JAKARTA, investor.id - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Habib Luthfi bin Yahya mengajak masyarakat Indonesia menumbuhkan kembali nasionalisme dan patriotisme terhadap bangsa dan negara, sehingga tidak mudah dipecah belah oleh oknum tertentu. Dia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokosi untuk membenci pemeintah dan tokoh-tokoh bangsa.
Menurut Habib Luthfi, Indonesia saat ini harus fokus mengejar berbagai ketinggalan dari segi ekonomi, pertanian, teknologi perkembangan hubungan luar negeri dan lain sebagainya, alih-alih hanya meributkan hal-hal kebencian.
"Indonesia itu milik kita. Jangan sampai kita memberikan kesempatan oknum yang sengaja akan memecah belah umat mengurangi kepercayaan masyarakat kepada TNI/Polri, pemerintah, tokoh agama. Sudah bukan waktunya, mari kita berbicara Indonesia, Indonesia untuk ke depan adalah di pundak kita semuanya. Bekal generasi mendatang tergantung kita semuanya," ujarnya saat meluncurkan buku berjudul “Cahaya Merah Putih” dalam acara Pra Rakernas ke-1 Ndaru, pada Kamis (8/8/2024). Buku ini diluncurkan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-79.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, La Nyalla Mattaliti yang turut hadir dalam peluncuran buku ini menceritakan, Habib Luthfi merupakan sosok pemuka agama panutannya. Habib Luthfi tak hanya menjunjung tinggi nilai agama dalam kehidupannya, juga nilai nasionalisme dan patriotisme.
"Sudah jelas prinsip nasionalisme dan patriotisme beliau tidak perlu diragukan lagi. Beliau menulis buku Cahaya Merah Putih, sebuah pendalaman hakikat jati diri dan karakter bangsa Indonesia, bangsa yang besar, bangsa yang lahir dari sejarah panjang kerajaan dan kesultanan Nusantara, bangsa yang memiliki nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial," kata La Nyalla membuka acara peluncuran buku tersebut, di Jakarta, Kamis (8/8/2024).
Menurut Habib Luthfi, melalui buku yang baru ia luncurkan ini, dirinya ingin membangkitkan dan mengajarkan kembali nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme kepada generasi pemuda penerus bangsa. Dia menilai, saat ini nilai-nilai tersebut sudah mulai tergerus dan dikhawatirkan akan menjadi lawan bagi bangsa Indonesia sendiri.
"Indonesia sangat luas, agraris, maritim, semua itu tidak terlepas dari pemberian dan amanah yang maha kuasa diberikan kepada bangsa Indonesia. Kita sebagai regenerasi penerus ditantang, mampu atau tidak, melahirkan rasa terima kasih, bukan ucapan terima kasih saja, tapi buah dari terima kasih ini apa? terima kasih kepada para pendiri bangsa ini yang telah meneteskan keringat, meneteskan darahnya ke bumi pertiwi," kata Pimpinan Ndaru, organisasi relawan eks pendukung Prabowo-Gibran saat Pilpres 2024 tersebut.
Habib Luthfi pun mengapresiasi upaya pemerintah dalam mencanangkan ketahanan pangan. Sebab hal ini penting untuk menghadapi tantangan ke depan.
“Semoga presiden terpilih InsyaAllah ke depan akan mampu menjawab tantangan bangsa menuju Indonesia maju, Indonesia emas," pungkasnya.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News