DEPOK, KOMPAS.com - Warga bernama Arif (39) mengungkapkan, KRL Commuter Line sempat tertahan hingga satu jam karena atap seng menyangkut di kabel Listrik Aliran Atas (LAA) dekat Stasiun Citayam, Kota Depok.
“Kemungkinan (seng) dari warga sebelah di arah dekat stasiun, warga samping rel. Jadi sempat tertahan kereta yang arah Bogor satu jam, sekitar pukul 16.00-17.00 WIB,” kata Arif saat ditemui di dekat Stasiun Citayam, Senin (28/10/2024).
Ia yang sedang bekerja di dekat seng itu menyangkut melihat jelas awal mula kejadiannya.
Hujan mulai mengguyur daerah Citayam sekitar pukul 14.30 WIB. Kala itu, hujan deras disertai angin hingga petir.
“Ya bisa dibilang skala kecil angin peting beliung. Terus tadi insiden atap seng nyangkut di kabel rel kereta, dievakuasinya sekitar pukul 16.00-17.00 WIB,” ungkap Arif.
Seng yang diduga terbang dari permukiman warga samping rel kereta akibat hujan deras serta ini membuat proses penanganan baru selesai sekitar pukul 17.20 WIB.
Oleh sebab itu, Arif tidak melihat adanya penumpukan penumpang di sini.
“Keretanya kan tertahannya di Stasiun Depok, jadi kereta yang untuk arah Bogor hanya sampai Depok. Dan dari pukul 17.3 WIB sudah normal,” jelas dia.
Terpisah, Manajer Humas KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, salah satu jalur terpaksa ditutup sebab hujan deras dapat membahayakan proses evakuasi seng dari kabel.
“(Kendala) karena hujan deras disertai angin sehingga perlu proses dan harus dimatikan LAA-nya,” ujarnya.
Saat ini, perjalanan KRL Commuter Line sudah kembali normal dan masih terus dalam upaya penguraian antrean menuju Stasiun Bogor.