BOGOR, KOMPAS.com - Pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bogor, Atang Trisnanto-Annida Allivia mengusulkan program Bogor Smart System sebagai bagian dari visi mereka, Bogor Nyaman Untuk Semua.
Program ini dirancang untuk mengintegrasikan semua layanan pemerintah dengan sistem informasi yang saling terhubung dan akses terbuka.
Diharapkan nantinya masyarakat bisa mengakses informasi terkait pembangunan Kota Bogor dan layanan publik secara gerak cepat.
“Sistem cerdas atau smart system sudah jadi kebutuhan krusial, supaya pelayanan pemerintah Kota Bogor kepada warga lebih gercep (gerak cepat) dan kami Insya Allah punya itu,” ucap Atang saat dihubungi Kompas.com, Jumat (20/9/2024).
Perubahan status Jakarta dari ibu kota negara dan beralih menjadi pusat bisnis, berdampak pada arah pembangunan di Jabodetabekpunjur, termasuk Bogor, yang harus semakin fokus pada penerapan sistem smart city.
Mengacu pada data BPS, Bogor merupakan kota yang kompleks dengan populasi 1,2 juta jiwa, pertumbuhan ekonomi 6,6 persen di sektor UMKM, bisnis, dan pariwisata, serta ribuan kendaraan yang masuk setiap harinya, terutama saat akhir pekan.
“Pada tahun 2023 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) ada sekitar 60.000 pengguna KRL, serta 22.000 sampai 40.000 rata-rata jumlah kendaraan yang masuk saat hari libur tertentu tercatat di Satlantas Polesta Bogor. Ini menandakan Bogor sudah terlalu kompleks untuk hanya sekadar mengejar predikat smart city,” ungkap Atang.
Program Bogor Smart System akan lebih fokus mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola kota, pelayanan publik dan kehidupan masyarakat, sehingga tercipta peningkatan efisiensi, efektivitas dan kualitas hidup yang signifikan.
Program ini memiliki enam pilar misi, yakni smart governance, smart economy, smart environtment, smart living, smart mobility dan smart people.
Ketua DPRD Kota Bogor 2019-2024 ini mengungkapkan, banyak aspirasi masyarakat yang menginginkan pembangunan kota berkelanjutan dan sumber daya manusia yang cerdas.
Pemerintahan baru harus sejak awal mengakomodasi kebutuhan yang selama ini terabaikan.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor telah menerapkan beberapa sistem smart city dengan aplikasi seperti SiBadra untuk pelaporan keluhan, serta layanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Kesehatan.
Namun, menurut Atang, pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan layanan pemerintah tidak hanya ada, tetapi juga responsif dan cepat, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi dan penyelesaian masalah.
“Pekerjaan rumah pemerintah selanjutnya adalah memastikan layanan informasi pemerintah bukan hanya sekedar ada dan terhubung. Tetapi layanan juga harus gercep bukan hanya ketika ada kendala,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan penggunaan SuperApp yang mengintegrasikan berbagai layanan, mulai dari pembayaran pajak, perizinan, hingga pelaporan masalah lingkungan, yang dapat diakses melalui ponsel secara real-time.
Selain itu, program hotline 24 jam juga akan diluncurkan untuk memastikan pemerintah selalu dekat dengan warga.
“Saya tahu bahwa program ini tidak enteng, peran teknologi, niat ikhlas memimpin supaya tercapai gercepnya, petugas bisa melayani 24 jam warga, transportasi terhubung, layanan ekonomi masyarakat oke, terbuka informasinya, Insya Allah kami ukur dan rencanakan diawal, supaya masyarakat tidak menyesal memilih kami,” kata Atang.