JAKARTA, investor.id – Research and Development ICDX Girta Yoga memprediksi harga batu bara melanjutkan tren bullish pada pekan ini. Harganya pun diperkirakan bisa mencapai segini.
“Untuk pekan depan, harga batu bara berpotensi menemui level resistance di kisaran harga US$ 137–138,5 per ton. Apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level Support di kisaran harga US$ 136 –134,5 per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, baru-baru ini.
Yoga menyebutkan, indikator yang dipantau antara lain kondisi permintaan di negara China dan India, kondisi pasokan terutama di Indonesia dan Australia, perkembangan kebijakan energi bersih, dan situasi di pasar gas alam.
Yoga memperkirakan harga batu bara bullish pada Juli. Diperkirakan harga akan menemui resistance di level US$ 138 per ton dan Support di level US$ 127 per ton. “Sentimen utamanya adalah berlangsungnya gelombang panas terutama di China dan India yang berpotensi mendorong konsumsi batu bara domestik untuk kebutuhan listrik yang digunakan dalam pendingin ruangan,” ucapnya.
Sedangkan untuk Semester II-2024, Yoga menyebut, ada potensi harga batu bara bergerak bullish. Diperkirakan harga akan menemui resistance di level US$ 140 per ton dan Support di level US$ 125 per ton. “Sentimen utama yang berpotensi mempengaruhi adalah estimasi peningkatan permintaan untuk persiapan pasokan memasuki musim dingin,” jelas Yoga.
Yoga menambahkan, sepanjang pekan pertama Juli 2024, harga batu bara bergerak bullish atau menguat sebesar 3,33%. Dilihat secara year to date (ytd), harga batu bara melaju positif dengan mencatatkan penguatan sebesar 3,49%.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News