Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending PT Akselerasi Usaha Indonesia (Akseleran) membeberkan kelebihan memiliki lender perbankan.
Group CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan menyebut selain bunganya murah, likuiditasnya juga melimpah.
"?Oleh karena itu, kami terus menjajaki kerja sama yang saling menguntungkan dengan industri perbankan. Fintech lending tidak bisa berdiri sendiri, partner yang likuiditasnya melimpah adalah perbankan," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (20/9).
Ivan menyebut sejauh ini, Akseleran telah menjalin kerja sama dengan 10 bank besar, seperti BCA dan BRI. Dia menerangkan pihaknya ?akan terus menjalin kerja sama dengan perbankan ke depannya.
Meskipun demikian, Ivan mengatakan tentu tetap perlu ada prinsip kehati-hatian, khususnya dalam menyeleksi calon partner yang bonafide dan prudent. Dia menjelaskan pemain industri fintech lending juga perlu ekstra kerja keras untuk menjaga kepercayaan dari para mitra perbankan.
Terkait dengan likuiditas bank yang mengetat belakangan ini, Ivan menyampaikan pihaknya tak berimbas terhadap isu tersebut.
"Rasanya kalau bank besar enggak ada isu soal itu, ya karena nilai pinjaman channeling di fintech lending tidak besar. Misalnya, kami pinjaman sekitar Rp 700 miliar dan itu tak seberapa buat bank besar," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ivan mengatakan sampai akhir Agustus 2024, pinjaman yang disalurkan Akseleran mencapai Rp 2 triliun. Nilai itu naik sedikit 5%, dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun TWP90 masih rendah sebesar 0,11%.
Sebagai informasi, berdasarkan data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), outstanding loan dari perbankan mencapai Rp 38,61 triliun per Juli 2024. Nilai itu meningkat 47,37%, jika dibandingkan posisi per Juli 2023 yang sebesar Rp 26,2 triliun.