IDXChannel - Pemerintah meningkatkan dana untuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replanting dari Rp30 juta menjadi Rp60 juta per kebun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan ini diambil guna merangsang peningkatan produktivitas sawit Indonesia. Peningkatan dana tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pekebun sawit mencapai 24 ton per tandan per hektare.
"Realisasi dana PSR telah mencapai Rp9,6 triliun untuk 154.886 pekebun atau 344.792 hektare. Ini sampai Juni 2024," kata Airlangga dalam acara Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan dan Energi Baru Terbarukan (LIKE) 2, Jumat (9/8).
"Dan dana yang diterima pekebun akan ditingkatkan dari Rp30 juta menjadi Rp60 juta. Oleh karena itu, kami berharap dengan peningkatan ini, produktivitas akan meningkat menjadi 24 ton per tandan buah segar (TBS) per hektare,” dia menambahkan.
Lebih lanjut kata Airlangga, pekebun sawit rakyat di lahan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dapat segera mengajukan dana PSR yang bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melalui mekanisme yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 3 Tahun 2022.
Sedangkan untuk sawit rakyat di lahan hutsos atau hutan sosial, tetap dapat diberikan dana PSR, namun menunggu penyempurnaan regulasi.
"Penerima TORA dan SK Hijau tentu perlu didampingi dari aspek bisnis dan berbagai kolaborasi oleh para stakeholder, antara lain Kementerian LHK, Kementerian Desa, BUMN, PUPR, Parawisata, Perhutani, Pemda, dan tentunya dari sektor perbankan dan dari para pengusaha di bidang sawit," ujar Airlangga.
"Ke depan tentunya bisnis masyarakat dan kapasitas dapat ditingkatkan dengan integrasi berbasis desa dan skala regional yang lebih besar,” katanya.
Bisnis.com, PALEMBANG — Realisasi penyaluran dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) hingga periode Juni 2024 telah mencapai Rp1,96 triliun dengan luasan area 70.178 hektare.
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Perekonomian, Dida Gardera menerangkan daerah penerima dana PSR terbesar di Sumsel yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang mencapai Rp1 triliun dengan jumlah pekebun 14.000 dan luas area 36.000.
"Secara nasional, penyaluran dana PSR hingga saat ini senilai Rp9,6 triliun untuk 155.000 pekebun dengan luasan lahan 345.000 hektare," ujarnya saat kegiatan penyaluran dana PSR di Provinsi Sumsel, Sabtu (20/7/2024).
Sementara itu, dalam kegiatan ini, pihaknya melakukan penyaluran dana PSR senilai Rp11,2 miliar untuk 184 pekebun yang tersebar di lima koperasi dengan luasan mencapai 373 hektare.
Dida memerinci, KUD penerima dana PSR terdiri dari KUD Desa Agung Jaya, Musi Rawas senilai Rp3,6 miliar untuk luas lahan 150 hektare dengan jumlah 69 pekebun.
KUB Kutilang, Muara Enim senilai Rp2,6 miliar untuk luasan lahan 87 hektare dengan jumlah pekebun 44 orang, lalu Koperasi Bina Sejahtera, Muara Enim senilai Rp2,2 miliar untuk luasan lahan 74 hektare dan jumlah pekebun 31 orang.
Kemudian KUB Berkat Yasin Sejahtera, Musi Banyuasin senilai Rp1,5 miliar untuk luasan lahan 51 hektare dengan jumlah pekebun 20 orang, dan KUD Bina Sejahtera Ogan Komering Ilir senilai Rp1,2 miliar untuk luasan lahan 40 hektare dengan jumlah pekebun 20 orang.
"Untuk lembaga keuangan yang menyalurkan dana PSR ini diantaranya Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan BPD Bank Sumsel Babel," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menambahkan penyaluran dana PSR di Sumsel menjadi salah satu yang terbesar di Pulau Sumatra. Dia menyebutkan untuk anggaran replanting sawit saat ini sekitar Rp30 juta per hektare, dan rencananya akan segera ditingkatkan menjadi Rp60 juta per hektare.
"Jumlah yang diberikan untuk PSR di Sumsel itu hampir Rp2 triliun dengan jumlah pekebun 28.686 dengan luasan mendekati 70.000 hektare," tutupnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan usai penyerahan dana KUR dan PSR di Sumsel, Sabtu (20/7/2024). - Bisnis/Husnul Iga Puspita