Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) Patrick Walujo menyampaikan bisnis GoRide dan GoFood GOTO berkembang dengan baik. Hanya saja, Patrick meminta maaf mengenai layanan GoCar perseroan.
Berbicara dengan media, Patrick menuturkan saat ini bisnis GoRide dan GoFood GOTO berkembang dengan baik. Yang saat ini menjadi tantangan menurutnya adalah GoCar.
"Permintaannya luar biasa banyak, sehingga unit kendaraan kami belum cukup memenuhi permintaan pasar. Saya minta maaf atas nama teman-teman, kalau Bapak-Ibu pakai Gocar nunggunya agak lama dan susah dapat mobil," kata Patrick, Senin (4/11/2024).
Dia menjelaskan, waktu tunggu lama tersebut bukan karena masalah sistem GOTO. Akan tetapi, permintaan GoCar jauh lebih besar dibandingkan dengan kendaraan yang bisa disediakan GOTO dalam ekosistemnya.
"Ini menjadi pekerjaan rumah dan fokus ke depan kami agar bisa memberikan layanan yang lebih baik," ujar Patrick.
Hingga kuartal III/2024, segmen On-Demand Services GOTO mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, sejalan dengan perbaikan marjin dan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif empat kuartal berturut-turut.
GOTO menjelaskan basis pengguna layanan ODS terus berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan produk yang menyasar mass-market. Di sisi lain, pertumbuhan segmen premium ODS GOTO juga menghasilkan wallet share tambahan di antara para pengguna affluent atau kelas atas.
Unit bisnis ini juga mencatatkan perbaikan marjin di seluruh portofolio produk, yang merupakan hasil dari optimalisasi insentif, perluasan layanan premium, dan pendapatan iklan yang tumbuh signifikan.
GOTO mencatatkan pendapatan bruto sebesar Rp10,38 triliun dari bisnis ODS, dengan gross transaction value (GTV) sebesar Rp45,98 triliun sepanjang 9 bulan 2024. EBITDA yang disesuaikan bisnis ODS GOTO adalah sebesar Rp412 miliar periode 9 bulan 2024.
GOTO juga menuturkan jumlah pesanan ODS tumbuh 30% YoY, sementara GTV tumbuh 25% YoY mencapai Rp16,3 triliun.
Penawaran premium seperti GoFood Express berkontribusi 22% terhadap GTV GoFood pada kuartal III/2024. Hal tersebut terus memberikan peluang bagi GoTo untuk memperdalam wallet share dari pengguna yang ada.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.