JAKARTA, investor.id– PT Energia Prima Nusantara (EPN), entitas anak PT United Tractors Tbk (UNTR), menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) untuk menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di beberapa fasilitas ADM di Karawang, Jawa Barat.
Proses penandatanganan MoU dilakukan langsung perwakilan dari EPN dan ADM di kantor pusat ADM, Jakarta pada Rabu (7/8/2024).
"Kerja sama ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang warisan bagi generasi mendatang. Kolaborasi dengan ADM menunjukkan komitmen kami untuk terus berinovasi dalam menyediakan solusi energi terbarukan yang berkelanjutan,” kata Direktur Pengembangan Bisnis EPN Achmad Rizal Roesindrawan dalam keterangan resminya, Rabu (7/8/2024).
Rizal mengungkapkan, pengerjaan proyek PLTS atap ini akan dikerjakan dalam tiga fase dengan total kapasitas 8,1 MWp. Pada fase pertama, akan dipasang PLTS berkapasitas 63 kWp.
Fase kedua akan menambahkan kapasitas 1,2 MWp, dan fase ketiga dengan kapasitas 3,2 MWp. Proyek ini diharapkan dapat menghasilkan 10 GWh energi listrik per tahun dan mengurangi emisi karbon sekitar 8.500 ton CO2 per tahun, setara dengan menanam 300.000 pohon.
“Proyek akan dilaksanakan di beberapa fasilitas ADM di Karawang, termasuk Karawang Assembling Plant 2 dengan kapasitas 3,019 MWp, Karawang Assembling Plant 1 dengan kapasitas 2,988 MWp, Karawang Engine Plant dengan kapasitas 1,765 MWp, dan Karawang Casting Plant dengan kapasitas 0,5 MWp. Semua instalasi ini diharapkan selesai antara Desember 2024 dan Februari 2025,” ujar dia.
Presiden Direktur ADM Yasushi Kyoda mengatakan, proyek PLTS ini merupakan bagian dari komitmen Daihatsu untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung tujuan perusahaan dalam mencapai netralitas karbon.
"Kami sangat antusias dalam menjalankan kerja sama ini. Implementasi panel surya di fasilitas pabrik ADM adalah bukti konkret dalam pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan,” kata dia.
Dia berharap, kerja sama ini dapat meningkatkan sinergi dan kolaborasi positif antar industri, khususnya sektor otomotif. Selain itu, proyek ini bertujuan untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik dengan meningkatkan pasokan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT).
Energia Prima Nusantara (adalah perusahaan terkemuka di bidang energi terbarukan di Indonesia. EPN fokus pada pengembangan dan implementasi teknologi energi hijau, termasuk PLTS atap, PLTM, PLTP, dan PLTSa.
Sejak 2018 hingga Juni 2024, EPN telah memasang total kapasitas PLTS atap sebesar 17,3 MWp, dengan tambahan 3,7 MWp yang sedang dalam proses instalasi dan 12,55 MWp yang menunggu izin dari PLN.
Selain PLTS atap, EPN juga mengembangkan sistem offgrid microgrid hybrid yang menggabungkan Solar PV dengan Sistem Penyimpanan Energi Baterai (BESS) serta genset diesel untuk mengurangi penggunaan bahan bakar diesel dan emisi CO2.Proyek offgrid hybrid EPN meliputi instalasi di tiga lokasi Pama Grup dengan total kapasitas 1,3 MWp dan 460 kWh BESS.
Grup EPN juga memiliki beberapa proyek PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro) dengan total kapasitas 24,4 MW yang telah beroperasi dan 25,4 MW yang sedang dalam konstruksi, serta PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) Rantau Dedap dengan kapasitas 91,2 MW. Selain itu, EPN tengah dalam tahap negosiasi PPA untuk proyek PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) Legok Nangka dengan estimasi kapasitas 30-40 MW.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News