PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mencatatkan pendapatan Rp 11,66 triliun dan menekan rugi hingga 53% di Q3-2024, berkat pertumbuhan pengguna yang signifikan. [458] url asal
Kinerja PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. GoTo baru saja merilis kinerja sembilan bulan per September 2024 atau kuartal III-2024, yang dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY).
Hasilnya, perseroan ini berhasil mencatat kenaikan pendapatan bersih sebesar 11% menjadi Rp11,66 triliun per September 2024 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp10,51 triliun. Induk Gojek dan GoTo Financial (GTF) ini juga mampu konsisten menekan bottom line dengan memangkas rugi periode berjalan hingga 53% dari Rp 9,60 triliun di periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 4,54 triliun.
GoTo juga berhasil mencetak EBITDA Grup yang disesuaikan (Group Adjusted EBITDA) tertinggi dalam sejarah, yakni sebesar Rp 137 miliar di Q3-2024 atau Juli-September. Jika dihitung 9 bulan, rugi EBITDA Grup yang disesuaikan tinggal Rp 72 miliar, membaik 98% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,75 triliun.
Bahkan khusus On-Demand Services (ODS), lini bisnis yang dijalankan Gojek ini sudah mencatatkan EBITDA yang disesuaikan positif mencapai Rp 412 miliar. Secara kuartalan, sudah empat kuartal beruntun segmen ODS atau Gojek membukukan EBITDA yang disesuaikan positif sejak Q4-2023.
Pencapaian GoTo bersamaan dengan periode lima kuartal Patrick Walujo menjabat sebagai CEO dan Direktur Utama GoTo sejak disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2023.
Kuartal III-2023 menjadi periode 3 bulan pertama pendiri Northstar itu sejak menggantikan posisi Direktur Utama GoTo sebelumnya yang dijabat oleh Andre Soelistyo. Menurut Patrick, kinerja GoTo yang kuat ini pada periode September 2024 ini ditopang oleh pertumbuhan pengguna bulanan (Monthly Transacting Users) yang mencapai 21% YoY di seluruh ekosistem GoTo.
"Kami senang dapat melaporkan lagi kinerja kuat GoTo pada kuartal ini, dengan semua lini bisnis bergerak optimal seiring dengan percepatan bisnis," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (31/10/2024).
Patrick mengungkapkan strategi perseroan berhasil karena setiap bagian ekosistem dapat memberikan nilai tambah kepada unit bisnis lainnya. Sebuah model yang semakin membuahkan hasil seiring dengan upaya perseroan secara agresif mendapatkan pengguna baru dan meningkatkan profitabilitas di seluruh bisnis perusahaan yang berkembang pesat.
"Pada akhirnya, kami ingin pengguna dapat menikmati semua manfaat dari produk pembayaran dan layanan on-demand yang berfungsi untuk menyalurkan pengguna yang tepat untuk menemukan dan memanfaatkan produk pinjaman kami," tegasnya.
Patrick mengatakan dengan perkembangan positif tersebut, perseroan juga memperkirakan segmen fintech akan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal selanjutnya, satu tahun lebih cepat dari pedoman sebelumnya.
"Di akhir tahun pertama jabatan saya sebagai Direktur Utama, Perseroan telah mencatatkan fundamental terkuat hingga saat ini, dan saya bangga dapat berperan dalam peningkatan tersebut. Saya bergabung dengan tim yang kuat, dan didukung talenta baru yang telah mendorong pertumbuhan lebih lanjut," ujar Patrick.
PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mencatatkan pendapatan Rp 11,66 triliun dan menekan rugi hingga 53% di Q3-2024, berkat pertumbuhan pengguna yang signifikan. [458] url asal
Kinerja PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. GoTo baru saja merilis kinerja sembilan bulan per September 2024 atau kuartal III-2024, yang dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY).
Hasilnya, perseroan ini berhasil mencatat kenaikan pendapatan bersih sebesar 11% menjadi Rp11,66 triliun per September 2024 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp10,51 triliun. Induk Gojek dan GoTo Financial (GTF) ini juga mampu konsisten menekan bottom line dengan memangkas rugi periode berjalan hingga 53% dari Rp 9,60 triliun di periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 4,54 triliun.
GoTo juga berhasil mencetak EBITDA Grup yang disesuaikan (Group Adjusted EBITDA) tertinggi dalam sejarah, yakni sebesar Rp 137 miliar di Q3-2024 atau Juli-September. Jika dihitung 9 bulan, rugi EBITDA Grup yang disesuaikan tinggal Rp 72 miliar, membaik 98% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,75 triliun.
Bahkan khusus On-Demand Services (ODS), lini bisnis yang dijalankan Gojek ini sudah mencatatkan EBITDA yang disesuaikan positif mencapai Rp 412 miliar. Secara kuartalan, sudah empat kuartal beruntun segmen ODS atau Gojek membukukan EBITDA yang disesuaikan positif sejak Q4-2023.
Pencapaian GoTo bersamaan dengan periode lima kuartal Patrick Walujo menjabat sebagai CEO dan Direktur Utama GoTo sejak disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2023.
Kuartal III-2023 menjadi periode 3 bulan pertama pendiri Northstar itu sejak menggantikan posisi Direktur Utama GoTo sebelumnya yang dijabat oleh Andre Soelistyo. Menurut Patrick, kinerja GoTo yang kuat ini pada periode September 2024 ini ditopang oleh pertumbuhan pengguna bulanan (Monthly Transacting Users) yang mencapai 21% YoY di seluruh ekosistem GoTo.
"Kami senang dapat melaporkan lagi kinerja kuat GoTo pada kuartal ini, dengan semua lini bisnis bergerak optimal seiring dengan percepatan bisnis," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (31/10/2024).
Patrick mengungkapkan strategi perseroan berhasil karena setiap bagian ekosistem dapat memberikan nilai tambah kepada unit bisnis lainnya. Sebuah model yang semakin membuahkan hasil seiring dengan upaya perseroan secara agresif mendapatkan pengguna baru dan meningkatkan profitabilitas di seluruh bisnis perusahaan yang berkembang pesat.
"Pada akhirnya, kami ingin pengguna dapat menikmati semua manfaat dari produk pembayaran dan layanan on-demand yang berfungsi untuk menyalurkan pengguna yang tepat untuk menemukan dan memanfaatkan produk pinjaman kami," tegasnya.
Patrick mengatakan dengan perkembangan positif tersebut, perseroan juga memperkirakan segmen fintech akan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal selanjutnya, satu tahun lebih cepat dari pedoman sebelumnya.
"Di akhir tahun pertama jabatan saya sebagai Direktur Utama, Perseroan telah mencatatkan fundamental terkuat hingga saat ini, dan saya bangga dapat berperan dalam peningkatan tersebut. Saya bergabung dengan tim yang kuat, dan didukung talenta baru yang telah mendorong pertumbuhan lebih lanjut," ujar Patrick.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan perbaikan kinerja signifikan pada periode kuartal III-2024 (Q3) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau year on year (YoY).
Berdasarkan keterangan resminya, GoTo berhasil mencetak EBITDA grup yang disesuaikan (Group Adjusted EBITDA) sebesar Rp 137 M di Q3-2024 atau Juli-September, tertinggi dalam sejarah. Pada periode 3 bulan tahun lalu, GoTo masih mencatatkan rugi EBITDA grup yang disesuaikan sebesar Rp 942 miliar.
Sementara itu, jika dihitung dalam 9 bulan per September, rugi EBITDA grup yang disesuaikan GoTo tinggal tersisa Rp 72 miliar saja, membaik 98% dari periode yang sama tahun sebelumnya rugi EBITDA grup yang disesuaikan mencapai Rp 3,75 triliun.
Manajemen GoTo menegaskan bahwa kinerja perusahaan yang kuat ini ditopang oleh pertumbuhan pengguna bulanan (Monthly Transacting Users/MTTU) yang tumbuh mencapai 21% YoY di seluruh ekosistem GoTo.
"Hal ini menegaskan bahwa perseroan berada di jalur yang tepat untuk memenuhi pedoman kinerja EBITDA yang disesuaikan impas (breakeven) untuk keseluruhan tahun buku 2024," tulis manajemen GoTo, dalam keterangan tertulis, Rabu (30/10/2024).
Dari sisi unit bisnis, saat ini GoTo didukung dua unit bisnis yakni Financial Technology (Fintech) lewat bisnis GoTo Financial (GTF) dan On-Demand Services (ODS) melalui Gojek. Dalam 3 bulan di September, bisnis fintech Goto memang masih mencatatkan rugi EBITDA yang disesuaikan yakni Rp 65 miliar, tetapi membaik signifikan 83% dari periode yang sama tahun lalu rugi EBITDA yang disesuaikan Rp 388 miliar.
Adapun dalam 9 bulan, rugi EBITDA yang disesuaikan bisnis fintech sebesar Rp 481 miliar, membaik 66% dari sebelumnya rugi EBITDA yang disesuaikan Rp 1,41 triliun. Manajemen GoTo menegaskan bisnis fintech menunjukkan kemajuan signifikan dan menjadi pendorong pertumbuhan bisnis dan profitabilitas perseroan.
Penggerak utama profitabilitas adalah bisnis pinjaman seiring dengan nilai pinjaman konsumen yang disalurkan (outstanding loans) naik tiga kali lipat YoY di kuartal ketiga 2024 dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) yang stabil.
"Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem berjalan dengan baik, dengan berbagai produk dan penggunaan layanan di Grup, yang mendorong pertumbuhan pengguna, sekaligus memperdalam penetrasi pinjaman secara bertanggung jawab dan akuntabel," tulis manajemen GoTo.
Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo, mengatakan dengan perkembangan positif tersebut pihaknyai juga memperkirakan segmen fintech akan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal selanjutnya, satu tahun lebih cepat dari pedoman sebelumnya.
4. Kuartal Positif
Di sisi lain, segmen ODS melalui Gojek mencatatkan pertumbuhan yang signifikan sejalan dengan perbaikan marjin dan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif empat kuartal berturut-turut sejak kuartal IV-2023.
Gojek mencatat EBITDA yang disesuaikan positif sebesar Rp 156 miliar di Q3-2024, membalikkan posisi dari rugi EBITDA yang disesuaikan Rp 48 miliar. Sedangkan dalam 9 bulan, Gojek juga mencatatkan EBITDA yang disesuaikan positif Rp 412 miliar, dari sebelumnya yang rugi EBITDA disesuaikan Rp458 miliar.
"Basis pengguna terus berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan produk yang menyasar mass-market, sementara pertumbuhan segmen premium juga menghasilkan wallet share tambahan di antara para pengguna affluent," pungkasnya.