#30 tag 24jam
2 item, 1 hal
Beasiswa Chevening 2024, Ada Program Khusus untuk Mahasiswa ASEAN
Beasiswa Chevening menawarkan dukungan finansial penuh bagi sarjana untuk melanjutkan studi gelar S2 di lebih dari 150 universitas di Inggris. [831] url asal
#beasiswa-chevening-asean-2024 #beasiswa-chevening #beasiswa-chevening-2025 #beasiswa-chevening-s2-2025 #beasiswa-chevening-syarat
(MedCom) 07/08/24 19:09
v/13685035/
Jakarta: Pendaftaran Beasiswa Chevening untuk studi S2 di Inggris sudah dibuka mulai 6 Agustus hingga 5 November 2024. Tahun ini, ada program khusus, yakni Beasiswa Chevening ASEAN.Beasiswa Chevening ASEAN tersedia untuk pemimpin masa depan dari negara-negara Anggota ASEAN (Brunei, Kamboja, Laos, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam) dan Timor-Leste. Semua kandidat akan secara otomatis dipertimbangkan untuk Beasiswa ASEAN Chevening kecuali mereka memilih untuk tidak ikut serta.
"Saya sangat bangga bahwa kami meluncurkan Beasiswa Chevening ASEAN yang baru ini. Inisiatif ini tidak hanya menawarkan kesempatan unik bagi individu berbakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris, tetapi juga memberi para sarjana ASEAN Chevening program nilai tambah, undangan prioritas ke acara-acara penting, dan akses ke jaringan alumni ASEAN Chevening Scholars yang baru. Dengan memberdayakan para sarjana dengan pendidikan kelas dunia dan pengalaman yang tak ternilai, kami berinvestasi dalam masa depan yang lebih cerah dan lebih kolaboratif untuk ASEAN dan Inggris," kata Duta Besar Inggris untuk ASEAN, Sarah Tiffin, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu, 7 Agustus 2024.
Beasiswa Chevening menawarkan dukungan finansial penuh bagi sarjana untuk melanjutkan studi gelar S2 yang memenuhi syarat di lebih dari 150 universitas di Inggris, termasuk akses ke berbagai pengalaman akademik, profesional dan budaya secara eksklusif. Beasiswa Chevening diberikan kepada individu dari berbagai latar belakang yang dapat menunjukkan komitmen dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin masa depan.
Pendaftar harus memiliki ide realistis dan dapat dicapai untuk menciptakan perubahan positif di negara mereka dan dapat menunjukkan bagaimana gelar S2 Inggris akan membantu mereka mewujudkan ide mereka.
Sejak program ini dimulai pada tahun 1983, lebih dari 57.000 profesional telah memajukan karier mereka melalui Chevening. Pada Tahun Akademik 2025/2026, sekitar 1.500 beasiswa tersedia secara global.
"Tidak ada yang namanya sarjana 'tipikal'. Kami menghargai energi, pikiran terbuka, rasa ingin tahu, kasih sayang, visi yang jelas untuk masa depan Anda, dan kemampuan untuk mencapai tujuan Anda. Jika Anda masuk dalam kriteria tersebut di atas, ayo segera daftar Chevening!,” kata Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Matt Downing.
Matt mengatakan penerima beasiswa Chvening akan bergabung dengan komunitas yang terdiri atas lebih dari 57.000 alumni Chevening di seluruh dunia. Bersama-sama mereka membentuk jaringan yang penuh dengan influencer dinamis yang telah berbagi pengalaman yang sam.
“Mereka dapat menawarkan dorongan, bimbingan, saran, dan kontak. Ketika Anda kembali ke rumah setelah studi, Anda akan siap untuk mulai membuat perbedaan nyata di Indonesia, Timor-Leste, atau tempat lain di wilayah ini. Kami berharap dapat melihat pendaftar dari semua jenis latar belakang. Daftarkan diri Anda sebelum batas waktu pada 5 November 2024 dan Anda bisa menjadi bagian dari komunitas yang luar biasa ini," ujar dia.
Presiden Ikatan Alumni Chevening Indonesia (CAAI) 2023-2025 Nadhila Renaldi mengaku mencoba beasiswa Chevening dua kali sebelum akhirnya diterima pada upaya kedua. Alasan dia memilih beasiswa bukan hanya karena ingin belajar bahasa Inggris, tetapi juga karena jaringan globalnya.
“Tiga tahun setelah saya lulus dari S2, saya percaya bahwa Chevening telah membantu saya tumbuh. Saya berharap semakin banyak orang dapat merasakan apa yang saya alami. Saya bersama alumni lainnya melalui CAAI juga siap membantu para pendaftar untuk mencapai impian mereka melalui program pendampingan kami, ChevBuddy, yang akan kami buka dalam waktu dekat," tutur dia.
Alumni Chevening dari Timor-Leste, Joctan Dos Reis, memperoleh gelar MSc di bidang Biologi Kelautan di Universitas Bangor di Wales Utara melalui Beasiswa Chevening pada 2022. Saat ini, dia bekerja dengan CSIRO sebagai penasihat dalam negeri untuk Penilaian Risiko dan Perencanaan Adaptasi Perikanan: proyek Fiji dan Timor-Leste".
Pekerjaan ini melibatkan perwakilan pemerintah dan masyarakat perikanan dari kedua negara, mengembangkan opsi adaptasi yang kuat untuk mendukung pengelola perikanan, nelayan, dan praktisi lainnya untuk memahami risiko dan skenario masa depan di bawah perubahan iklim.
“Beasiswa Chevening dapat membawa Anda ke universitas terkenal mana pun di Inggris, hal itu akan memungkinkan Anda untuk tumbuh secara akademis dan profesional. Dan itu akan membekali Anda dengan keterampilan dan pengalaman unik untuk memecahkan beberapa tantangan dunia nyata dengan menciptakan jalur transformatif dan inovatif untuk sektor yang Anda ikuti," tutur dia.
Ada sekitar 2.000 alumni Chevening di Indonesia dan 50 di Timor-Leste yang merupakan profesional terampil yang bekerja di berbagai bidang, termasuk membantu mengatasi perubahan iklim, memperjuangkan kesetaraan gender, bekerja di media, industri, pemerintah, bisnis, hukum dan banyak bidang lainnya.
Alumni terkemuka dari Indonesia termasuk Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian; Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria; Novelis, Ahmad Fuadi; dan Pembuat Film, Riri Riza. Dari Timor-Leste, Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Republik Demokratik Timor-Leste, Bendito Dos Santos Freitas; Mantan Menteri Pariwisata, Perdagangan dan Industri, José Lucas do Carmo da Silva; Mantan Menteri Kepresidenan Dewan Menteri, Fidelis Manuel Leite Magalhães; dan Sekretaris Pertama Misi Tetap Republik Demokratik Timor-Leste untuk Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Didina Maria Assuncao Coelho da Silva.
Buat kamu yang tertarik, yuk segera daftarkan diri kamu melalui situs web: chevening.org/apply. Semoga berhasil.
| Baca juga: 9 Tokoh Indonesia Penerima Beasiswa Chevening, Intip Profil Singkatnya |
(REN)
9 Tokoh Indonesia Penerima Beasiswa Chevening, Intip Profil Singkatnya
Ada sejumlah tokoh di Indonesia yang merupakan penerima beasiswa Chevening. [798] url asal
#beasiswa-chevening #beasiswa-chevening-syarat #beasiswa-chevening-s2-2025 #penerima-beasiswa-chevening
(MedCom) 07/08/24 17:08
v/13674120/
Jakarta: Pendaftaran beasiswa Chevening periode 2025/2026 sudah dibuka. Banyak lulusan asal Indonesia yang merupakan penerima beasiswa Chevening lho!Beasiswa dengan pendanaan penuh ini diberikan oleh pemerintah Inggris bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan program S2 di Inggris selama satu tahun. Banyak keuntungan juga yang akan didapat oleh penerima beasiswa Chevening.
Siapa saja lulusan asal Indonesia tersebut? Yuk intip sembilan tokoh Indonesia penerima beasiswa Chevening melansir Instagram @schoters:
9 tokoh penerima beasiswa Chevening
1. Tito Karnavian
Saat ini, Jenderal Polisi (Purn) Prof Drs H Muhammad Tito Karnavian, MA, PhD menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Sebelumnya, ia merupakan mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang dilantik pada 13 Juli 2016.Pria kelahiran tahun 1964 di Palembang ini merupakan salah satu penerima beasiswa Chevening lho. Ia menempuh studi Police Studies di University of Exeter pada 1993.
2. Nezar Patria
Nezar Patria merupakan Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo). Pria kelahiran tahun 1970 di Sigli (Pidie), Aceh dikenal sebagai salah satu aktivis gerakan Reformasi 1998.Ia telah mengambil studi History of International Relation di The London School of Economics and Political Science (LSE) dengan beasiswa Chevening pada 2007.
Bahkan, Nezar pernah menjadi salah satu dari 13 aktivis yang diculik pada masa Orde Baru. Setelah bebas, ia bergabung menjadi relawan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)
3. Desra Percaya
Duta Besar Indonesia untuk Inggris ini merupakan lulusan International relations di University of Birmingham pada 1995 dengan beasiswa Chevening.Saat itu, ia baru saja menyelesaikan beasiswa dari Pemerintah Swiss untuk mengikuti pendidikan khusus tentang Negosiasi Multilateral selama sembilan bulan di Jenewa.
Melansir laman hotcourses.co.id, Desra telah diincar oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sebelum lulus kuliah S1. Hal tersebut berkat bakatnya yang dicari oleh Kemenlu sehingga ia langsung bekerja di kementerian tersebut setelah lulus dan diberikan beasiswa di tahun terakhir masa perkuliahan.
4. Atnike Nova Sigiro
Atnike Sigiro merupakan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2022-2027. Ia merupakan lulusan Social Policy and Development di London School of Economics and Political Science (LSE) pada 2007.Melansir laman komnasham.go.id, Atnike tercatat sebagai dosen aktif program Pascasarjana Diplomasi di Universitas Paramadina sejak 2010.
Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif dan Pemimpin Redaksi Jurnal Perempuan pada 2017-2021. Tahun 2022, Atnike mendirikan Yayasan Lokataru yang bergerak di bidang hak asasi manusia dan kebebasan masyarakat.
5. Sukma Violetta
Wakil Ketua Komisi Yudisial ini menempuh studi Master pada program Law di University of Nottingham pada 1997. Sukma menjadi perempuan pertama yang menjadi anggota Komisi Yudisial (KY).Melansir laman komisiyudisial.go.id, perempuan kelahiran tahun 1964 ini memulai karier sebagai pengacara di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada 1987-1990. Kemudian, Sukma bergabung di Gani Djemat and Partners tahun 1990-1992.
Bahkan, ia pernah menjadi konsultan Legislasi tahun 2002-2003 di Sekretariat DPR RI. Sebelum bergabung dengan KY, Sukma sempat menjabat sebagai Koordinator Tim Asistensi Reformasi Birokrasi di Kejaksaan Agung RI sejak 2006 hingga 2015.
6. Bivitri Susanti
Dosen dan Pakar Hukum Tata Negara ini pernah terlibat dalam film Dirty Vote yang sempat menggemparkan dunia maya menjelang pelaksanaan Pemilu 2024. Ternyata, Bivitri merupakan lulusan Law in Development di University of Warwick pada 2002 dengan beasiswa Chevening juga lho.Ia merupakan dosen di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Jentera. Bivitri bersama temannya juga mendirikan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Indonesia.
Vokal dalam menyuarakan isu hak asasi manusia hingga antikorupsi, Bivitri pernah dinobatkan sebagai Pemikir Muda Hukum Tata Negara dari Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN).
7. Wahyu Dhyatmika
Chief Executive Officer (CEO) Tempo Digital ini merupakan lulusan International Journalism di University of Westminster pada 2005. Wahyu juga merupakan jurnalis Tempo sejak 2001 hingga saat ini.Melansir LinkedIn pribadinya, ia bergabung menjadi aktivis di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia sejak 2001. Wahyu juga pernah mengajar sebagai dosen Ilmu Komunikasi, seperti di Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Universitas Indonesia (UI).
8. Riri Riza
Sutradara film Petualangan Sherina hingga Laskar Pelangi ini merupakan lulusan Feature Film Screenwriting di Royal Holloway, University of London pada 2001.Karyanya banyak ditonton di bioskop Indonesia, salah satunya Ada Apa Dengan Cinta 2. Karya film pendeknya berjudul Sonata Kampung Bata sukses memperoleh penghargaan di festival film pendek di Oberhausen, Jerman.
9. Ahmad Fuadi
Novelis ini juga merupakan lulusan Documentary Film di Royal Holloway, University of London pada 2005. Melansir LinkedIn pribadinya, ia merupakan pendiri Komunitas Menara yang merupakan PAUD bebas biaya untuk anak kurang mampu menempuh pendidikan, sejak 2010.Selain itu, ia merupakan penulis dan public speaker di Lima Menara Kreatif. Novel terlaris miliknya bertajuk Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna.
Nah, itulah penerima beasiswa Chevening yang dapat menginspirasi kamu. Bagi kamu yang tertarik mendaftar beasiswa tersebut, tetap semangat dan semoga kamu bisa menjadi bagian dari mereka. (Theresia Vania Somawidjaja)
| Baca juga: Pendaftaran Beasiswa Chevening 2025/2026 Dibuka, Tanpa Batas Usia Lho! |
(REN)