BMW Group Indonesia telah meluncurkan BMW M4 CS di Tanah Air, Selasa (29/10). Meski baru dikenalkan, mobil spek balap tersebut sudah habis dipesan konsumen!
BMW M4 CS berstatus sebagai kendaraan edisi terbatas atau limited edition. Kuota mobil tersebut tak sampai 10 unit di Indonesia. Sementara harga perkiraannya Rp 3,3 miliar dengan status on the road Jakarta.
"Kuotanya tidak sampai 10 unit. Ketika (pemesanan) baru dibuka, sudah sold out, karena ini momennya sangat spesial," ujar Bayu Riyanto selaku Direktur Pemasaran BMW Group Indonesia di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (29/10).
BMW M4 CS. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikOto
Bayu menegaskan, pihaknya tak bisa menambah kuota unit untuk konsumen Indonesia yang 'terlambat' melakukan pemesanan. Sebab, sekali lagi, jatahnya memang sangat terbatas.
"Karena ini adalah special edition, tidak bisa dipesan lagi setelah kuota habis. Jika di kemudian hari ada (model) yang lain, mungkin bisa. Tapi ini jelas, kuotanya tak sampai 10 unit," kata dia.
Sebagai catatan, BMW M4 CS meluncur bersamaan dengan BMW M2 Coupe Special Edition. Kendaraan tersebut dihadirkan khusus untuk penggunaan di lintasan balap. Itulah mengapa, spesifikasinya tak main-main!
BMW M4 CS. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikOto
Pabrikan membekalinya dengan mesin M TwinPower Turbo bersilinder enam dengan muntahan tenaga 550 PS atau 20 PS lebih tinggi dari varian Competition xDrive. Pembekalan tersebut membuat kendaraan mampu menghasilkan top speed 302 km/jam dan akselerasi nol ke 100 km/jam dalam 3,4 detik!
Mobil tersebut dibangun menggunakan material CFRP yang ringan dan kuat. Ada sentuhan karbon di beberapa bagian, baik di area dalam maupun luar kendaraan.
BMW M4 CS tersedia dalam empat varian warna, yakni hijau, biru, putih dan hitam. Namun, tak disebutkan secara pasti, warna apa yang stoknya paling banyak di Indonesia.
BMW Group Indonesia resmi meluncurkan dua mobil edisi terbatas di Tanah Air, yakni BMW M4 CS dan BMW M2 Coupe Special Edition. Menariknya, kuota keduanya tak sampai 10 unit!
Peter 'Sunny' Medalla selaku Presiden Direktur BMW Group Indonesia mengatakan, Indonesia telah menjadi 'rumah' untuk model motorsport BMW. Bahkan, tahun lalu, penetrasi penjualan M-series di Tanah Air menjadi yang tertinggi secara global.
"Ada hal yang membuktikan betapa potensialnya pasar mobil di Indonesia. Tahun lalu, Indonesia mencatatkan ratio penetrasi M tertinggi secara global. Angkanya 1 banding 10 untuk total penjualan BMW," ujar Sunny saat peluncuran produk di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (29/10).
BMW M4 CS di Indonesia. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikOto
BMW M4 CS merupakan kendaraan yang didesain khusus untuk lintasan balap. Kendaraan dengan konfigurasi empat penumpang tersebut hanya tersedia tak sampai 10 unit di Indonesia. Seluruhnya sudah dipesan konsumen melalui skema booking.
BMW M4 CS memang dirancang secara khusus dan sangat hati-hati. Bahkan, production period-nya hanya dibatasi untuk 12 bulan saja sejak Juli 2024 di Dingolfing, Jerman. CS atau competition sport merupakan kasta tertinggi dari keluarga M4.
Mobil sport tersebut menggunakan mesin M Twin Turbo yang mampu menghasilkan tenaga 550 PS atau 20 PS lebih besar dibandingkan M4 Competition M xDrive yang belum lama ini meluncur di Indonesia. Pembekalan tersebut membuat mobil mampu melesat dari nol ke 100 km/jam dalam waktu 3,4 detik.
Beralih ke mobil berikutnya, ada BMW M2 Coupe Special Edition. Kendaraan tersebut sebenarnya sama seperti model regular. Hanya saja, pabrikan memberikan warna khusus dengan tambahan ornamen spesial yang membuatnya lebih sporty.
Mobil baru BMW M2 Coupe SE di Indonesia. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikOto
BMW M2 Coupe Special Edition hanya tersedia dua unit di Indonesia. Pabrikan memberikan sentuhan khusus di BMW M2 Coupe Special Edition dengan penggunaan material karbon di bagian bumper, spion cover panel di area roda.
Mesin yang digunakan masih sama seperti versi regular, yakni M Twin Turbo enam silinder dengan muntahan tenaga 460 PS dengan transmisi M Steptronic 6-percepatan. Pembekalan tersebut membuat mobil mampu melesat dari nol ke 100 km/jam dalam 4,1 detik.
BMW M4 CS dibanderol Rp 2,99 miliar dan BMW M2 Coupe Special Edition Rp 1,76 miliar dengan status off the road. Namun, untuk M2 Coupe Special Edition, konsumen harus menambah Rp 500 jutaan untuk performance parts.
Penjualan mobil listrik di Eropa khususnya di Jerman tengah mengalami penurunan, bahkan diprediksi mobil listrik mulai hilang pamor di benua biru tersebut. [408] url asal
Penjualan mobil listrik di Eropa khususnya di Jerman tengah mengalami penurunan, bahkan diprediksi mobil listrik mulai hilang pamor di benua biru tersebut.
Terlebih produsen mobil asal China juga tengah serius memasuki pasar Eropa dengan menawarkan harga terbaik, yang bisa mengganggu jalan brand otomotif lainnya. Lalu bagaimana BMW menghadapinya ya?
Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania, memberikan pendapatnya dan memastikan BMW telah memiliki rencana jangka panjang untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan konsumen mereka. Tidak lupa, strategi yang tepat menjadi jawaban untuk bisa bertahan dalam menghadapi tantangan.
"Kami akan bilang bahwa BMW telah berusia 108 tahun, dan kita sudah melewati banyak sekali krisis, kompetisi, bisa kita katakan kompetisi tidak selalu negatif. Jadi dengan adanya kompetisi ini juga mendorong BMW untuk menghasilkan produk yang lebih kreatif lagi. Dan melahirkan apa sih yang membedakan brand BMW dan brand otomotif lainnya,"Jodie menambahkan.
Jodie menambahkan jika bicara soal brand, lanjut Jodie. Hal itu tidak hanya bicara soal produk, melainkan berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh brand tersebut.
BMW i7 Foto: M Luthfi Andika
"Saat kita bicara kalau brand, itu bukan hanya produknya, tapi itu benar-benar apa yang dirasakan pelanggannya. Bahkan saat masuk ke dalam mobil BMW ada wanginya tersendiri itu sebuah brand. Jadi brand itu tidak bisa digantikan begitu saja, saat ada brand lainnya. Brand itu sudah menemai pelanggannya sudah lama. Selain itu kita sudah memiliki planning jangka panjang," kata Jodie.
Lalu apakah prinsipal BMW akan menambah kuota penjualan mobil listrik di Indonesia?
"Tidak semerta-merta seperti itu, suplai untuk Indonesia masih aman (tidak akan kebanjiran produk di Indonesia)," tutup Jodie.
Produsen mobil asal China terus mengejar ketinggalan dalam persaingan otomotif Indonesia. Berbagai model dengan segudang fitur yang ditawarkan menjadi senjata utama produsen mobil tersebut untuk menggoda pecinta otomotif di tanah air.
Produsen mobil mewah asal Jerman BMW pun menjawab tantantangan tersebut. Seperti yang disampaikan Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania.
"Tantangan untuk memasarkan EV Premium seperti apa, dan banyak kompetitor dari China? Sebenarnya kalau tantangannya sekarang lebih ke arah, bagaimana kami mengkomunikasikannya, apa sih yang konsumen dapatkan saat menggunakan kendaraan listrik BMW," ucap Jodie.
"Konsumen banyak yang belum mencoba, dan masih ada rasa kekhawatiran kalau baterai habis ini charger di mana ya? Jadi lebih ke arah berkomunikasi, meskipun edukasi kendaraan listrik cukup lama, tapi tetap masih ada dan masih banyak sekali yang meragukan. Bagaimana saat keluar kota, bagaimana saat hujan, baterainya setelah 8 tahun harus diapakan?" Jodie menambahkan.
Jodie mengatakan konsumen tidak perlu khawatir saat memilih kendaraan listrik BMW, karena berbagai kelebihan, kenyamana dan keamanan akan didapatkan konsumen BMW.
"Ini yang kita komunikaikan bahwa baterai mobil listrik BMW ada garansi selama 8 tahun, dan jika ada kerusakan maka akan kita ganti per part baterai itu sendiri. Jadi tantangganya lebih ke arah itu. Dan yang bisa kita sampaikan lagi, kita ada disemua segmen mulai dari X1, IX1, i5, i7, iX yang memang khusus dibuat untuk menjadi kendaraan listrik yang ikonik, lalu ada i7, jadi kita ada di semua segmen," ujar Jodie.
The New BMW i5 Touring Electric Meluncur di Indonesia Foto: Grandyos Zafna
Sebelumnya Jodie O'tania, mengatakan, kompetisi di segmen premium bakal terus ada. Tapi dengan pengalaman BMW yang sudah berumur lebih dari 100 tahun, kompetisi tersebut tentunya bakal direspons secara positif.
"Sebenarnya kalau kita bicara mengenai persaingan ya. Persaingan itu akan selalu ada, brand BMW itu sudah ada hampir lebih dari 108 tahun. Jadi kalau kita bicara mengenai kompetisi, itu akan selalu ada. Bahkan itu akan membuat kita lebih kreatif, kita akan lebih tingkatkan lagi mulai dari teknologinya, program-program untuk para pelanggan," terang Jodie di Tangerang belum lama ini.
Jodie juga menekankan, sebagai sebuah brand premium, BMW sudah sangat mapan. Tak hanya dari sisi produk dan teknologinya, BMW juga memiliki dukungan layanan purna jual yang mumpuni, sehingga akan membuat konsumen nyaman, bebas rasa khawatir.
"Tapi yang paling penting adalah, kita jangan bicara mengenai pendatang baru. Tapi yang perlu dipikirkan adalah, brand-nya seperti apa. Dan BMW adalah sebuah brand mobil premium yang terpercaya dan juga memiliki semua kelebihan. Dari mulai teknologinya, sensasi berkendara pelanggan, dan yang paling penting lagi adalah customer support. Bagaimana pelanggan, setelah proses jual beli kendaraan selesai. Kita memiliki (layanan) Relax We Care, jadi pelanggan nggak perlu pusing kalau mobilnya kenapa-kenapa. Suku cadang ada, dealer sudah tersebar dari Jakarta dan seluruh kota besar di Indonesia. Jadi yang perlu dilihat adalah sebuah kualitas brand," tambah Jodie.
BMW Group menjadi produsen mobil mewah yang terlaris pada 2023, dengan mampu terjual hingga 5.063 unit di Indonesia. Trend positif tersebut masih dirasakan BMW Group hingga Agustus 2024.
Seperti yang disampaikan Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania, BMW Group bersyukur dipercaya oleh konsumen premium di Indonesia.
"Sampai Agustus 2024 hampir 2.500 unit, agak turun dikit? Kalau secara keseluruhan sih kita tidak turun, karena hanya 1 persen sekian. Hal ini lebih mengarah belum kirimkan saja unitnya ke pelanggan, atau jumlahnya tidak ada perbedaan signifikan, jadi bisa kita katakan jumlahnya sama (periode Agustus 2023 dengan Agustus 2024). Jadi memang secara penjualan tidak ada penurunan dibandingkan tahun lalu," ucap wanita yang kerap disapa Jodie.
"Market share BMW sampai Agustus? Untuk mobil listrik sekitar 59 persen, dan untuk BMW sekitar 38 persen, itu hanya BMW saja. Ditambah penjualan MINI, mungkin cukup signifikan. Karena penjualannya naik," Jodie menambahkan.
Jodie juga menyampaikan, gunjang-ganjing perekonomian Indonesia saat ini tidak berpengaruh untuk masyarakat kelas atas atau segmen premium. Meski saat ini banyak konsumen premium masih wait and see untuk memutuskan pembelian kendaraan premium.
The New BMW i5 Touring Electric Meluncur di Indonesia Foto: Grandyos Zafna
"Apakah konsumen premium terdampak situasi ekonomi sekarang? Ditambah dengan dinamika Pilkada? Kalau kita belum melihat itu, dan bahkan kalau kita lihat dari segi segmen otomotif, kita masih nomor satu baik dari keseluruhan kendaraan premium atau kendaraan listrik premium. Dilihat dari penjualnnya hampir sama (tahun 2024 dengan 2023), perbedaaannya sangat sedikit sekali. Dan bisa kita lihat tahun lalu moment nya. mungkin kalau saat ini, mungkin karena penjualan kemarin di GIIAS masih dalam bentuk SPK belum dikirimkan ke konsumen jadi masih banyak menunggu," kata Jodie.
"Tahun ini mungkin ke arah Wait and See, karena sebenarnya kita bicara bukan hanya pelanggan BMW saja, tapi pelaku bisnis secara keseluruhan mereka akan Wait and See, apakah kondusif? Apakah ke depannya baik? Jadi ke arah Wait and See, jadi ini tidak berdampak pada brand premium," tutup Jodie.
BMW akhirnya memperlengkap lineup mobil listrik mereka di Indonesia, dengan memperkenalkan BMW i5 Touring listrik dengan harga Rp 2,2 miliar di luar pajak. [931] url asal
BMW akhirnya melengkapi lineup mobil listrik mereka di Indonesia dengan memperkenalkan BMW i5 Touring. Mobil ini dijual dengan harga Rp 2,2 miliar di luar pajak.
"Ada tiga aspek utama keunggulan mobil ini. Pertama, Advance Electric Innovation, dengan pengalaman lebih dari 50 tahun dengan model seri 5, tercatat sudah terjual hingga 1,2 juta unit di dunia hingga saat ini. Legacy tersebut terus dijaga dan ditingkatkan termasuk untuk model i5 Touring ini," ujar Managing Director BMW Group Asia, Lars Nielsen.
"Kedua, mobil ini memiliki performa yang mengagumkan sebagai mobil tanpa emisi, mampu mengeluarkan 340 hp dan torsi maksimum 430 Nm. 0-100 km/jam hanya mencapai 6,1 detik. Dan saat baterai terisi penuh akan memiliki jarak tempuh hingga 560 km, eco-friendly driving. Ketiga, mobil lebih dari sekadar kendaraan tetapi juga seamless ownership. Connected baik pada infotainment hingga hampir seluruh fungsi kendaraan guna menunjang penggunaan harian," Lars Nielsen menambahkan.
Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania menambahkan saat ini BMW i5 Touring listrik sudah sudah bisa dipesan.
"Harga sudah kami umumkan Rp 2,2 miliar off the road, dan pada tahun ini hanya akan ada 25 unit saja. Jika ada yang memesan melebihi dari kuota saat ini bisa saja, tapi harus menunggu lebih lama," ujar Jodie O'Tania.
Sebagai catatan, mobil listrik yang ikonik asal Jerman ini pertama kali meluncur secara global pada Rabu (7/2/24) lalu. Lewat keterangan resminya, BMW menyebutkan bahwa i5 Touring ini merupakan mobil listrik pertama mereka yang berbentuk station wagon.
BMW Indonesia meluncurkan The New BMW i5 Electric Touring terbarunya. Sedan bisnis paling laris di dunia kini hadir dalam varian Touring yang serbaguna dan full-listrik. Foto: Grandyos Zafna
"BMW Seri 5 Touring generasi keenam lebih progresif dari sebelumnya. Menampilkan berbagai inovasi digital, sistem perintis untuk mengemudi dan parkir otomatis, peningkatan keberlanjutan di seluruh siklus hidup produk dan, untuk pertama kalinya di seluruh dunia, mobil listrik murni serba listrik dengan bentuk BMW i5 Touring," tulis BMW di laman PressClub Global, dalam pemberitaan detikOto sebelumnya.
Hadir dengan wujud khas BMW Seri 5 dengan kode bodi G60, Seri 5 Touring ini mengusung dimensi yang lebih besar ketimbang versi sedannya. Bahkan ketimbang Seri 5 Touring generasi sebelumnya, generasi terbarunya ini pun lebih besar.
BMW mengklaim, Seri 5 Touring ini panjangnya tembus 5.060 mm, lebar 1.900 mm, dan tinggi 1.515 mm. Sedangkan jarak sumbu rodanya juga bertambah jenjang sekitar 20 mm, menjadi 2.995 mm.
Di Jerman BMW i5 Touring, hadir dalam dua varian, yakni BMW i5 M60 xDrive Touring dan BMW i5 eDrive40 Touring.
Hadir dengan embel-embel 'M60' membuat i5 M60 xDrive Touring diplot lebih digdaya. BMW memasangkan motor listrik ganda ke mobil ini. Diklaim, dengan sistem M Launch Control atau M Sport Boost activated, tenaga dari penggerak semua rodanya ini tembus 601 HP dan torsi maksimal hingga 820 Nm.
BMW Indonesia meluncurkan The New BMW i5 Electric Touring terbarunya. Sedan bisnis paling laris di dunia kini hadir dalam varian Touring yang serbaguna dan full-listrik. Foto: Grandyos Zafna
BMW i5 M60 xDrive Touring ini diklaim pula dapat melesat dari 0-100 km/jam dalam hitungan 3,9 detik dan kecepatan maksimalnya dilimit hingga 230 km/jam.
Sementara BMW i5 eDrive40 Touring hadir dengan spesifikasi yang lebih 'ramah' untuk digunakan sehari-hari. Motor listriknya diklaim bertenaga 340 HP dan torsi maksimal hingga 430 Nm dengan Sport Boost atau fitur Launch Control-nya.
BMW mencatat, i5 eDrive40 Touring ini dapat melesat dari 0-100 km/jam dalam 6,1 detik. Mobil ini diplot lebih efisien ketimbang versi M60-nya. BMW mengklaim efisiensi energinya bisa tembus 6 km/kWh.
Bicara soal efisiensi dan sumber energinya, BMW memasangkan baterai berkapasitas 81,2 kWh ke seluruh varian i5 Touring ini.
BMW Indonesia meluncurkan The New BMW i5 Electric Touring terbarunya. Sedan bisnis paling laris di dunia kini hadir dalam varian Touring yang serbaguna dan full-listrik. Foto: Grandyos Zafna
Diklaim dalam pengetesan WLTP, BMW i5 M60 xDrive Touring dapat menempuh jarak 445-506 km dalam satu kali pengisian penuh. Sedangkan i5 eDrive 40 Touring diklaim bisa menempuh jarak 483-560 km.
BMW i5 Touring ini dapat dicas dengan mekanisme pengecasan AC charging dengan rate 11 kW hingga 22 kW sebagai opsi. Sementara sistem cas cepatnya, DC, bisa digunakan dengan rate maksimal hingga 205 kW.
Seri 5 Touring generasi terbaru ini hadir dengan BMW Curved Display 12,3 inci di kokpitnya. Selain itu, keuntungan lain dari mobil berjenis station wagon seperti ini adalah dari ruang bagasinya yang lega. Diklaim tembus 570 liter hingga 1.700 liter jika diekspansi.
BMW Indonesia meluncurkan The New BMW i5 Electric Touring terbarunya. Sedan bisnis paling laris di dunia kini hadir dalam varian Touring yang serbaguna dan full-listrik. Foto: Grandyos Zafna