#30 tag 24jam
Mengejutkan! 5 Kebiasaan Ini Diam-diam Bisa Bikin Asam Lambung Naik
Asam lambung Anda bisa naik jika melakukan lima kebiasaan mengejutkan ini [651] url asal
#asam-lambung #pantangan-asam-lambung #makanan-bikin-asam-lambung #penyebab-asam-lambung #kebiasaan-bikin-asam-lambung-naik
(Bisnis.Com - Terbaru) 10/09/24 03:15
v/14944338/
Bisnis.com, JAKARTA - Jika Anda pernah merasakan sensasi terbakar dan tidak nyaman di dada setelah makan, Anda pasti tidak asing dengan sakit maag.
Sakit maag, yang lebih dikenal sebagai gastroesophageal reflux (GERD), adalah kondisi umum yang akan dialami sebagian besar dari kita suatu saat nanti.
Beberapa orang lebih rentan terhadap kondisi ini dan mungkin memerlukan obat untuk pengobatan jangka panjang. Namun, bagi banyak dari kita, melakukan beberapa perubahan kecil dapat mengurangi kemungkinan mengalami refluks asam.
Refluks asam, sering dikenal sebagai mulas, terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan rasa terbakar di dada atau tenggorokan, kata Julie Lichtman, RD, LDN, ahli diet di Temple University Health System dilansir dari eatingwell.
“Hal ini terjadi ketika sfingter esofagus bagian bawah, katup antara esofagus dan lambung, tidak menutup sebagaimana mestinya, sehingga asam bisa keluar.” paparnya.
Dia menjelaskan, sensasi tidak nyaman ini bisa berlangsung beberapa menit, atau bisa berlangsung berjam-jam. Namun, jika frekuensi refluksnya menetap atau parah, Anda mungkin didiagnosis menderita penyakit gastroesophageal reflux (GERD).
Menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal, 20% orang Amerika menderita GERD. Anda lebih mungkin terkena GERD jika Anda sedang hamil, mengonsumsi obat-obatan tertentu, merokok, atau hidup dengan kelebihan berat badan atau obesitas.
5 Kebiasaan Mengejutkan yang dapat memperparah GERD
Dalam banyak kasus, ada kebiasaan yang tampaknya tidak berbahaya yang dapat memperburuk refluks. Kabar baiknya adalah kebiasaan tersebut sering kali mudah diperbaiki dengan membuat beberapa perubahan sederhana pada rutinitas Anda.
1. Minum Lewat Sedotan
Anda mungkin tidak berpikir dua kali saat meraih sedotan, tetapi itu adalah salah satu kebiasaan yang harus Anda hindari jika Anda rentan terhadap refluks.
Menggunakan sedotan dapat menyebabkan Anda menelan lebih banyak udara, meningkatkan kembung dan tekanan pada perut Anda, yang dapat menyebabkan refluks.
2. Berbaring Tegak Saat Tidur
Postur saat tidur dapat memengaruhi refluks asam, terutama sesaat setelah makan. Jika [Anda] menggunakan bantal datar saat berbaring, lambung dan kerongkongan Anda berada pada level yang sama sehingga memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.
3. Mengenakan Pakaian Ketat
Pakaian ketat di sekitar perut dapat memperburuk refluks dengan meningkatkan tekanan pada perut. Celana bukan satu-satunya masalah. Pakaian lain seperti ikat pinggang ketat dan shapewear juga dapat menyebabkannya, kata Riker.
4. Postur Tubuh yang Buruk Saat Makan
Bukan hanya apa dan kapan Anda makan yang memengaruhi timbulnya refluks asam. Postur tubuh Anda juga penting. "Postur tubuh yang buruk, seperti membungkuk saat makan dapat menyebabkan refluks asam.
Ini karena postur tubuh yang buruk dapat memberi tekanan pada perut, yang dapat mendorong asam kembali ke kerongkongan dan memicu refluks asam.
5. Penggunaan Obat Bebas Secara Berlebihan
Beberapa obat dapat mengiritasi lapisan lambung dan kerongkongan, yang dapat memperburuk gejala. Secara khusus, obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen memiliki efek pada produksi senyawa yang disebut prostaglandin yang berperan penting dalam melindungi lapisan lambung dari asam lambung.2
Tips Mengelola Refluks Asam
1. Makanlah dalam porsi kecil dan sering
Hindari mengisi perut Anda secara berlebihan dengan makan dalam porsi kecil namun sering. Hal ini akan mencegah tekanan tambahan pada perut, sehingga dapat membantu mengurangi kemungkinan naiknya asam lambung. Selain itu, konsumsilah makanan yang membantu menenangkan refluks, seperti oatmeal.
2. Hindari Berbaring Setelah Makan
Memberi diri Anda waktu yang cukup untuk mencerna makanan sebelum berbaring sangatlah penting. Saat Anda berbaring, gravitasi tidak lagi membantu menjaga isi makanan di perut Anda.
Makanan dan asam yang tidak tercerna dapat menyebabkan tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah, menyebabkan isinya mengalir ke kerongkongan, menyebabkan ketidaknyamanan dan refluks asam.
Untuk tidur lebih nyenyak dan mengurangi refluks, cobalah untuk menghindari berbaring setidaknya selama dua jam setelah makan.
3. Tinggikan Kepala Anda
Untuk menghindari refluks akibat berbaring segera setelah makan, cobalah meninggikan kepala. Coba tidur dengan bantal wedge untuk membantu mencegah naiknya asam lambung saat berbaring.
4. Hindari Mengenakan Pakaian Ketat
Jika Anda rentan mengalami refluks asam, pakaian yang Anda kenakan mungkin bisa memberikan perbedaan yang signifikan. Hindari celana dan ikat pinggang yang ketat dan pilihlah pakaian yang longgar untuk mencegah tekanan tambahan pada perut. Dan cobalah untuk menghindari pakaian ketat lainnya seperti shapewear atau pakaian dalam yang ketat.
Ini Deretan Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Asam Lambung
Para penderita asam lambung, ini sederet makanan yang harus dikonsumsi dan dihindari ya [735] url asal
#asam-lambung #pantangan-asam-lambung #makanan-bikin-asam-lambung
(Bisnis.Com) 07/07/24 08:16
v/9940358/
Bisnis.com, JAKARTA – Penyakit refluks gastroesofageal–atau yang bisa disebut juga refluks asam merupakan kondisi dimana asam bergerak naik dari lambung ke kerongkongan.
Hal tersebut dapat menyebabkan nyeri dada, napas tersendat, sendawa asam, serta sensasi terbakar di dada dan tenggorokan.
Dikarenakan GERD merupakan masalah kelebihan asam di lambung, maka sangat masuk akal jika makanan yang kita makan dapat memperbaiki atau malah memperburuk GERD.
Beberapa makanan dapat memicu produksi asam dalam tubuh, sementara yang lain dapat membantu kadar asam pada tingkat yang optimal.
Dilansir dari Eat This, Not That, berikut deretan makanan terbaik dan terburuk untuk penderita asam lambung:
Makanan Penyebab Asam Lambung
1. Gorengan
Dengan banyaknya lemak yang terkandung di dalamnya, makanan yang digoreng membutuhkan waktu lama untuk dicerna. Artinya, lambung harus menggunakan banyak asam untuk memecahnya. Makanan berlemak tinggi juga menyebabkan tubuh melepaskan garam empedu dan hormon kolesistokinin, yang pada akhirnya menyebabkan lebih banyak asam naik ke esofagus.
2. Buah sitrus
Buah ini memang baik untuk kesehatan karena kaya akan kalium, vitamin C, dan serat. Namun, untuk GERD, rasa asam pada buah ini akan mendorong lambung untuk memproduksi asam berlebih. Buah yang termasuk ke dalam kategori buah sitrus antara lain lemon dan berbagai jenis jeruk.
3. Cokelat
Camilan manis favorit banyak orang ini memang tidak mengandung asam. Namun, cokelat mengandung metilxantin, senyawa yang dapat menurunkan tekanan di lower esophageal sphincter (LES). Merelaksasi esofagus berarti asam memiliki lebih banyak ruang untuk naik ke atas.
4. Minuman berkarbonasi
Jika meminum minuman bersoda, umumnya Anda akan mengalami sendawa. Namun bagi penderita GERD, karbonasi pada minuman ini dapat menyebabkan kembung, yang membuat perut membesar dan menekan LES.
5. Kopi
The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disorders merekomendasikan para penderita GERD untuk menghindari kopi dan sumber kafein lainnya. Tidak hanya membuat Anda bersemangat, kandungan kafein yang tinggi pada kopi juga membuat produksi asam menjadi berlebih. Penderita GERD tetap bisa meminum kopi tanpa kafein.
6. Makanan pedas
Menurut sebuah studi pada tahun 2020, makanan pedas merupakan makanan pemicu GERD yang paling umum, dengan 62% partisipan survei–yang merupakan pasien GERD–menyebutkannya sebagai pemicu utama. Jika refluks menjadi masalah, batasilah penggunaan rempah pedas dan cobalah perasa yang lebih netral seperti herba segar.
7. Tomat
Sayangnya, asam malat dan asam sitrat pada tomat dapat memperburuk produksi asam lambung. Selain tomat segar, makanan berbahan dasar tomat seperti saus tomat, tomat kalengan, dan saus spageti, semuanya dapat menyebabkan GERD.
Selain yang tertera pada daftar di atas, terdapat pula beberapa makanan dan minuman yang dapat memperburuk produksi asam di lambung, seperti minuman beralkohol, makanan ringan ultra-processed, teh pepermin, jus, daging berlemak, dan pizza.
Makanan untuk Mengatasi Asam Lambung
1. Jahe
Jahe sangat ampuh dan efektif dalam meredakan mual. Meskipun belum terbukti memiliki khasiat antiasam, beberapa orang menggunakannya sebagai tonik untuk mengatasi refluks.
Sifat antiperadang pada jahe dapat membantu meredakan produksi asam berlebih. Sebuah studi pada tahun 2023 menemukan bahwa suplementasi jahe selama empat minggu dapat mengurangi nyeri perut, rasa terbakar, dan nyeri uluh hati secara signifikan.
2. Havermut
Biji-bijian utuh seperti havermut sangat baik untuk meredakan peradangan. Makanan ini dapat menyerap asam lambung dan mengurangi jumlah asam yang dapat naik ke kerongkongan. Bahan dasar gandum pada havermut pun dapat membuat Anda kenyang dan mencegah Anda makan berlebihan–yang dapat memicu mulas pada perut.
3. Kacang-kacangan
Penelitian membuktikan bahwa diet tinggi serat dapat mengurangi refluks gastroesofageal, yang dapat mengurangi frekuensi nyeri ulu hati.
Mengonsumsi kacang-kacangan dapat membuat Anda memiliki asupan serat yang melimpah. Satu cangkir kacang-kacangan yang dimasak mengandung lebih dari 15 gram serat–yang merupakan 60 persen target harian pada perempuan dan 39 persen pada pria.
4. Semangka
Kandungan H2O dalam semangka sangatlah menghidrasi. Hal tersebut dapat menjaga keseimbangan asam dalam lambung. Makanan yang mengandung air akan membantu Anda untuk mengencerkan asam lambung dan meminimalkan refluks.
5. Alpukat
Harvard Health menyarankan untuk mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh, seperti yang terkandung dalam alpukat. Kandungan lemak tak jenuh tersebut dapat membantu meredakan peradangan.
6. Roti gandum
Gandum utuh dalam makanan pokok roti mengandung serat yang dapat meredakan gejala refluks. Sebuah penelitian menemukan bahwa serat makanan mungkin menjadi salah satu kunci untuk mengurangi rasa panas dalam dada.
7. Makanan fermentasi
Bakteri usus yang optimal dapat mengurangi gangguan asam. Sebuah studi pada tahun 2023 menemukan bahwa kesehatan mikrobioma dapat mempengaruhi kondisi esofagus seperti GERD. Mengonsumsi makanan fermentasi–seperti yogurt, acar, kimchi, dan lain-lain–dapat menjaga kesehatan bioma Anda.
Selain makanan di atas, terdapat pula beberapa makanan yang dapat mengatasi asam lambung, seperti blewah, bayam mentah, kale, seledri, ubi jalar, dan brokoli. (Rafi Abid Wibisono)