Startup Batas menjajal bisnis baru dengan menghadirkan Happy Hope, tempat bermain dan belajar dengan 13 program berbasis nilai-nilai islam dan tauhid [533] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Batas, startuppendidikan yang tergabung dalam portofolio Ahmad Zaky Foundation (AZF), berencana memperluas bisnis dengan menghadirkan Happy Hope, sebuah wadah pendidikan after school dengan 13 program unggulan berbasis nilai-nilai islam.
Batas yang awalnya hanya memberikan pembelajaran seputar Al-Quran secara privat dan kelas, memperluas program layanannya dengan menghadirkan belasan program baru lewat Batas Happy Hope.
Batas Learn & Play dan Happy Hope merupakan sekolah tempat berkumpul, bermain dan belajar bagi anak-anak berusia 3 tahun - 15 tahun. Di dalamnya terdapat banyak program yang telah disesuaikan dengan tumbuh kembang anak, dengan harapan peserta didik memperoleh manfaat yang lebih banyak lebih dari sebatas mengenal Al-Quran.
CEO dan Founder Batas Issyarah Feah mengatakan saat ini Batas telah memberikan layanan after school program di sejumlah sekolah internasional di dalam dan luar negeri. Terdapat lebih dari 300 siswa yang telah mendaftar secara private dan ratusan siswa lainnya yang mengikuti kelas Batas.
Dalam perkembangannya, Batas berusaha ingin memberikan nilai-nilai pendidikan yang lebih luas lewat dalam sebuah wadah Happy Hope.
“Pada 2024 kami berinovasi dari belajar Al-Quran sampai tuntas menjadi beyond learning Al-Quran seperti teknologi, art, science dan sport. Jadi tidak hanya selesai belajar khatam Al-Qur’an juga anak-anak mendapat koneksi yang dalam terhadap Al-Qur’an melalui program yang disuka,” kata Issyarah, Kamis (26/9/2024).
Issyarah mengatakan sekitar 85% anak-anak di Indonesia menghabiskan berlama-lama menatap layar gadget (screen time). Ini tidak hanya terjadi di Indonesia juga di luar negeri. Solusi untuk mengatasi masalah ini, salah satunya, adalah lewat program after school yang akan menjadi tempat berkumpul anak-anak dengan nilai keislaman yang baik.
Para pendiri startup Batas. Platform Batas hadir pada 2021 dan terus berkembang dengan memperluas bisnisnya ke pendidikan di luar pembelajaran Al-Quran
Kehadiran tempat after school tersebut diharapkan membuat anak-anak selain memiliki koneksi yang kuat dengan Al-Quran, juga siap untuk menyambut masa depan.
“Tidak hanya punya akademik yang baik, juga karakter moral yang bagus. Itu tujuannya,” kata Issyarah.
Chief Business Officer Batas Annisa Sofyan Kuntadi menjelaskan program-program baru ang dihadirkan Batas di sekolah after school, telah disesuaikan dengan tumbuh kembang anak.
Batas Learn & Play memiliki 13 program yang meliputi Al-Qur’an Learning Club, Syabaab Class, Tahfidz, Arabic, Speaking Academy, Coding, Robotic, Art, Islamic Science, Halal Cooking, Math dan Swimming.
“Mereka akan tahu kegiatan mana yang akan menjadi spesialis mereka, sehingga kami bergandengan dengan beberapa sekolah dan mitra untuk memberikan program-program agar mereka makin terbuka dengan skill yang ada,” kata Annisa.
Batas yang didirikan pada 2021 terus mengalami perkembangan. Awalnya, Batas hanya memiliki 1-3 tenaga pendidik. Namun saat ini Batas telah memiliki sekitar 80 tenaga pendidik yang siap mendukung berbagai program di Batas.
Pada 2022, Batas ditunjuk oleh sekolah Internasional untuk mendukung pembelajaran seputar agama. Satu tahun kemudian, pada 2023, Batas mendapat kesempatan dari Kementerian Sekretarian Negara (Kemensetneg) juga untuk mengelola pre-school sekolah yayasan Kemensetneg.
Sebelumnya, Mantan CEO Bukalapak, Achmad Zaky melalui Achmad Zaky Foundation (AZF) mengumumkan investasi di Batas untuk jumlah yang tidak disebutkan.
Investasi ini merupakan langkah strategis untuk mendukung BATAS sebagai platform pendidikan holistik yang tidak hanya menekankan pada skill akademis tetapi juga pengembangan kemampuan teknologi, seni, sains, dan olahraga dengan mengacu pada nilai-nilai Al-Quran.
Bisnis.com, JAKARTA — IBM Indonesia memperkirakan program yang diusung Presiden Terpilih dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto—Gibran Rakabuming Raka dalam mendorong perusahaan rintisan (startup) akan melahirkan StartUp baru ke depan.
Seperti diketahui, Prabowo Gibran akan mendorong pertumbuhanstartupberbasis inovasi digital untuk membuka lapangan kerja baru.
Presiden Direktur IBM Indonesia, Roy Kosasih, mendukung penuh peningkatan usaha di bidang teknologi, termasuk di ranahstartup, yang pada akhirnya akan melahirkanstartupbaru.
“Sangat baik sekali, justru kami sangat mendukung sekali. Saya sangat senang sekali, kami akan mendukung 100%—120% peningkatan usaha di bidang teknologi itu dapat kita lakukan melalui banyak lahirnyastartup-startupbaru,” kata Roy saat ditemui seusai Media Briefing bertajuk ‘IBM Impact for Adult Learners, Academia, and Women in Workforce’ di Jakarta, Senin (26/8/2024).
Roy menuturkan bahwa hadirnya startup baru berperan penting dalam mengidentifikasi dan mengatasi kekosongan teknologi yang ada. Selain itu, kemunculan startup baru juga akan mendorong percepatan pengembangan teknologi hingga terciptanya suatu kolaborasi.
“Kalau startup tersebut berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan besar lainnya, banyak perusahaan besar lainnya akan lebih mudah mengadopsi penerapan teknologi tersebut,” ujarnya.
Namun, IMB melihat pemerintah perlu meningkatkan sektor teknologi yang berkaitan di bidang logistik atau distribusi, serta teknologi pangan atau industri makanan. Hal ini seiring dengan misi pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia swasembada pangan.
Roy juga menyebut sektor teknologi di ranah kesehatan dan manufaktur yang dinilai perlu digenjot. “Karena untuk menjadi masyarakat maju, Indonesia harus mulai menjadi negara yang berproduksi,” jelasnya.
Sebelumnya, Dewan Pakar TKN Prabowo—Gibran, Drajad Hari Wibowo, mengatakan bahwa Prabowo—Gibran akan menggenjot pertumbuhan bisnis startup, seiring adanya disrupsi dari kecerdasan buatan atauArtificial Intelligence(AI).
Drajad mengatakan bahwa Prabowo—Gibran melihat AI menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia, sebagaimana tertuang di program Asta Cita Prabowo—Gibran terkait ekonomi digital.
“Salah satunya adalah kami akan mendorong pertumbuhan usaha rintisan ataustartupberbasis inovasi digital yang membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” kata Drajad dalam acara Sarasehan Nasional: Peluncuran Transformasi Policy Manifesto, Rekomendasi untuk Optimalisasi Ekonomi Digital Indonesia di Jakarta, Selasa (20/8/2024).
Sejak awal, lanjut dia, Prabowo—Gibran melihat AI bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Dia pun tak memungkiri bahwa AI bisa menggantikan lapangan kerja yang terdahulu. Namun, menurutnya itu merupakan hal yang wajar.
Menurutnya, siklus hidup manusia ketika muncul industri atau teknologi baru akan membuat pekerjaan terdahulu terganti, meski keahlian lama masih akan tetap bertahan. Salah satu keahlian yang dimaksud adalah di bidang pertanian.
“AI bisa membantu pertanian, tetapi AI tidak bisa cangkul langsung di lapangan. Tetapi kalau robot di lapngan itu harganya mahal banget. Jadi ada keahlian lama yang akan bertahan, jadi kita harus tetap embrace,” ujarnya.
Namun, Drajad menyampaikan bahwa AI juga harus dibarengi dengan cara membangun industri berbasis digital yang berorientasi global dan memberikan insentif modal kepada para pelaku, termasuk memberikan jaminan dan kepastian hukum atas inovasi-inovasi yang dihasilkan.