#30 tag 24jam
Garmin Lily 2 Active Rilis di Indonesia, Smartwatch untuk Wanita Aktif
Jam tangan pintar ini dilengkapi built-in GPS dan fitur-fitur kesehatan dan kebugaran untuk menjalani gaya hidup sehat. Halaman all [614] url asal
#garmin #smartwatch #lily-2-active #harga-lily-2-active
(Kompas.com) 31/10/24 14:03
v/17256282/
KOMPAS.com - Perusahaan consumer electronics Garmin meluncurkan jam tangan pintar (smartwatch) terbaru di pasar Indonesia, Lily 2 Active. Smartwatch modis ini ditujukan bagi wanita modern dengan jiwa yang aktif dan fashionable.
Lily 2 Active menjadi lini jam tangan pintar dengan ukuran terkecil dari Garmin, dengan diameter 35 mm dan ketebalan 10 mm, dan casing berbahan logam, serta tali dari bahan silikon.
Jam tangan pintar ini dilengkapi built-in GPS dan fitur-fitur kesehatan dan kebugaran yang membantu pengguna untuk menjalani gaya hidup sehat.
Fitur baru pada Lily 2 Active adalah hidden display dengan lensa berpola unik, serta dua tombol samping yang bisa diakses pengguna untuk memudahkan mereka saat melakukan aktifitas olahraga.
“Dari ruang rapat hingga lapangan olahraga, Lily 2 Active siap digunakan ke mana pun," ujar Chandrawidhi Desideriani, Senior Marketing Manager Garmin Indonesia.
"Dengan GPS built-in, alat pemantau kesehatan 24/7 dan fitur-fitur seperti pelacakan kesehatan untuk wanita, morning report dan aktivitas meditasi, smartwatch ini dibuat untuk mereka yang selalu aktif bergerak,” lanjut Widhi dalam keterangan yang diterima KompasTekno, Kamis (31/10/2024).
Garmin Garmin Lily 2 ActiveFitur-fitur pendukung olahraga dan kesehatan wanita yang disertakan Garmin pada Lily 2 Active antara lain:
Built-in GPS: Melacak aktivitas luar ruangan seperti berjalan, berlari, dan bersepeda dengan akurasi tinggi.
Body Battery Energy Monitoring: Memantau tingkat energi sepanjang hari, membantu menentukan waktu terbaik untuk beraktivitas dan beristirahat.
Sleep Score: Memberikan penilaian tentang kualitas tidur, termasuk pelacakan tahap tidur, detak jantung, dan variabilitas detak jantung.
Fitness Tracking: Menghitung langkah, kalori terbakar, dan menit aktivitas intensitas untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang aktivitas harian.
Aplikasi Olahraga Baru: Menawarkan berbagai jenis latihan, termasuk tenis, pickleball, indoor cycling, dan golf untuk variasi rutinitas.
On-Screen Workout: Memungkinkan pengguna mengikuti program latihan untuk kekuatan, HIIT, yoga, dan lainnya langsung dari layar jam tangan.
Garmin Coach: Menyediakan rencana pelatihan adaptif yang disesuaikan dengan tujuan kebugaran individu.
Garmin Connect: Memungkinkan pengguna melihat data kesehatan, terhubung dengan teman, dan berpartisipasi dalam tantangan.
Garmin mengeklaim Lily 2 Active memiliki masa pakai baterai hingga 9 hari dalam mode smartwatch dan 9 jam dalam mode GPS.
Smartwatch ini sudah kompatibel dengan perangkat iOS dan Android. Ini memungkinkan pengguna menerima e-mail, pesan teks (SMS), dan notifikasi langsung di jam tangan mereka. Terdapat pula fitur keselamatan seperti Assistance dan Incident Detection.
Harga Garmin Lily 2 Active
Smartwatch Garmin Lily 2 Active mulai dijual secara online di Garmin Official Stores Online dan marketplace rekanan mulai 30 Oktober 2024.
Untuk pembelian secara offline, smartwatch ini tersedia di Garmin Brand Stores mulai 5 November 2024.
Varian warna yang disediakan adalah Lunar Gold, Jasmine Purple, dan Jasper Green. Sedangkan pilihan warna talinya adalah Bone Silicone with Lunar Gold Hardware, Purple Jasmine Silicone with Silver Hardware, dan Jasper Green Silicone with Jasper Green Hardware.
Harga Garmin Lily 2 Active di Indonesia adalah Rp 5.299.000. Khusus untuk varian warna Jasper Green, baru akan tersedia mulai Desember.
Spesifikasi lebih detail tentang Garmin Lily 2 Active bisa dilihat di situs resmi Garmin di tautan berikut ini.
Garmin Meluncurkan fenix 8 Series di Indonesia
Garmin Indonesia resmi meluncurkan fenix 8 Series dan fenix E di Indonesia. [522] url asal
#garmin #garmin-fenix-8-series #garmin-fenix-e #smartwatch #teknologi
(MedCom) 21/09/24 17:43
v/15352326/
Jakarta: Garmin Indonesia resmi meluncurkan smartwatch GPS multisport premium generasi terbaru, fenix 8 Series, dengan layar AMOLED cerah dan layar dengan dukungan pengisian daya tenaga surya.“fenix telah dikenal sebagai lini smartwatch premium dari Garmin dengan kualitasnya yang luar biasa. Pada generasi terbarunya ini, fenix 8 Series menghadirkan desain baru, fitur pelatihan tingkat lanjut, opsi layar AMOLED dan solar, serta ECG App yang kini sudah bisa digunakan oleh pengguna di Indonesia,” ujar Marcom Senior Manager Garmin Indonesia Chandrawidhi Desideriani.
fenix 8 Series mengusung fitur strength training tingkat lanjut, kemampuan menyelam, speaker dan mikrofon internal. Selain itu, smartwatch ini juga mengunggulkan daya tahan baterai lama, dengan model AMOLED 51mm selama 29 hari dalam mode smartwatch, sedangkan model solar 51mm mampu bertahan selama 48 hari.
Selain itu, fenix 8 Series juga didukung aplikasi elektrokardiogram (ECG App) untuk membantu pengguna memantau irama detak jantung. fenix 8 Series dilengkapi dengan beragam fitur yang cocok untuk berbagai aktivitas.
Smartwatch ini hadir dengan pilih layar AMOLED dan layar dengan lensa pengisian daya surya generasi ketiga, berkemampuan menyerap tenaga surya 50 persen lebih banyak dibandingkan dengan pendahulunya.
Opsi AMOLED tersedia dalam tiga ukuran yaitu 43mm, 47mm dan 51mm, sedangkan opsi solar tersedia dalam dua ukuran yaitu 47mm dan 51mm. Semua model dilengkapi tombol logam anti bocor, pelindung sensor baru di sebelah kanan dan telah diuji dengan standar militer untuk ketahanan panas, guncangan, dan air.
fenix 8 Series menggunakan bahan premium seperti bezel titanium atau stainless steel dan lensa safir atau kaca anti gores dibuat untuk durabilitas lebih baik, bahkan dalam kondisi paling ekstrim. Smartwatch ini juga dapat melakukan dan menerima panggilan telepon dari jam saat terintegrasi dengan smartphone kompatibel.
Pengguna juga bisa menggunakan perintah suara tertentu seperti Start running, Set timer 5 minutes, Turn On Flashlight, dan lainnya dapat diaktifkan langsung dari smartwatch dan tanpa perlu koneksi ke smartphone.
Garmin juga melengkapi fenix 8 Series dengan pelatihan kekuatan yang disesuaikan untuk olahraga tertentu, termasuk pelari, pesepeda, peselancar, pemain ski, dan lainnya. Smartwatch ini juga hadir dengan kemampuan menyelam maksimal 40 meter, tombol logam anti bocor, dan dukungan untuk aktivitas penyelaman scuba dan apnea.
fenix 8 Series juga berbekal kemampuan pemetaan dan navigasi tingkat lanjut, dengan antarmuka peta baru, diklaim memungkinkan pengguna menyesuaikan lapisan peta dengan mudah untuk memaksimalkan navigasi.
Smartwatch ini berbekal fitur Dynamic Round-Trip Routing, menghadirkan rute yang disarankan agar tetap berada di jalur dan tepat waktu dengan rute pulang-pergi dinamis. Pengguna juga fitur Garmin Coach secara gratis jelang lomba lari 5K, 10K maupun 21K dari Garmin Coach.
Selain fenix 8 Series, Garmin juga mengumumkan fenix E yang merupakan pilihan lebih terjangkau dengan desain serupa dengan f?nix 8 tanpa fungsi menyelam dan sensor detak jantung terbaru. Garmin f?nix 8 AMOLED tersedia secara eksklusif di Tokopedia dan Garmin Brand Stores seluruh Indonesia.
Smartwatch ini ditawarkan dengan harga dari Rp17.999.000 hingga Rp21.599.000, sedangkan fenix E tersedia di Garmin Brand Stores seharga Rp 14.399.000. Sementara f?nix 8 Solar ukuran 47mm dan 51mm dengan material bezel titanium ditawarkan dengan harga Rp19.799.000 dan Rp21.599.000, mulai bulan November 2024 di Garmin Brand Stores.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)
Taklukkan Garmin Run dengan Persiapan Terbaik Pakai Smartwatch Multisport
Dengan maraknya lomba lari di Indonesia, Garmin hadir memberikan panduan persiapan yang optimal untuk para pelari dari berbagai level [718] url asal
#garmin #lari #smartwatch-garmin #garmin-run
(MedCom) 15/08/24 21:37
v/14459377/
Jakarta: Tahukah Anda bahwa penggunaan jam tangan olahraga dapat meningkatkan efektivitas latihan lari secara signifikan? Dengan fitur-fitur seperti pelacakan detak jantung, kecepatan, jarak, dan analisis pasca-latihan, jam tangan olahraga membantu pelari mengoptimalkan performa mereka.Menurut penelitian yang dilakukan oleh Harvard Heart Letter pada Juni tahun lalu, pelari yang menggunakan pelacak kebugaran lebih konsisten dengan latihan mereka dan mampu mencapai tujuan kebugaran mereka lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan perangkat tersebut.
Dengan maraknya lomba lari di Indonesia, Garmin hadir memberikan panduan persiapan yang optimal untuk para pelari dari berbagai level, baik yang akan berpartisipasi dalam Garmin Run. Kampanye #BeMoreBeatYesterday dari Garmin juga mendorong para pelari untuk terus memperbaiki diri setiap harinya, melampaui batasan mereka dan mencapai hasil yang lebih baik.
Dalam dunia lari, persiapan adalah kunci untuk mencapai performa terbaik. Baik Anda seorang pelari pemula yang sedang mempersiapkan lomba pertama atau seorang pelari berpengalaman yang ingin memecahkan rekor pribadi, Garmin hadir dengan berbagai tips dan panduan yang bisa membantu Anda di setiap langkah.
1. Persiapan Lari, dari Pemanasan hingga Race Day
Sebelum hari perlombaan, penting untuk memiliki rencana latihan yang terstruktur. Garmin menawarkan perangkat dengan fitur Running Dynamics yang dapat membantu Anda memantau setiap aspek dari teknik lari Anda, seperti ground contact time, cadence, dan vertical oscillation.
Untuk pelari yang membutuhkan perangkat yang ringan dan fungsional, Forerunner 965 menjadi pilihan yang ideal, dilengkapi dengan layar AMOLED serta daya tahan baterai yang lama, sehingga Anda dapat fokus pada latihan tanpa khawatir tentang kehabisan daya.
Bagi mereka yang mencari opsi dengan ukuran lebih kecil, Forerunner 265 menawarkan semua keunggulan tersebut dengan desain yang lebih compact, tetap dengan layar AMOLED dan daya tahan baterai yang tak kalah mengesankan.
2. Pemilihan Sepatu yang Cocok
Memilih sepatu lari yang tepat sangat penting untuk kenyamanan dan performa selama berlari. Berikut beberapa tips dalam memilih sepatu lari:
Ukuran Sepatu: Pastikan sepatu yang dipilih memiliki ukuran yang tepat. Berikan ruang ekstra untuk pembengkakan kaki saat berlari. Ukuran yang terlalu ketat atau terlalu longgar dapat menyebabkan lecet dan ketidaknyamanan.
Jenis Trek Lari: Sesuaikan sepatu dengan jenis trek lari. Sepatu road-running cocok untuk jalan datar dan trotoar, sementara trail-running shoes cocok untuk medan berbatu dan tanah tidak rata. Sepatu cross-training ideal untuk latihan dalam ruangan atau gym.
Bantalan dan Dukungan: Pilih sepatu dengan bantalan yang empuk untuk meredam benturan dan mengurangi tekanan pada sendi. Sepatu dengan sirkulasi udara yang baik juga penting untuk menjaga kaki tetap kering dan nyaman.
3. Menjaga Nutrisi dan Energi Selama Lomba
Nutrisi merupakan bagian penting dari persiapan lari yang tidak boleh diabaikan. Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang tepat dan menjaga hidrasi sebelum, selama, dan setelah lari. Aplikasi Garmin Connect memungkinkan Anda untuk melacak asupan nutrisi harian secara rinci melalui integrasi dengan aplikasi MyFitnessPal.
Dengan fitur ini, Anda dapat memantau kebutuhan kalori, makronutrien, dan hidrasi secara real-time, sehingga Anda tetap berada dalam kondisi optimal sepanjang perlombaan. Melalui aplikasi MyFitnessPal, Anda dapat mencatat dan mengatur rencana makan yang sesuai dengan kebutuhan latihan dan lomba Anda, memastikan bahwa tubuh Anda mendapatkan energi yang dibutuhkan di setiap tahap.
4. Pemulihan Pasca-Lomba, Kunci untuk Performa Berkelanjutan
Setelah lomba, pemulihan yang tepat sangat penting untuk menjaga performa jangka panjang. Epix Gen 2 dan Epix Pro dari Garmin menawarkan fitur pemantauan performa dan pemulihan yang membantu Anda mengetahui kapan waktu terbaik untuk kembali berlatih.
Selain itu, smartwatch berlayar AMOLED ini dirancang sebagai smartwatch luar ruang terbaik bagi para petualang yang mengutamakan keselamatan dan teknologi olahraga tercanggih. Fitur-fitur seperti Hill Score, Endurance Score, dan Real-time Stamina memberikan wawasan mendalam yang memungkinkan Anda untuk mengelola tenaga dan performa secara lebih efektif selama aktivitas outdoor.
5. Memilih Smartwatch Tangguh dengan Fitur Multi-Sport
Jika Anda mencari jam tangan dengan desain rugged dan mendukung berbagai jenis olahraga, Instinct 2 Series bisa menjadi pilihan yang tepat. Jam tangan ini memiliki fitur Training Effect (aerobic & anaerobic) dan Daily Suggested Workouts, yang membantu Anda merencanakan dan melacak latihan secara lebih efektif.
Untuk mereka yang sering berlatih di medan berat seperti trail running, fitur Multiband-GNSS dan lebih dari 100 mode olahraga yang tersedia membuat Instinct 2 Series menjadi mitra yang andal. Selain itu, jam tangan ini tersedia dengan pilihan layar solar dan non-solar. Pilihan solar display memungkinkan daya tahan baterai yang lebih lama, terutama saat Anda beraktivitas di luar ruangan terutama di bawah sinar matahari.
(MMI)
Jumlah Pelari di Indonesia Naik 3 Kali Lipat
Data dari aplikasi Garmin Connect menunjukkan bagaimana tren lari ini berkembang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. [564] url asal
(MedCom) 09/07/24 13:09
v/10195791/
Jakarta: Seiring dengan semakin maraknya event dan komunitas yang bermunculan, lari telah menjadi salah satu tren olahraga paling populer dan tengah berkembang dengan pesat di Indonesia. Dari maraton besar hingga fun run, semakin banyak orang yang tertarik untuk mengadopsi gaya hidup sehat melalui lari.Berdasarkan data publikasi Garmin, jumlah pelari di Indonesia meningkat sebesar 3 kali lipat di tahun 2024. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan minat yang meningkat terhadap kesehatan dan kebugaran, tetapi juga menunjukkan bagaimana lari telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat urban.
Data dari aplikasi Garmin Connect menunjukkan bagaimana tren lari ini berkembang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pada Mei 2024, terdapat lebih dari 80 ribu pengguna yang aktif berlari di Indonesia, jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan Mei tahun sebelumnya yang hanya mencapai 35 ribu pelari. Klik di sini untuk membaca isi keseluruhan laporan.
Terjadinya peningkatan kesadaran akan pentingnya lari memicu kebutuhan baru akan teknologi yang dapat memaksimalkan potensi manfaat berlari. Dalam hal ini, smartwatch memainkan peran penting karena terdapat beberapa fitur yang memudahkan para pelari mendapatkan info tentang heart rate, jumlah step, jarak, dan berbagai fitur menarik lainnya dalam mengoptimalkan performa pelari.
Manfaat Berlari dengan Teknologi Smartwatch
Banyak pelari hanya mengandalkan energi atau stamina untuk mengukur intensitas latihan mereka. Namun, manfaat berlari akan semakin optimal ketika pelari menggunakan smartwatch untuk mengetahui data penunjang kesehatan lainnya, salah satunya monitor detak jantung. Hal dapat membuat sesi berlari ke tingkat berikutnya dengan menyediakan data berharga yang dapat mengubah pelari biasa menjadi pelari berbasis data.
Selain memantau detak jantung selama berlari, smartwatch juga dapat memberikan skor tidur yang membantu pengguna memahami kualitas tidur mereka. Detak jantung yang terpantau secara teratur dan kualitas tidur yang baik saling berkaitan.
Dengan menggunakan smartwatch, pelari tidak hanya mengoptimalkan latihan mereka, tetapi juga meningkatkan kualitas tidur mereka yang merupakan faktor penting untuk pemulihan dan kesehatan secara keseluruhan.
Data dari pengguna Garmin menunjukkan bahwa mereka yang berlari hingga 16 kilometer per minggu mencatat skor tidur rata-rata sebesar 72 dari 100. Angka ini 4 poin lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mencatat aktivitas lari sama sekali.
Hal ini menegaskan bahwa lari ringan saja sudah cukup untuk memperbaiki kualitas tidur. Dengan demikian, dibandingkan bergantung pada pil tidur atau alat bantu lainnya, berlari beberapa kilometer setiap minggu dapat menjadi alternatif.
Untuk mendukung tren gaya hidup sehat ini, Garmin menyediakan berbagai pilihan smartwatch yang cocok untuk semua tingkatan pelari, mulai dari pemula hingga yang berpengalaman. Bagi yang baru memulai perjalanan lari, Forerunner 165 adalah pilihan yang mudah digunakan. Dengan fitur-fitur penting seperti GPS, laju, jarak, dan detak jantung berbasis pergelangan tangan, semua ini tersedia pada layar AMOLED yang terang.
Bagi pelari yang ingin melangkah lebih jauh, Forerunner 265 menawarkan metrik lanjutan seperti kesiapan pelatihan, latihan harian yang disarankan, dan status pelatihan. Ditambah lagi dengan wawasan pemulihan dan statistik kesehatan sehari-hari, perangkat ini membantu atlet mendorong batas mereka.
Untuk mereka yang mencari perangkat yang bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dengan harga terjangkau, Vívoactive 5 adalah pilihan yang tepat. Smartwatch ini melacak statistik seperti VO2 max dan mencakup rencana pelatihan adaptif Garmin Coach, membantu pelari mempersiapkan diri dengan lebih baik.
Dengan teknologi yang tepat, aktivitas lari bisa menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Garmin menyediakan berbagai pilihan smartwatch yang dapat membantu pelari dari berbagai tingkatan untuk memantau dan meningkatkan performa mereka. Temukan jam tangan lari yang tepat untuk Anda dan tingkatkan kualitas lari bersama Garmin.
(MMI)
Menyingkap Manfaat Berlari untuk Kesehatan via Data Empiris
Berikut adalah beberapa manfaat berlari yang datanya didapat dari pengguna Garmin. [536] url asal
#garmin #teknologi #lari #garmin-connect #data-pelari
(MedCom) 05/07/24 13:42
v/9748968/
Jakarta: Garmin merayakan Global Running Day dengan membagikan wawasan lari yang didukung dengan data empiris tentang manfaat berlari yang dapat meningkatkan kesehatan pikiran dan tubuh, serta metrik seperti jarak rata-rata per lari dan kecepatan per kilometer pada orang dewasa.Tak hanya itu, temuan seperti dampak rutin berlari pada skor tidur dan Body Battery yang lebih tinggi hingga detak jantung istirahat dan stres yang lebih rendah juga ikut diungkap, termasuk data dari Aplikasi Garmin Connect menunjukkan bahwa mereka yang mencatatkan jarak lari paling banyak setiap minggu tampaknya melihat manfaat kesehatan terbesar.
Berikut adalah beberapa manfaat berlari yang datanya didapat dari pengguna Garmin, dari rentang waktu 1 April 2023 hingga 30 Maret 2024:
1. Pengguna Garmin yang berlari hingga 16 kilometer seminggu mencatat skor tidur rata-rata 72 (dari 100), sedangkan mereka yang mencatat jarak lebih dari 80 kilometer dalam satu minggu memiliki skor tidur rata-rata lebih dari 75.
2. Pelari yang log hingga 16 kilometer seminggu memiliki skor Body Battery rata-rata 73, sedangkan mereka yang berlari lebih dari 80 kilometer dalam satu minggu memiliki rata-rata 83.
3. Pengguna yang berlari hingga 16 kilometer seminggu mencatat skor stres rata-rata yang 3 poin lebih rendah daripada mereka yang tidak berlari, sementara mereka yang berlari lebih dari 80 kilometer seminggu memiliki skor stres yang hampir 30 persen lebih rendah daripada non-pelari.
Data aplikasi Garmin Connect juga menyoroti data pelari dari mancanegara. Para pelari di Prancis mencatat jarak lari rata-rata 7,4 kilometer dan jarak terjauh 9 kilometer, selama setahun terakhir. Rekor tercepat dicatatkan oleh pelari dari negara Irlandia dengan pace 9 menit 6 detik. Klik di sini untuk membaca isi keseluruhan laporan.
Sementara, Indonesia mencatat 200% kenaikan dalam olahraga lari. Bulan Mei 2024 sendiri, tercatat ada 80 ribu lebih pengguna mengaktifkan olahraga lari, naik dua kali lipat dari bulan Mei tahun sebelumnya, yang hanya mencatat 35 ribu lebih.
Pengaruh Wearable terhadap Detak Jantung Istirahat saat Berlari
Detak jantung istirahat atau Resting Heart Rate (RHR) adalah jumlah detak jantung per menit saat tubuh dalam kondisi istirahat, seperti tidur atau setelah bangun tidur. Rentang detak jantung normal untuk orang dewasa adalah 60-100 bpm, tergantung pada jenis kelamin dan usia.
Salah satu upaya yang bisa memperkuat otot jantung dan meningkatkan efisiensi peredaran darah adalah dengan rutin berlari. Pelari umumnya memiliki detak jantung istirahat lebih rendah karena jantung yang lebih kuat. Maka dari itu, gaya hidup aktif sangat dianjurkan untuk meningkatkan kesehatan jantung.
Banyak pelari hanya mengandalkan energi atau stamina untuk mengukur intensitas latihan mereka. Namun, manfaat berlari akan semakin dirasakan ketika seseorang menambahkan smartwatch dan monitor detak jantung ke dalam aktivitas lari. Alat ini akan membawa sesi berlari ke tingkat berikutnya dengan memberikan banyak data berharga yang dapat mengubah dari pelari biasa menjadi pelari berbasis data.
Marrisa Widiyanti dikenal sebagai running enthusiast dan sering mengikuti lomba lari baik di dalam negeri maupun mancanegara. Selain berlari di luar ruangan, ia juga sering berlatih dengan treadmill.
“Saat berlari di treadmill, monitor detak jantung yang dipasangkan ke sports bra akan mengirimkan kecepatan lari dan jarak untuk dipantau secara real-time dan akan dikirim ke smartwatch Garmin yang kompatibel. Sekalipun tidak memakai jam tangan, HRM ini mencatat langkah, kalori yang terbakar, menit intensitas, dan detak jantung sepanjang hari.”
(MMI)