KOMPAS.com - Deepfake adalah media sintetis, termasuk gambar, video, dan audio, yang dihasilkan oleh teknologi kecerdasan buatan (AI).
Namun video atau audio tersebut menggambarkan tiruan atau sesuatu yang tidak ada dalam kenyataan maupun kejadian yang belum pernah terjadi.
Dilansir dari laman BBC News UK, dengan menggunakan kecerdasan buatan, deepfake dapat meniru suara dan fitur wajah seseorang.
Istilah deepfake adalah gabungan dari kata deep, yang diambil dari teknologi deep-learning AI, dan fake, yang menyatakan bahwa konten tersebut tidak nyata.
Namun, karena video yang dihasilkan cukup realistis, terkadang sangat sulit untuk mengetahui apakah video deepfake tersebut nyata atau tidak.
Deepfake sering kali digunakan untuk menyebarkan disinformasi, atau menggambarkan informasi palsu yang disebarkan secara sengaja.
Sayangnya, deepfake sering kali dikaitkan dengan motif jahat, termasuk menciptakan misinformasi dan menimbulkan kebingungan.
Bahkan, deepfake telah digunakan untuk merendahkan, mengintimidasi, dan melecehkan banyak pihak, baik masyarakat biasa, selebritas, hingga politisi.
Unsplash Cara kerja deepfake.Dilansir dari laman Britannica, deepfake diproduksi menggunakan dua algoritma pembelajaran mendalam AI yang berbeda.
Satu algoritma menciptakan replika terbaik dari gambar atau video asli dan yang lainnya mendeteksi apakah replika itu palsu dan, jika memang palsu, melaporkan perbedaan antara replika itu dan aslinya.
Kemudian algoritma pertama menghasilkan gambar sintetis dan menerima umpan balik dari algoritma kedua, lalu menyesuaikannya agar tampak lebih nyata.
Proses ini diulang sebanyak yang diperlukan hingga algoritma kedua tidak mendeteksi adanya citra palsu, sehingga dapat dengan baik meniru suara dan fitur wajah seseorang.
Deepfake dapat meniru gerakan wajah seseorang dari video yang menampilkannya, atau bahkan hanya dari gambar wajahnya.
Dalam video deepfake, suara orang tertentu dapat ditiru dengan memasukkan data audio asli dari orang tersebut ke dalam model AI.
Sehingga memungkinkan deepfake menggunakan rekaman audio suara seseorang untuk membuatnya mengatakan hal-hal yang mungkin tidak pernah dikatakan orang tersebut.
Banyak video atau gambar deepfake yang terlihat sangat aneh, sehingga mudah dikenali sebagai sebuah video palsu atau hoaks. Namun, terkadang deepfake bisa terlihat sangat realistis.