JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) jatuh hingga di atas 2% pada Jumat (20/9/2024). Tren koreksi ini diprediksi masih akan membayangi IHSG pada pekan depan. Namun, tren koreksi ini dinilai sangat wajar terjadi dalam konteks performa IHSG sejak awal September, terlebih beberapa kali berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Tapi tenang, tetap ada peluang cuan, terutama di tiga saham pilihan, salah satunya ACES.
Founder Stocknow Hendra Wardana mengatakan, selama beberapa minggu terakhir, IHSG mencatatkan penguatan yang cukup signifikan sebesar 2,72%. Ia menilai, setelah reli kuat seperti itu, koreksi merupakan hal yang biasa terjadi di pasar saham, sebagai bagian dari konsolidasi pasar sebelum melanjutkan pergerakan selanjutnya.
“Dengan demikian, bagi para pelaku pasar yang telah lama menunggu koreksi ini, ini mungkin adalah waktu yang tepat untuk kembali mengatur strategi dan meninjau posisi portofolio mereka,” ungkap Hendra kepada Investor Daily, baru-baru ini.
Selain itu, Hendra menambahkan, IHSG mengalami mengalami penurunan signifikan yang pada Jumat lalu karena tekanan berat dari saham PT Barito Renewables Energy (BREN). Saham BREN, yang terdaftar dalam sektor infrastruktur, menjadi salah satu penggerak utama koreksi besar pada pergerakan IHSG. Penurunan ini terjadi setelah sentimen negatif yang muncul pada 19 September 2024, ketika FTSE Russell mengumumkan rencana untuk menghapus saham BREN dari daftar indeks mereka.
“Dampak dari keluarnya BREN juga memberikan tekanan besar pada sektor infrastruktur yang menjadi salah satu sektor dengan pengaruh besar terhadap indeks secara keseluruhan. Hal itu membuat banyak pelaku pasar menjadi semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan, yang memicu aksi jual lanjutan di beberapa saham unggulan lainnya,” jelas Hendra.
Siklus Pasar
Meski IHSG sedang mengalami tekanan, lanjut Hendra, investor tidak perlu panik berlebihan. Koreksi seperti ini sering kali menjadi bagian dari siklus pasar yang sehat, di mana indeks menyerap semua sentimen negatif sebelum kembali ke jalur penguatan. “Tetap disiplin, evaluasi portofolio, dan perhatikan saham-saham dengan prospek baik yang dapat memberikan peluang di tengah koreksinya IHSG,” ucapnya.
Hendra menyebut, pada pekan depan, level support yang perlu diperhatikan di area MA20, yang berada di level 7.714. Jika IHSG berhasil bertahan di atas level ini, ada kemungkinan indeks akan kembali menguji resistance di sekitar level 7.910. “Namun, jika tekanan jual terus berlanjut dan indeks menembus support, maka IHSG akan kembali ke support berikutnya di psikologis 7.500,” papar Hendra.
Meskipun pasar sedang dalam fase koreksi, Hendra menyebut, tetap ada peluang cuan, terutama di tiga saham pilihan. “Ketiganya adalah ACES dengan target harga Rp 995, CPIN dengan target Rp 6.500, dan PYFA dengan target Rp 200,” tutup Hendra.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News