#30 tag 24jam
Pak Prabowo, Mimpi Pertumbuhan Ekonomi 8% Terlalu Tinggi di Mata IMF
Prabowo sempat menyebut pertumbuhan ekonomi 8% mudah dicapai. Namun, bagi IMF angka itu terlalu tinggi, karena ekonomi RI diperkirakan tumbuh 5,1% sampai 2029. [970] url asal
#target-pertumbuhan-ekonomi-8-prabowo #pertumbuhan-ekonomi-8-prabowo-terlalu-tinggi-menurut-imf #imf-soal-target-pertumbuhan-ekonomi-prabowo #pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2024-2029 #imf-proyeksikan
(Bisnis.Com - Ekonomi) 12/08/24 08:30
v/14269011/
Bisnis.com, JAKARTA — Sejak reformasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak pernah menyentuh 7%. Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto sama-sama mematok target pertumbuhan tinggi, tetapi IMF memberikan pandangan lain: ekonomi RI berpotensi hanya tumbuh 5,1% sampai 2029.
Terakhir kali Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas 7% terjadi pada 1996, dengan capaian 7,82%. Angkanya melambat dibandingkan 1995 yang tumbuh 8,22% tetapi masih lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.
Sebagai negara berkembang, Indonesia berpeluang untuk terus mengakselerasi perekonomiannya, berbekal demografi jumbo hingga potensi kekayaan alam.
Tidak heran, Presiden Jokowi bermimpi besar untuk mengejar pertumbuhan ekonomi hingga 7%, meskipun kini terbukti mimpi itu tidak bisa tercapai.
Berkaca dari capaian Jokowi itu, Prabowo justru bermimpi bisa meraih pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi, yakni 8%.
"Saya sangat percaya diri bahwa kami bisa dengan mudah mencapai [pertumbuhan ekonomi] 8%, dan saya yakin untuk melaju lebih jauh," ujar Prabowo di Qatar Economic Forum, Rabu (15/5/2024), dilansir dari Bloomberg.
Prabowo menyatakan bahwa dirinya sudah berbicara dengan para ahli, dia sendiri pun sudah mempelajari data-data dan indikator ekonomi, sehingga sangat yakin target pertumbuhan ekonomi 8% dapat tercapai.
Saat Prabowo menyatakan itu, Chief International Correspondent for South Eeast Asia BloombergTV Haslinda Amin selaku moderator langsung menanyakan kapan target itu bisa tercapai. Dengan lugas, Prabowo menyebutnya bisa tercapai dengan relatif cepat.
"Saya akan mengatakannya, dalam 2—3 tahun," ujar Prabowo.
Selang beberapa bulan kemudian, Prabowo kembali menyatakan mimpinya untuk meraih pertumbuhan ekonomi 8%.
Prabowo mengaku tidak sepakat dengan target Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto soal pertumbuhan ekonomi yang hanya dipatok di kisaran 5%. Pasalnya, percepatan pembangunan adalah hal vital bagi masa depan Indonesia.
"Kalau saya lebih berani lagi, kita harus berani menaruh sasaran yang lebih tinggi. Kalau saya optimistis kita bisa mencapai 8% pertumbuhan [ekonomi]," ujar Prabowo dalam Peluncuran Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 di Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2024).
Dalam pengakuannya, dia bahkan bertaruh dengan menteri negara tetangga bahwa target ambisius itu bisa tercapai. Prabowo mengaku akan ditraktir pejabat itu apabila pertumbuhan ekonomi 8% bisa tercapai.
"Bahkan, saya taruhan dengan beberapa menteri dari sebuah negara tetangga. Saya gak sebut negara mana, banyak wartawan, semua direkam. Tapi ada beberapa menteri dari sebuah negara yang taruhan sama saya," ungkapnya.
Senior Economist DBS Bank Radhika Rao menilai bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang maksimal, pemerintah harus mampu meningkatkan investasi pada sektor manufaktur. Menurutnya, sektor ini perlu menjadi perhatian khusus mengingat perekonomian Indonesia yang masih berbasis sumber daya alam dan mineral.
"Contohnya di manufaktur itu seperti proyek hilirisasi. Mau tidak mau memang kita harus mulai dari sana, walaupun diharapkan cukup banyak investasi di industri manufaktur lain," jelas Rao dalam media briefing di Jakarta pada Selasa (6/8/2024).
Selanjutnya, pemerintah juga harus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang ada di Indonesia. Rao menuturkan, pengembangan ini tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dari tenaga kerja.
Dia menyebut, pemerintah perlu berinvestasi pada aspek-aspek yang dapat mendukung pengembangan SDM, mulai dari pendidikan hingga kesehatan. Dengan begitu, Rao menyebut tenaga kerja dalam negeri mempunyai daya saing yang kompetitif.
"Ini menjadi penting karena ke depannya ini [SDM] yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi ke kisaran 6%—7% juga," kata Rao.
Keraguan IMF soal Pertumbuhan Ekonomi 8%: Hanya Bisa Capai 5,1%
International Monetary Fund (IMF) menerbitkan dokumen IMF Country Report No.24/270, yang di antaranya berisi proyeksi perekonomian Indonesia hingga beberapa tahun ke depan, termasuk ramalan pertumbuhan ekonomi RI hingga 2029.
IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan di angka 5,1% pada 2024 hingga 2029 alias periode pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.
Secara keseluruhan, IMF menilai kerangka kebijakan fiskal, moneter, dan keuangan Indonesia telah memberikan landasan bagi stabilitas makro dan manfaat sosial. Kebijakan-kebijakan pemerintah dinilai berhasil fasilitasi pemulihan ekonomi dari guncangan global sejak 2020.
"Pertumbuhan Indonesia tetap kuat meskipun ada hambatan eksternal, inflasi rendah dan terkendali dengan baik, sektor keuangan tangguh, serta kebijakan umumnya sudah diambil secara teliti dan diarahkan untuk jadi penyangga," tulis laporan IMF, dikutip pada Senin (12/8/2024).
Oleh sebab itu, IMF meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap positif di angka 5,1% dalam jangka menengah meski di tengah kondisi ketidakpastian global.
Lembaga keuangan di bawah Bank Dunia itu melihat inflasi akan tetap terkendali. ekspor sektor riil akan tumbuh lebih lambat, namun impor akan pulih sejalan dengan dinamika permintaan domestik.
Meski demikian, IMF juga mengingatkan sejumlah tantangan yang harus diantisipasi pemerintahan ke depan terutama akibat dinamika geopolitik yang belum akan pulih.
"Volatilitas harga komoditas, perlambatan pertumbuhan ekonomi mitra dagang utama Indonesia, atau dampak dari suku bunga kebijakan yang tinggi dan berjangka panjang di negara-negara maju merupakan risiko eksternal yang penting diperhatikan," simpul IMF.
Ketua Dewan Pakar Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Dradjad H. Wibowo meyakini bahwa ramalan IMF itu salah besar.
Ekonom senior itu meyakini pertumbuhan ekonomi pemerintahan Prabowo ke depan bisa mencapai 6%—7% seperti yang janji kampanye. Dia yakin, IMF akan tarik kembali ramalannya yang sebut pertumbuhan ekonomi RI stagnan di angka 5,1% dari 2024—2029.
"Mereka [IMF] sering salah juga. Dalam setahun, mereka bisa beberapa kali mengubah prediksinya," ujar Dradjad kepada Bisnis, Kamis (8/8/2024).
Dia tidak menampik sedang terjadi perlambatan ekonomi dunia seperti yang jadi catatan IMF. Meski demikian, sambungnya, tim ahli Prabowo sudah memperkirakannya ketika susun target pertumbuhan ekonomi 6%—7%.
"Itu diwujudkan antara lain melalui program-program yang langsung dirasakan masyarakat dan sekaligus menjaga konsumsi rumah tangga. Selain itu, untuk membiaya program-program pro-bisnis seperti kebijakan pengadaan pemerintah, program-program pro ekspor, dan seterusnya," ungkap Dradjad.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menilai bahwa angka 5,1% dari IMF semata-mata hanya proyeksi, sehingga Indonesia tetap bisa mencapai lebih tinggi dari itu.
"Namanya proyeksi IMF, tidak perlu khawatir. Setiap tahun akan ada perubahan," tuturnya kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (8/8/2024).
(Wibi Pangestu Pratama, Lorenzo Anugrah Mahardhika)
Proyeksi Lengkap IMF soal Ekonomi RI sampai 2029
IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di kisaran 5,1% sampai 2029. Berikut isi dan data-data dalam laporannya. [490] url asal
#target-pertumbuhan-ekonomi-8-prabowo #pertumbuhan-ekonomi-8-prabowo-terlalu-tinggi-menurut-imf #imf-soal-target-pertumbuhan-ekonomi-prabowo #pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2024-2029 #imf-proyeksikan
(Bisnis.Com - Ekonomi) 12/08/24 07:59
v/14265414/
Bisnis.com, JAKARTA — Konsumsi yang stagnan hingga dinamika harga komoditas menjadi sejumlah faktor yang akan memengaruhi perekonomian Indonesia lima tahun ke depan. International Monetary Fund (IMF) meramalkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tertahan di level 5,1% hingga 2029.
IMF menerbitkan dokumen IMF Country Report No.24/270, yang di antaranya berisi proyeksi perekonomian Indonesia hingga beberapa tahun ke depan, termasuk ramalan pertumbuhan ekonomi RI hingga 2029.
IMF memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap tinggi dan inflasi terkendali dengan baik pada tahun ini. Proyeksi pertumbuhan ekonomi RI 2024 dari IMF adalah 5,0%.
Pertumbuhan ekonomi itu didukung oleh peningkatan konsumsi publik dan pertumbuhan investasi yang mengimbangi hambatan ekspor neto (net export) karena tekanan eksternal.
Pertumbuhan ekonomi akan sedikit meningkat menjadi 5,1% menurut IMF, melalui dukungan ekspansi fiskal. Inflasi utama juga diperkirakan tetap stabil di titik tengah dari rentang target yang dipatok pemerintah.
Sayangnya, angka 5,1% tetap berlaku dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai 2029 menurut IMF. Artinya, terdapat kemungkinan periode pertama pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan melanjutkan tren pertumbuhan ekonomi di kisaran 5%.
Secara keseluruhan, IMF menilai kerangka kebijakan fiskal, moneter, dan keuangan Indonesia telah memberikan landasan bagi stabilitas makro dan manfaat sosial. Kebijakan-kebijakan pemerintah dinilai berhasil fasilitasi pemulihan ekonomi dari guncangan global sejak 2020.
"Pertumbuhan Indonesia tetap kuat meskipun ada hambatan eksternal, inflasi rendah dan terkendali dengan baik, sektor keuangan tangguh, serta kebijakan umumnya sudah diambil secara teliti dan diarahkan untuk jadi penyangga," tulis laporan IMF, dikutip pada Senin (12/8/2024).
Secara umum, risiko yang dihadapi Indonesia relatif seimbang. Adapun, risiko negatif utama mencakup volatilitas harga komoditas yang terus menerus, seperti efek gejolak geopolitik; perlambatan mendadak perekonomian mitra dagang utama, hingga efek negatif dari kondisi keuangan global yang lebih ketat ke depannya.
Risiko dari sisi domestik yakni melemahnya kerangka makro-fiskal yang sudah ada sejak lama lalu menghambat kredibilitas kebijakan.
Namun demikian, ada peluang pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan para mitra dagang dan disinflasi lebih cepat pada negara-negara maju. Hal itu dapat menopang pertumbuhan ekonomi Tanah Air.
IMF pun merekomendasikan Indonesia untuk menjaga kehati-hatian dalam kebijakan fiskal, termasuk soal disiplin defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maksimal 3%. IMF juga menekankan Indonesia untuk memprioritaskan mobilisasi pendapatan melalui reformasi yang ambisius untuk memperkuat ruang fiskal secara signifikan.
Kebijakan moneter Indonesia juga dinilai sudah tepat, dengan kebijakan makroprudensial yang akomodatif sehingga mendukung pertumbuhan kredit dan likuiditas tetap aman. Kebijakan moneter harus selalu didorong oleh data, berdasarkan perkembangan kondisi domestik, hingga nilai tukar yang bisa meredam guncangan.
Berikut proyeksi ekonomi Indonesia berdasarkan IMF Country Report No.24/270:
| Proyeksi | 2024 | 2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 |
| Pertumbuhan Ekonomi | 5,0% | 5,1% | 5,1% | 5,1% | 5,1% | 5,1% |
| Pengeluaran Konsumsi | 5,1% | 5,1% | 5,1% | 5,1% | 5,1% | 5,1% |
| Ekspor Neto | 0,2% | 0,2% | 0,3% | 0,3% | 0,3% | 0,3% |
| Inflasi | 2,8% | 2,7% | 2,6% | 2,5% | 2,5% | 2,5% |
| Utang Luar Negeri (miliar dolar AS) | 419,0 | 439,4 | 461,6 | 482,8 | 509,9 | 540,0 |