JAKARTA, KOMPAS.com - Massa demo Hari Tani Nasional (HTN) yang semula berunjuk rasa di sekitar Patung Arjuna Wijaya, Gambir, Jakarta Pusat, bertolak menuju Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, untuk melanjutkan aksi, Selasa (24/9/2024).
Berdasarkan pantauan Kompas.com, sekitar pukul 11.15 WIB, sebagian massa aksi yang terdiri dari petani dan buruh ini naik traktor menuju gedung DPR.
Sementara, peserta aksi yang lain berjalan kaki menuju area parkir IRTI Monas dan menunggangi kendaraan mereka untuk pindah lokasi aksi.
Demo Hari Tani ini diikuti oleh lebih dari 2.000 peserta.
“Massa aksi hari ini kita sekitar 2.000 massa yang ada di sini. Dan, kita akan bergabung dengan massa lainnya petani juga buruh yang ada di DPR,” ujar Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih saat ditemui di depan Patung Arjuna Wijaya, Gambir.
Henry mengatakan, demo Hari Tani kali ini menuntut pemerintah segera melakukan reformasi agraria.
“(Perlu ada reformasi agraria karena) Pemerintahan Joko Widodo bukan meningkatkan produksi beras tapi malah 10 tahun membuat produksi beras menurun,” lanjut Henry.
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah spanduk yang di antaranya bertuliskan, "Hentikan kriminalisasi dan diskriminasi hukum pada petani”, “Laksanakan reforma agraria berbasis konstitusi”, dan “Tolak Bank Tanah dan IMF World Bank, Kapitalis Neoliberal”.
Massa juga menyerukan agar pemerintah mencabut UU Cipta Kerja yang dianggap melanggar konstitusi.
Adapun untuk mengamankan jalannya aksi, pihak kepolisian mengerahkan 4.294 personel yang berjaga di dua lokasi, yaitu Patung Arjuna Wijaya dan Gedung DPR RI.