JAKARTA, KOMPAS.com - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kebayoran Lama 12 Jakarta Selatan riuh akan orangtua murid yang mengantar dan menemani anak mereka pada hari pertama sekolah, Senin (8/7/2024).
Terlihat, para orangtua menggandeng putra-putri mereka memasuki gerbang sekolah. Siswa-siswi baru yang masuk kelas satu tampak mencolok karena mengenakan baju seragam berbeda.
Ada yang memakai seragam Taman Kanak-kanak (TK), ada pula yang mengenakan seragam bimbingan belajar (bimbel). Namun, hal itu tak mengurangi keceriaan siswa-siswi.
Para orangtua pun tak kalah bersemangat. Tati (30), salah satu orangtua siswa kelas satu SDN Kebayoran Lama 12 becerita, ia bangun pukul 03.30 untuk mempersiapkan keperluan anak ke sekolah.
Tati memasak untuk sarapan dan bekal putra-putrinya, lalu mengantar keduanya ke SDN 12 Kebayoran Lama.
"Tadi anak saya semangat, berangkat sama abangnya jam setengah enam," ujar Tati kepada Kompas.com, Senin (8/7/2024).
Tati mengatakan, pihak sekolah memang meminta orangtua murid untuk membawakan bekal bagi anak-anak mereka pada hari pertama sekolah. Tati pun memasak ayam dan sayur-sayuran untuk kedua buah hatinya.
"Mie, nugget, enggak boleh. Yang penting makanan sehat aja," tambah Tati.
Usai mengantar putra-putrinya ke sekolah, Tati tak langsung pulang, Ia menunggu di halaman sekolah untuk menyaksikan acara pelepasan balon oleh para murid, seremonial menyambut tahun ajaran baru di SDN Kebayoran Lama 12.
Orangtua murid lainnya bernama Risky (34) juga tampak menemani sang putri. Risky yang bekerja di Badan Keamanan Laut (Bakamla) bahkan sampai izin dari kantor demi mengantar putrinya.
Risky bercerita, dirinya, sang istri, dan putrinya tinggal di Pondok Pinang atau sekitar dua kilometer dari sekolah. Dia menyebut, putrinya begitu bersemangat menyambut sekolah hari pertama.
"Tadi 6.15 (berangkat), masuknya jam setengah 7. Sebelumnya anak sudah terbiasa sekolah jam 7, paling penyesuaian dikit lah. Orangtuanya yang perlu nganter," ujar Risky.
Adapun selain seremonial pelepasan balon, kegiatan murid kelas satu SDN 12 Kebayoran Lama diisi dengan perkenalan dan menyantap bekal bersama. Setelahnya, sekitar pukul 08.30 WIB, siswa-siswi kelas satu dibubarkan.
Semangat dan ceria
Sementara, guru kelas satu SDN Kebayoran Lama 12 bernama Rian mengatakan, tidak ada murid kelas satu yang menangis saat hari pertama sekolah. Sebaliknya, para siswa dan siswi terlihat bersemangat.
"Enggak ada yang nangis, justru mereka semangat, ceria," jelas Rian kepada Kompas.com, Senin (8/7/2024).
Bahkan, kata Rian, ada siswa yang meminta orangtuanya tak mendampingi dan meninggalkan sekolah.
Meski begitu, Rian menyebut, para orangtua boleh menemani putra-putri mereka yang duduk di kelas satu selama tiga hari pertama bersekolah.
"Nanti orangtua murid selama tiga hari boleh mendampingi anaknya. Nah setelah tiga hari, kita kasih jarak antara orangtua murid dan siswa-siswi," tambah Rian.
Adapun selama satu minggu ke depan, siswa-siswi baru di SDN Kebayoran Lama 12 Jakarta Selatan akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Belum ada kegiatan belajar mengajar selama MPLS berlangsung.
Setelahnya, siswa-siswi akan dibagi ke dalam tiga kelas yang masing-masing terdiri dari 31 murid. Usai MPLS, para murid akan memulai kegiatan belajar mengajar.
Putri mengatakan jam masuk sekolah SD ternyata lebih pagi daripada waktu TK, sehingga ia pun harus membangunkan anaknya lebih pagi. Halaman all [381] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Putri (29), salah satu orangtua siswa kelas 1 SD di SDN Palmerah 15 Pagi, Jakarta Barat, bercerita ada tantangan sendiri saat mengantar anaknya yang baru masuk SD pada tahun ajaran 2024/2025 ini.
Putri mengatakan jam masuk sekolah SD ternyata lebih pagi daripada waktu sekolah taman kanak-kanak (TK), sehingga ia pun harus membangunkan anaknya lebih pagi.
Saat TK, jam masuk sekolah jatuh pada pukul 07.30 WIB. Sementara di SD ini, jadwal masuknya lebih awal satu jam, yakni pada pukul 06.30 WIB.
"Ya mau enggak mau harus paksa anak bangun," kata Putri saat berbincang dengan Kompas.com di lokasi, Senin (8/7/2024).
Rutinitas baru itu dia jalankan mulai pagi ini. Meski anaknya sempat rewel karena bangun pagi, Putri akhirnya berhasil membujuk untuk bangun dan berangkat ke sekolah.
"Susahnya cuma pas bangunin pagi-pagi saja. Namanya anak kecil kan pukul 05.00 WIB disuruh bangun masih ngantuk-ngantuknya," ujar Putri.
"Cara bujuknya sih saya bilang saja nanti ketemu sama teman-teman baru. Anaknya juga enggak yang penakut, tapi tadi saya tetap temani masuk sampai ke kelas," jelas dia.
Hal serupa juga dirasakan orangtua siswa lainnya bernama Lina (35).
Membangunkan anak di pagi hari untuk berangkat ke sekolah, terutama setelah libur yang panjang, terbilang cukup sulit baginya.
Apalagi, ibu yang memiliki empat orang anak itu juga masih harus mengurus dua anak lainnya yang sama-sama bersekolah, dan satu anak yang masih bayi.
"Rewelnya itu pas mau mandi pagi-pagi. Dingin lah apa lah," katanya.
"Cuma saya enggak ada bujuk dia bagaimana bagaimana. Pokoknya datang sekolah, saya bawakan bekal makanan kesukaan dia," imbuh Lina.