JAKARTA, investor.id - Perusahaan makanan dan minuman (F&B) asal China, Funso, hadir di Indonesia. Untuk awal, Funso menargetkan membuka 50 lebih toko pada 2024.
Berdiri sejak 2008, Funso hadir membawa inovasi ke pasar F&B Indonesia dengan memperkenalkan menu makanan berbasis ubi dan minuman menyegarkan. Funso Indonesia hadir berkat kerja sama antara brand Happy Sweet Potato dan investor Indonesia.
“Funso melihat adanya kebutuhan masyarakat terhadap kreativitas baru di industri F&B di Indonesia. Oleh karena itu Funso hadir membawakan produk-produk berbasis ubi yang dikemas dalam bentuk resep modern Ubi Brulee with Ice Cream & topping Boba dari ubi, Crispy Wrap berbahan dasar ubi, dan sosis dengan isian ubi cube,” kata Direktur Funso Indonesia, Irene Wijaya.
Funso dalam bahasa Mandarin memiliki arti ubi. Selain makanan, Funso juga menawarkan minuman trendy dan menyegarkan seperti seperti Signature Kimkit Lemonade dan Pistachio Smoothies.
Sebagai informasi, makanan berbasis ubi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, baik dari segi kandungan gizi maupun manfaat kesehatannya. Ubi, sebagai salah satu sumber karbohidrat utama, kaya serat, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan nutrisi tubuh. Antioksidan alami ubi membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan jantung.
Ketersediaan ubi yang melimpah di Indonesia juga membuat ubi menjadi alternatif pangan yang ekonomis dan mudah diakses bagi masyarakat di berbagai daerah. Dengan mengonsumsi ubi secara teratur, masyarakat Indonesia tidak hanya mendapatkan manfaat gizi yang baik, tetapi juga mendukung keberlanjutan pangan lokal.
Berbagai manfaat yang dimiliki ubi digabungkan dengan adanya permintaan terhadap inovasi resep dan makanan trendy ini yang kemudian Funso coba hadirkan melalui berbagai menu kami. Produk ini memiliki target pasar yang mencakup semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.
Untuk perdana, Funso hadir di Ruko Soho Ebony, PIK, Jakarta Utara. Selanjutnya, Funso menawarkan program kemitraan eksklusif kepada masyarakat yang ingin membuka toko Funso. Kemitraan berbentuk Lite Store dan Regular Store.
Lite Store dengan konsep Grab and Go menawarkan minuman dan makanan berupa sosis dengan isian ubi cubes. Sedangkan Regular Store menjual makanan dan minuman seperti ubi brulee, crispy wrap, dan ubi fries. Kemitraan konsep Regular Store menawarkan layanan yang lebih lengkap, dan cocok dinikmati masyarakat dengan teman dan keluarga.
“Sepanjang 2024 ini, kami menargetkan membuka 50 lebih toko di Indonesia,” kata Irene.
Irene optimistis Funso diterima kasar Indonesia. Ini melihat produk makanan ready to eat semakin populer di kalangan masyarakat perkotaan yang sibuk. Berdasarkan data Euromonitor memperkirakan pertumbuhan tahunan sector F&B sebesar 6.2% dalam 5 tahun kedepan, mencerminkan potensi pasar yang besar.
Masyarakat Indonesia kini semakin terbuka terhadap pengalaman kuliner baru yang menggabungkan cita rasa unik dan konsep kreatif. Survei dari Nielsen mencatat bahwa 74% konsumen Indonesia bersedia membayar lebih untuk produk F&B yang menawarkan inovasi dan kualitas yang lebih baik.
"Tren ini memberikan peluang besar bagi Funso untuk memenuhi keinginan konsumen yang semakin mengutamakan kreativitas dan pengalaman unik dalam pilihan kuliner mereka," tandas Irene.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News