JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan membangun cable car (kereta gantung) sebagai salah satu upaya mengatasi kemacetan di jalur Puncak Bogor, Jawa Barat.
"Sudah (ada investor) dan sudah presentasi investornya, investornya (dari) Indonesia, nanti mungkin bekerja sama dengan pihak lain," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno saat ditemui di gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2024).
Menparekraf melanjutkan, pada tahap pertama, Pemerintah akan bekerja sama dangan Agrowisata Gunung Mas. Nantinya pihak Agrowisata Gunung Mas akan menghubungkan rute sejauh tiga kilometer ke titik yang menjadi favorit wisatawan.
Sementara itu, untuk tahap kedua, rute tersebut akan diperpanjang ke wilayah Tapos dan Cianjur.
"Sudah kami berikan persetujuan, dan sekarang dalam teknis untuk mendapatkan perizinan di level pemerintah daerah," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Destinasi 1 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Sri Utari Widyastuti mengatakan, rancangan pembangunan kereta gantung bersama para stakeholders (pemangku kepentingan) ini akan dilaksanaan pekan depan.
"Cable car untuk di daerah Puncak Bogor ini kami sedang jajaki juga, dan Insyaallah minggu depan ini kami akan berkoordinasi dengan para mitra terkait dan juga para stakeholders," kata Utari, Selasa.
Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ilustrasi lalu lintas di Jalan Raya Puncak, Jawa Barat.Sebagai informasi, kemacaten parah terjadi di sepanjang jalur Puncak Bogor, Jawa Barat pada Minggu (15/9/2024).
Dilaporkan oleh Kompas.com, (16/9/2024), diketahui volume kendaraan di Puncak meningkat selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW mulai Sabtu (14/9/2024) hingga Senin (16/9/2024).
Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian menyebut, rata-rata kendaraan yang melintas di Jalur Puncak mencapai 2.800 unit pada pukul 06.00 WIB-07.00 WIB.
Sementara itu, ambang batas jalur Puncak dalam waktu satu jam sejatinya dilintasi oleh 2.000 atau 1.500 kendaraan, baik roda dua, roda empat, dan roda enam.
Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem ganjil-genap dan satu arah (one way) untuk menekan kemacetan.
Satlantas Polres Bogor menerapkan sistem ganijl-genap sejak pukul 06.00 WIB di beberapa titik, seperti pintu masuk Exit GT Tol Ciawi Km 46+500 Simpang Gadog, dan Jalan Ciawi.
Setelah itu, pada pukul 07.30 WIB, petugas menerapkan skema one way di sepanjang jalur Puncak secara situasional.
Namun sayangnya, tingginya animo masyarakat berlibur di Puncak menyebabkan rekayasa tersebut tidak efektif.