WASHINGTON, investor.id - Ketua The Fed Jerome Powell menyebut bank sentral Amerika Serikat (AS) akan membuat keputusan suku bunga ‘Ketika dan saat’ diperlukan. Hal itu menepis anggapan bahwa pemangkasan suku bunga pada September terkait sebagai tindakan politik menjelang pemilihan presiden di musim gugur.
"Tujuan kami adalah membuat keputusan ketika dan saat diperlukan, berdasarkan data-data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko, dan tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain, termasuk faktor politik," kata Powell dalam sidang di hadapan Komite Layanan Keuangan DPR, Rabu (10/7/2024).
"Kami memiliki sejarah panjang dalam melakukan itu, termasuk selama tahun pemilu. Apapun yang kami lakukan akan sangat beralasan. Tidaklah tepat bagi kami untuk memikirkan siklus pemilu sama sekali, dengan cara apapun,” ucapnya.
Powell menanggapi pertanyaan selama sidang komite dari Perwakilan AS Mike Lawler, seorang Republikan dari New York, tentang apakah pemangkasan suku bunga September, yang saat ini diperkirakan oleh investor sekitar 70% kemungkinannya, dapat dianggap sebagai upaya untuk mengubah situasi menjelang pemilu 5 November.
Kondisi ekonomi, dan khususnya lonjakan biaya perumahan, makanan, dan biaya lainnya dalam beberapa tahun terakhir, telah menjadi isu yang kuat bagi Partai Republik mengingat sentimen publik yang tetap negatif karena tingginya harga barang. Bahkan, di saat inflasi telah melambat.
Pemangkasan suku bunga yang awalnya diharapkan awal tahun ini ditunda setelah inflasi terbukti lebih sulit diatasi dari yang diharapkan, dengan perdebatan kebijakan moneter The Fed sekarang sejalan dengan kampanye pada musim gugur.
Powell, selama dua hari komentarnya di hadapan komite Senat dan DPR, mengindikasikan bahwa The Fed semakin mendekati keputusan pemangkasan suku bunga, sambal menegaskan bahwa dia belum siap untuk menyatakan bahwa inflasi telah teratasi.
Powell dan pejabat Fed lainnya mengatakan mereka tidak akan memangkas suku bunga hingga mereka memperoleh keyakinan yang lebih besar bahwa inflasi kembali ke target bank sentral sebesar 2% setelah lonjakan tajam selama pandemi.
"Saya memiliki keyakinan akan hal itu. Tetapi saya belum siap untuk mengatakannya. Namun, data terkini menggembirakan,” kata Powell kepada para anggota parlemen, dan ia menekankan bahwa risiko terhadap pasar kerja sekarang hampir setara dengan risiko inflasi tinggi.
"Ada jalan untuk kembali ke stabilitas harga penuh sambil menjaga tingkat pengangguran tetap rendah. Kami sedang melakukannya. Kami sangat fokus untuk tetap berada di jalur itu,” tegas Powell.
Target Inflasi
Dari pertumbuhan yang terus berlanjut hingga tingkat pengangguran 4,1% dan inflasi yang menurun, Powell mengatakan AS menikmati ‘angka yang baik’. Setelah mencapai puncak tertinggi dalam 40 tahun pada 2022, ukuran inflasi yang disukai Fed, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi, adalah 2,6% per Mei.
Powell mengulangi bahwa bank sentral perlu memangkas suku bunga sebelum angka tersebut kembali sepenuhnya ke target inflasi 2%, tetapi setelah momentum yang mendasari tampaknya akan mencapainya.
The Fed akan melakukan pertemuan berikutnya pada 30-31 Juli. Sementara para pejabat diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran yang relatif tinggi yaitu 5,25% hingga 5,5% yang disetujui pada Juli 2023, kemajuan lebih lanjut pada inflasi dapat menyebabkan perubahan penting dalam pernyataan kebijakan mereka yang membuka jalan bagi pemangkasan pada September.
Laporan inflasi berikutnya akan diterbitkan pada Kamis (11/7/2024). Powell dijadwalkan memberikan pernyataan publik lebih lanjut di Economic Club of Washington pada Senin (15/7/2024).
Seperti yang terjadi dalam sidang hari Selasa di depan Komite Perbankan Senat, para anggota parlemen menanyai Powell tentang berbagai isu di luar kebijakan moneter. Republikan khususnya fokus pada proposal regulasi bank yang mendapat penolakan dari industri dan pejabat GOP.
Komentar Powell lainnya pada Rabu sebagian besar mengikuti sidang Selasa di Senat, yang menurut analis menunjukkan peningkatan kepercayaan pada penurunan inflasi yang berkelanjutan dan meningkatnya kepekaan terhadap risiko menjaga kebijakan moneter terlalu ketat terlalu lama dan memperlambat ekonomi lebih dari yang diperlukan.
Seperti yang dilakukannya pada Selasa, Powell mengatakan kepada anggota DPR AS bahwa ‘data yang lebih baik’ akan memperkuat alasan bagi bank sentral AS untuk memangkas suku bunga.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News