JAKARTA, investor.id - Saham PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR) melonjak 9,68% mentok auto reject atas ke Rp 81 per jeda siang perdagangan 15 Oktober 2024. Yang juga menjadi level tertingginya setidaknya sepanjang satu tahun terakhir.
Saham Lini Imaji Kreasi Ekosistem dengan kode FUTR tercatat di papan pemantauan khusus full call auction (FCA) sehingga punya batas auto reject 10%. Sejak 9 Oktober sampai 14 Oktober kemarin saham FUTR selalu ARA. Dan dalam tiga bulan terakhir saham ini ternyata sudah terbang 1.057%.
Saham FUTR terbang tinggi di tengah rencana bahwa induknya, yakni PT Digital Futurama Global (DFG) akan diakuisisi oleh PT Hexa Prima Nusantara (HPN).
Saham-saham yang akan dibeli oleh HPN beradal dari calon penjual yaitu PT Investasi Gemilang Maju (IGM).
Perkembangan Terbaru hingga Rencana Tender Offer
Direktur Hexa Prima Nusantara Yadi Hermayadi sempat mengungkap bahwa HPN dan IGM telah meneken perjanjian jual beli saham bersyarat untuk DFG pada 23 September 2024.
“Adapun perjanjan tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian pendahuluan pembelian saham bersyarat yang sebelumnya telah ditandatangani pada tanggal 10 September 2024,” ungkap Yadi dalam keterbukaan informasi yang diunggah Lini Imaji Kreasi Ekosistem (FUTR) belum lama ini.
Yadi menambahkan, pada tahap selanjutnya kedua belah pihak sedang merumuskan akta jual beli atau perjanjian pengalihan saham antara IGM dan HPN.
Menurutnya, setelah penyelesaian rencana pengambilalihan, sebagai pengendali baru Lini Imaji Kreasi Ekosistem (FUTR), HPN akan melaksanakan tender wajib alias tender offer sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam POJK 9/2018.
Hexa Prima Nusantara atau HPN merupakan perusahaan holding yang beralamat di Jl Karimun Jawa No 1 RT 010 RW004, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan. Alamat tersebut sama dengan alamat dari Hexa Prima Energy, sebagaimana tertera dalam situs web Hexa Prima Energy.
Hexa Prima Energy adalah grup perusahaan yang mengkhususkan diri dalam konstruksi teknik, pemeliharaan, dan penyediaan produk serta layanan mekanik, listrik di industri minyak & gas dan listrik. Didirikan di Jakarta pada tahun 2004 oleh Halim Suwandi.
Sementara itu, Lini Imaji Kreasi Ekosistem (FUTR) baru mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 Februari 2023. Perseroan bergerak dalam bidang periklanan, aktivitas desain khusus film, video, program TV, animasi, dan komik.
Digital Futurama Global menguasai 51,22% saham Lini Imaji Kreasi Ekosistem (FUTR). Sedangkan penerima manfaat akhir dari FUTR sejauh ini adalah Adhie Moelyadi Masardi.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News