam bangunan.
Kompas.com/Krisda Tiofani Ruang penjara bawah tanah perempuan di Museum Sejarah Jakarta, Kota Tua.
Sebanyak lima sel penjara laki-laki ini terbuka dan tampak memuat canon ball, bekas pemberat para tawanan selama ditahan.
Sementara itu, bila masuk ke dalam ruang penjara perempuan, sisa genangan air kadang terlihat di dalamnya.
4. Mengabadikan momen dengan berfoto
Kurang lengkap rasanya bila tidak memotret diri maupun tempat wisata saat mengunjungi sebuah tempat. Kamu bisa melakukannya juga di museum ini.
DOK. KOMPAS.COM/ SUCI WULANDARI PUTRI CHANIAGO Salah satu prasasti di Museum Fatahillah.
Mulai dari area depan museum yang ikonis, latar berbagai koleksi sejarah, hingga pintu penjara, bisa dijadikan latar berfoto.
Jangan lupa untuk mematuhi aturan berfoto selama di Museum Sejarah Jakarta, salah satunya adalah tidak menggunakan flash kamera.
5. Istirahat dan jajan
Lelah menyusuri isi museum, saatnya beristirahat di halaman belakang Museum Sejarah Jakarta.
Sejumlah tempat duduk disediakan untuk pengunjung, tidak lupa dengan toilet, serta beberapa jajanan yang tersedia di area ini.
Pengunjung bisa beristirahat, bersih-bersih, sekaligus mengisi perut lapar usai berwisata di Museum Sejarah Jakarta.