Media sosial dihebohkan mobil 'hamil' di China. Muncul benjolan berukuran besar hingga memenuhi area kap mesin.
Video tersebut disebarkan oleh akun X (sebelumnya Twitter) @jenniferzen97. Klip berdurasi 10 detik itu menampilkan beberapa potongan klip kap mobil tampak 'hamil' lantaran muncul benjolan.
"Mobil Buatan China "hamil" saat cuaca terlalu panas," cuitnya.
Video tersebut sudah ditonton lebih dari 740 ribu kali. Sebanyak 1.000 akun sudah me-retweet.
Dicuplik dari Thedailyguardian, Minggu (11/8/2024), China saat ini sedang bergulat dengan gelombang panas ekstrem, yang menyebabkan efek tidak biasa pada mobil.
Faktanya dalam video yang terekam bukan mobil merek China, ada juga merek ternama seperti Audi. Tidak sesuai dengan narasi yang disebutkan.
Pemandangan wrapping stiker yang menggelembung itu disebabkan karena ada udara yang terjebak di dalam wrapping stiker.
Komentar para ahli, seperti yang ditulis Wrap Guys, menjelaskan, suhu tinggi dan paparan sinar matahari langsung yang berkepanjangan dapat membahayakan daya tahan dan penampilan wrapping stiker mobil. Salah satunya menyebabkan efek menggelembung, peregangan, dan pembengkakan seperti terlihat dalam video yang viral.
"Seiring waktu, suhu tinggi dapat menyebabkan pembungkus vinyl melengkung, menggelembung, atau bahkan memudar," tulis Wrap Guys.
Para ahli menekankan mayoritas pelapis mobil itu dirancang untuk menangani berbagai kondisi lingkungan, namun panas ekstrem bisa menimbulkan tantangan tersendiri.
Wrapping stiker berkualitas, perekatan yang kuat, dan pemasangan yang tepat cenderung tidak akan mengalami masalah parah. Pemilik mobil disarankan untuk parkir di area teduh, menggunakan tudung, dan melakukan inspeksi rutin untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh panas.
Ada hal yang harus diperhatikan pemilik mobil saat parkir, yaitu jangan menempelkan dinding ban di trotoar, apalagi dalam waktu yang cukup lama. Halaman all [345] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Saat parkir di pinggir jalan, pengemudi mobil kerap menjadikan trotoar sebagai patokan. Ketika ban sudah mengenai trotoar, maka posisi parkir dirasa sudah pas oleh pengemudi.
Namun, nyatanya ada hal yang harus diperhatikan, jangan sampai dinding ban tertekan trotoar ketika parkir, apalagi dalam waktu yang cukup lama.
Fisa Rizqiano, Head of Original Equipment (OE) Bridgestone Indonesia mengatakan, apabila ban mobil dibiarkan tertekan dinding trotoar bisa menimbulkan kerugian, seperti goresan pada dinding ban.
“Kalau hanya sekadar menempel (posisi sidewall) ke dinding trotoar (ban tidak sampai terangkat naik ke trotoar) tidak mengapa. Hanya saja jika dinding trotoar kasar, maka bisa menggores dinding ban. Terlebih jika ban dalam kurang angin di mana dinding ban dalam kondisi defeksi atau melendut,” ucap Fisa, kepada Kompas.com, Minggu (11/8/2024).
resi.blog.realestate.com.au Ilustrasi parkir mobil
Sementara itu Wibowo Santosa, pemilik Permaisuri Ban menambahkan ban mobil bersifat fleksibel atau lentur, sehingga kalau dibiarkan tertekan dalam waktu lama bisa membuat struktur ban terganggu.
Bila struktur ban sudah terganggu, maka bisa menyebabkan masalah seperti benjol pada ban. Kondisi seperti ini disebabkan adanya efek tekanan pada benda padat seperti trotoar, sehingga bisa membuat benang baja yang ada pada ban menjadi terputus.
Walaupun sudah mengisi ban dengan tekanan yang tepat, udara akan masuk ke rongga dari benang baja yang putus. Alhasil timbul benjol yang terlihat dari luar.
“Kalau sudah seperti ini, ban yang benjol tidak bisa diperbaiki dan harus diganti yang baru,” kata Wibowo.