#30 tag 24jam
Sertifikasi Halal Jadi Langkah Strategis Membangun Budaya Halal di RI
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor. Achmad MA.menyampaikan, sertifikasi halal menjadi sebuah langkah strategis dalam membangun budaya halal. Pada sektor usaha mikro, zakat dapat digunakan untuk membant [527] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #sertifikasi-halal #kh-noor-achmad #baznas #ihya-2024 #mustahik #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 05/10/24 08:37
v/16004213/
JAKARTA, investor.id - Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor. Achmad MA.menyampaikan, sertifikasi halal menjadi sebuah langkah strategis dalam membangun budaya halal. Pada sektor usaha mikro, zakat dapat digunakan untuk membantu pelaku usaha dalam memperoleh sertifikasi halal.
Diketahui, Sertifikat Halal kini menjadi syarat penting bagi pengusaha terutama dibidang Kuliner, sesuai ketentuan Undang-undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.
"Selama ini, BAZNAS telah berkontribusi dalam memfasilitasi sertifikasi halal kepada lebih dari 1000 mustahik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kategori self declare sejak tahun 2020," jelas Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (4/10/2024).
Selain itu, lanjut Kiai Noor, BAZNAS juga melakukan percepatan proses sertifikasi halal dengan mensertifikasi para pendamping program menjadi pendamping produk halal.
Dia mengatakan, pihaknya terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi umat melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya adalah dengan memfasilitasi sertifikasi halal bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Program fasilitasi sertifikat halal ini lebih dari sekedar memenuhi syarat berusaha, tapi juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan membangun citra yang baik bagi produk UMKM sehinga dapat membuka peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri.
Sertifikat halal menjadi nilai tambah bagi produk UMKM, sehingga meningkatkan daya saingnya di tengah persaingan pasar yang ketat. Upaya Baznas dalam membantu UMKM mendapatkan sertifikat halal ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai informasi, BAZNAS kembali meraih penghargaan Best Halal Financial Support sub kategori Islamic Financial Institution dalam ajang Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI.
"Alhamdulillah, kita kembali mendapatkan penghargaan dari Kementerian Perindustrian dalam IHYA Awards 2024, kali ini kita masuk dalam kategori best halal financial institution atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung Indonesia menjadi pusat halal dunia," kata Ketua BAZNAS.
Kiai Noor menjelaskan, program-program BAZNAS yang mendukung industri halal di antaranya program kurasi dan sertifikasi Halal UMK Mustahik binaan BAZNAS, pembentukan ekosistem pasar halal, dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam percepatan sertifikasi halal.
Sebelumnya, penyerahan penghargaan tersebut diterima oleh Kepala LPEM BAZNAS RI Deden Kuswanda, di BSD Grand Boulevard, Kec. Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (27/9/2024).
"Kami sampaikan terima kasih atas kerja keras para pimpinan BAZNAS, Ibu-Bapak pimpinan BAZNAS, Pak Deputi, Para direktur dan Amilin amilat serta para muzaki dan mustahik BAZNAS atas diraihnya penghargaan ini," pungkas Kiai Noor.
IHYA digagas oleh Kementerian Perindustrian. Menjadi ajang apresiasi bagi institusi pemerintah, swasta, dan masyarakat yang berkontribusi terbaik dalam pemberdayaan dan pembangunan industri halal nasional. IHYA digelar pertama kali pada tahun 2021 yang menghasilkan 14 pemenang dari tujuh kategori serta satu penghargaan Best of The Best.
Pada penyelenggaraan di tahun 2022, berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No.44 Tahun 2022 Tentang Penghargaan Industri Halal Indonesia terdapat delapan kategori utama, yaitu inovasi halal terbaik, program sosial kemasyarakatan terbaik, rantai pasok halal terbaik, serta industri kecil terbaik. Kemudian, penghargaan untuk kategori kawasan industri halal terbaik, ekspansi ekspor terbaik, program halal terbaik, serta dukungan finansial halal terbaik.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Posisi Ekonomi Syariah RI Terus Meningkat di Global
Posisi ekonomi syariah Indonesia di tataran global terus meningkat di berbagai sektor. - Halaman all [875] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #ihya-2024 #kemenperin #menperin-agus-gumiwang-kartasasmita #industri-halal #ekonomi-syariah #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 27/09/24 21:25
v/15639279/
TANGERANG, Investor.id -Ekonomi syariah dan industri halal telah dipandang sebagai sumber mesin pertumbuhan ekonomi baru. Posisi ekonomi syariah Indonesia di tataran global terus meningkat di berbagai sektor.
Tahun lalu, secara keseluruhan Indonesia berhasil naik satu peringkat menjadi posisi ketiga pada Global Islamic Economy Indicator dalam SGIER 2023/2024, yang dirilis oleh Dinar Standard. Posisi ke-3 Indonesia tersebut, setelah Malaysia dan Arab Saudi, dengan melampaui posisi Uni Arab Emirat dan Bahrain. “Dari lima indikator penilaian, terdapat tiga indikator yang menopang kenaikan tersebut dan berkorelasi dengan upaya Kementerian Perindustrian di sektor industri halal,” ucap Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada Penganugerahan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2024 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (27/9/2024).
Pertama, Indonesia berhasil naik tiga peringkat menjadi posisi kelima pada sektor industri farmasi dan kosmetik halal. Selanjutnya, pada sektor industri makanan halal, Indonesia menempati peringkat ketiga, mengungguli Turki, Singapura, dan Thailand. Kemudian, pada sektor modest fashion, Indonesia menempati level ketiga, melewati Singapura dan Italia. “Oleh karena itu, sebagai upaya untuk mempromosikan dan meningkatkan awareness masyarakat terhadap produk industri halal, kami menyelenggarakan kegiatan IHYA ini, yang telah kami lakukan setiap tahunnya sejak tahun 2021,” tutur dia.
Sebagai bagian dari sektor industri pengolahan, industri halal juga menunjukkan kinerja yang positif. Pada kuartal I 2024, sektor unggulan Halal Value Chain (HVC) tumbuh 1,94% (y-on-y). Adapun sektor unggulan halal tersebut, antara lain sektor makanan dan minuman halal serta modest fashion mencatatkan pertumbuhan masing-masing sebesar 5,87% (y-o-y) dan 3,81% (y-o-y). “Ini menunjukkan bahwa di masa depan, pertumbuhan ekonomi nasional dapat didominasi oleh ekonomi syariah melalui perkembangan industri halal,” kata Agus.
Menperin mengungkapkan, ekonomi syariah dan industri halal memiliki potensi yang sangat besar. Merujuk pada data yang dirilis dalam State of the Global Islamic Report (SGIER) edisi 2023/2024, jumlah konsumsi produk halal di dunia diperkirakan mencapai US$ 2,4 triliun pada 2024.
Selain itu, Pew Research Center’s Forum on Religion and Public Life memproyeksi jumlah populasi penduduk muslim di dunia akan terus bertambah hingga mencapai 2,2 miliar jiwa atau 26,5% dari total populasi dunia di tahun 2030. Peningkatan angka tersebut dinilai sejalan dengan pertumbuhan pada permintaan produk industri halal. “Sehingga, Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi penduduk muslim terbesar kedua di dunia, yang mencapai 241,7 juta jiwa, memiliki potensi pasar yang sangat menjanjikan untuk pertumbuhan ekonomi syariah dan industri halal,” papar Agus.
Gelaran IHYA Melalui rangkaian acara IHYA, Menperin memberikan apresiasi kepada para stakeholders industri halal yang mendukung dan berperan aktif dalam mengakselerasi perkembangan dan pemberdayaan industri halal nasional. “IHYA menjadi brand untuk kemajuan sektor industri halal Indonesia, sekaligus menjadi representasi visi Indonesia sebagai pusat produsen halal terkemuka di dunia,” ujar dia.
IHYA juga diharapkan menjadi ajang penghargaan yang berkredibilitas tinggi dan menjadi media kurasi industri halal terbaik di Indonesia. “Harapan kami, melalui IHYA, Kementerian Perindustrian dapat ikut memperkuat ekosistem ekonomi syariah pada umumnya, dan industri halal khususnya,” kata Menperin.
Pada pelaksanaan kegiatan IHYA 2024, seperti tahun-tahun sebelumnya, Kemenperin melibatkan berbagai stakeholders lintas sektor dari kalangan lembaga pemerintah, non-pemerintah, industri, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan akademisi pada tahapan penjurian serta penetapan rekomendasi pemenang.
Keterlibatan multistakeholder dalam kegiatan IHYA 2024 ini menjadi penting, karena menjadikan IHYA sebagai kegiatan kolaboratif dari berbagai elemen, tidak hanya kegiatan Kemenperin semata. “Kami berharap kegiatan IHYA 2024 ini bisa menjadi langkah bersama untuk memacu pertumbuhan ekosistem industri halal nasional, menaikkan reputasi industri lokal dan meningkatkan daya saing industri nasional di tingkat global,” papar Agus.
Pada kesempatan ini, Menperin mengucapkan terima kasih kepada para Dewan Juri dan Dewan Pertimbangan yang beranggotakan dari berbagai kalangan, atas perhatian dan kerja samanya sepanjang proses penyelenggaraan IHYA 2024 ini. “Selamat kepada para penerima Penghargaan IHYA 2024, dan saya berharap para penerima penghargaan tidak berhenti berinovasi untuk menciptakan ide-ide baru yang dapat menjadi sumbangsih bagi majunya industri halal nasional, serta menyemarakkan kampanye dan promosi industri halal di Indonesia maupun di tingkat global,” kata dia.
Tahun ini, Menperin memberikan kepada 22 penerima penghargaan IHYA 2024 yang terdiri dari delapan kategori. Kategori pertama, Inovasi Halal Terbaik (Best Halal Innovation) yang meliputi CV Batik Teknologi Indonesia, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Universitas Ahmad Dahlan, serta Majelis Ulama Indonesia.
Kedua, kategori Program Sosial Kemasyarakatan Terbaik (Best Social Impact Initiatives), yang meliputi PT Paragon Technology and Innovation, Politeknik AKA Bogor, serta Yayasan Rumah Zakat Indonesia. Ketiga, kategori Rantai Pasok Halal Terbaik (Best Halal Supply Chain), diraih oleh PT Dexa Medica.
Keempat, kategori Industri Kecil Terbaik (Best Small Industry), yang meliputi PT Alindra Berkah Cemerlang, CV Paradise Batik, CV Kay Nusa Bihaka, PT Followme Indonesia, dan PT Osadha Nusantara Group. Kelima, kategori Kawasan Industri Halal Terbaik (Best Halal Industrial Estate), yang diraih Halal Industrial Park Sidoarjo (PT Makmur Berkah Amanda Tbk). Keenam, kategori Ekspansi Ekspor Terbaik (Best Export Expansion), diterima oleh PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.
Berikutnya, kategori Dukungan Program Halal Terbaik (Best Halal Program Support) diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Banjarmasin. Kategori kedelapan, yaitu Dukungan Finansial Terbaik (Best Halal Financial Support), diterima oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, PT Dana Syariah Indonesia, Koperasi Konsumen Syariah BMT Insan Samawa, dan Badan Amil Zakat Nasional.
Editor: Leonard (severianocruel@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News