#30 tag 24jam
LPEI: Produk lidi RI jadi sumber devisa dengan manfaatkan limbah sawit
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menyebutkan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengekspor lidi nipah dan lidi sawit ... [727] url asal
#lpei #ekspor #ekspor-lidi #impor
(Antara) 08/08/24 11:31
v/13879487/
Selain menjadi sapu, lidi dapat diolah menjadi berbagai kerajinan tangan seperti piring, keranjang, vas dan kotak tisu
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menyebutkan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengekspor lidi nipah dan lidi sawit yang memanfaatkan limbah sawit ke negara-negara dengan pasar yang berpotensi tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah oleh Tim Ekonom LPEI menunjukkan nilai ekspor lidi nipah dan lidi sawit Indonesia tahun 2023 meningkat 11,44 persen (year-on-year/yoy) mencapai 29,32 juta dolar AS dari 26,31 juta dolar AS pada 2022.
"Lidi nipah dan lidi sawit berasal dari tulang daun yang menghubungkan daun dengan pelepah. Lidi sawit, yang berasal dari pohon kelapa sawit, memiliki tekstur agak keras, ringan dan lentur pada bagian ujungnya serta berwarna cokelat muda. Standar kualitas lidi nipah dan lidi sawit memiliki tingkat kekeringan 50 persen dengan panjang sapu lidi minimal 90 centimeter," jelas Senior Economist LPEI, Donda Sarah Hutabarat dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Selain menjadi sapu, lidi dapat diolah menjadi berbagai kerajinan tangan seperti piring, keranjang, vas dan kotak tisu.
Produk turunan lidi nipah dan lidi sawit yang paling banyak diekspor Indonesia adalah sapu dari ranting atau bahan nabati diikat, dengan porsi sebesar 98,24 persen atau setara 28,80 juta dolar AS.
Donda menyampaikan selama periode Januari-Juni 2024 nilai ekspor lidi sawit dan lidi nipah mencapai 10,18 juta dolar AS atau turun 27,59 persen (yoy) dari 14,06 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal ini sejalan dengan penurunan di sisi volume, yang hanya mencapai 26,6 ribu ton atau turun 18,91 persen (yoy) dari 32,8 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ekspor paling dalam dicatatkan ke India yang turun 51,85 persen, diikuti Jepang 17,82 persen, dan China 34,93 persen. Di tengah tren penurunan ini, ekspor lidi sawit dan lidi nipah Indonesia pada periode tersebut ke sejumlah negara masih mencatatkan peningkatan, seperti ke Pakistan naik 11,05 persen, ke Filipina naik 20,03 persen dan ke Vietnam naik 194,59 persen.
“Melihat realisasi nilai ekspor semester I-2024 maka nilai ekspor menunjukkan penurunan hingga akhir 2024, terutama ke India, Jepang, dan China. Era suku bunga tinggi melemahkan sektor properti global dan mengurangi permintaan produk furnitur dan home decor, konsumen cenderung memilih produk esensial. Namun, ada peluang ekspor ke negara dengan permintaan meningkat seperti Pakistan, Filipina, Vietnam, Korea Selatan, dan Iran,” ujar Donda.
Selama lima tahun terakhir, neraca perdagangan lidi nipah dan lidi sawit Indonesia selalu mencatatkan surplus, dengan surplus tahun 2023 mencapai 29,14 juta dolar AS, lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 sebesar 26,27 juta dolar AS.
Berdasarkan data yang dirilis oleh International Trade Centre (ITC) melalui trademap, pada 2023, Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara eksportir utama lidi nipah dan lidi sawit di dunia dengan porsi 12,42 persen terhadap total ekspor dunia, setelah China (20,90 persen).
"Indonesia sebagai salah satu produsen utama diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini dengan memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas produk di pasar non-tradisional,” ucap Donda.
Adapun salah satu eksportir lidi nipah dan lidi sawit asal Indonesia adalah Rianto Aritonang, pemilik CV Kahaka Internasional yang juga alumnus program Coaching Program New Exporters (CPNE) LPEI pada 2020.
Setelah melalui program pendampingan dari LPEI, Rianto berhasil melakukan ekspor lidi sawit yang berasal dari limbah hingga tujuh negara, yaitu Pakistan, India, Nepal, Vietnam, Singapura, dan Bangladesh dengan rata-rata ekspor 12 hingga 15 kontainer per bulan.
Sejak 2020 hingga Juni 2024, CV Kahaka Internasional telah melakukan ekspor 8.500 metrik ton lidi sawit atau sebanyak 622 kontainer dengan nilai ekspor 3,5 juta dolar AS. Untuk memenuhi permintaan ekspor, Rianto memanfaatkan Kredit Modal Kerja Ekspor Penugasan Khusus Ekspor (PKE) UKM LPEI.
Pemerintah memberikan Penugasan Khusus Ekspor (PKE) kepada LPEI untuk menyediakan pembiayaan, penjaminan dan/atau asuransi kepada kegiatan ekspor yang secara komersial sulit untuk dilaksanakan, tetapi dianggap perlu untuk menunjang kebijakan ekspor nasional.
“Satu kontainer itu dapat memuat hingga 25 ton lidi senilai Rp130-150 juta per kontainer. Lidi-lidi tersebut nanti diolah lagi di negara tujuan menjadi sapu lidi siap pakai. Kami juga ekspor sapu lidi siap pakai ke Singapura dengan harga Rp10-12 ribu per buah, yang dijual kembali oleh pihak distributor seharga 2 dolar Singapura per buah atau sekitar Rp20-25 ribu,” kata Rianto.
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024
Ekspor Lidi Sawit & Nipah RI Lagi Lesu, Ini Datanya
Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar lidi di dunia, namun ekspornya sedang menurun. [515] url asal
#ekspor-lidi #bps #lidih-nipah #lidi-sawit
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 07/08/24 12:58
v/13644670/
Jakarta - Indonesia sebagai salah satu produsen utama lidi nipah dan lidi sawit memiliki potensi besar untuk ekspor. Selama lima tahun terakhir, neraca perdagangan produk tersebut selalu mencatatkan surplus dengan nilai mencapai US$ 29,14 juta di 2023.
Senior Economist Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Donda Sarah Hutabarat mengatakan era suku bunga tinggi di 2024 melemahkan sektor properti global hingga mengurangi permintaan produk furnitur dan home decor. Kondisi ini membuat konsumen cenderung memilih produk esensial.
"Melihat realisasi nilai ekspor Semester I-2024, maka nilai ekspor menunjukkan penurunan hingga akhir 2024 terutama ke India, Jepang dan Tiongkok," kata Donda dalam keterangan tertulis, Rabu (7/8/2024).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor lidi sawit dan lidi nipah periode Januari-Juni 2024 mencapai US$ 10,18 juta, turun 27,59% year on year (yoy) dari US$ 14,06 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan penurunan di sisi volume yang hanya mencapai 26,6 ribu ton, turun 18,91% yoy dari 32,8 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ekspor paling dalam dicatatkan ke India yang turun 51,85%, diikuti Jepang 17,82% dan Tiongkok 34,93%. Di sisi lain, ke sejumlah negara masih mencatatkan peningkatan seperti ke Pakistan naik 11,05%, ke Filipina naik 20,03% dan ke Vietnam naik 194,59%.
Jika dibandingkan dengan kondisi 2023, nilai ekspor lidi nipah dan lidi sawit Indonesia saat itu meningkat 11,44% yoy mencapai US$ 29,32 juta, dari US$ 26,31 juta pada 2022. Sejalan dengan nilai, volume ekspor juga meningkat 15,97% yoy mencapai 70,08 ribu ton dari 60,43 ribu ton di tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang dirilis oleh International Trade Centre (ITC) melalui trademap, pada 2023 Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara eksportir utama lidi nipah dan lidi sawit di dunia dengan porsi 12,42% terhadap total ekspor dunia setelah Tiongkok (20,90%). Negara eksportir terbesar berikutnya adalah Sri Lanka (11,95%), Belanda (5,31%) dan Meksiko (5,29%).
Menurut Donda, ada peluang ekspor ke negara dengan permintaan meningkat seperti Pakistan, Filipina, Vietnam, Korea Selatan dan Iran. Indonesia sebagai salah satu produsen utama diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini dengan memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas produk di pasar non-tradisional.
"Berdasarkan data ITC Export Potential Map, juga masih terdapat potensi ekspor lidi nipah dan lidi sawit Indonesia dengan negara-negara dengan potensi pasar tinggi untuk produk lidi antara lain Amerika Serikat, Malaysia, Filipina, Inggris, Belanda, Taiwan, dan Prancis," bebernya.
Sebagai informasi, lidi nipah dan lidi sawit berasal dari tulang daun yang menghubungkan daun dengan pelepah. Lidi sawit yang berasal dari pohon kelapa sawit memiliki tekstur agak keras, ringan dan lentur pada bagian ujungnya serta berwarna cokelat muda.
Standar kualitas lidi nipah dan lidi sawit memiliki tingkat kekeringan 50% dengan panjang sapu lidi minimal 90 sentimeter. Selain menjadi sapu, lidi dapat diolah menjadi berbagai kerajinan tangan seperti piring, keranjang, vas dan kotak tisu. Produk turunan lidi nipah dan lidi sawit yang paling banyak diekspor Indonesia adalah sapu dari ranting atau bahan nabati diikat, dengan porsi sebesar 98,24% atau setara US$ 28,80 juta.
(aid/rrd)