#30 tag 24jam
IBF 2024, Garislurus Tawarkan Program Umroh Menabung Mulai Rp 100 Ribu
Islamic Book Fair (IBF) 2024 bertema Membangun Optimisme Umat Melalui Literasi Islam. [245] url asal
#islamic-book-fair #ibf-2024 #katrin-a-swasono #pameran-buku-terbesar-se-asia-tenggara #islamic-book-fair-2024
(Republika - News) 14/08/24 19:03
v/14424821/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islamic Book Fair (IBF) 2024 bertema 'Membangun Optimisme Umat Melalui Literasi Islami' digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Tanah abang, Jakarta Pusat pada 14-18 Agustus 2024. Pameran tersebut resmi dibuka pada Rabu (14/8/2024).
Owner sekaligus Diretur Utama Garislurus Travel, Katrin A Swasono menyampaikan, pihaknya turut serta meramaikan pameran buku dan travel terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Berlokasi di Hall A (145-148) JCC Senayan, Katrin menawarkan promo menarik bagi masyarakat, dari program Nabung Umroh mulai Rp 100 ribu hingga bagi bagi kurma dan mushaf gratis.
"Dalam IBF 2024 ini kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa siapa saja bisa umroh, bahkan bisa menabung dimulai dengan Rp 100 ribu saja," ucap Katrin dalam siaran pers di Jakarta pada Rabu (14/8/2024).
Tak hanya itu, Garislurus juga menawarkan hadiah umroh gratis kepada dua pengunjung yang beruntung. Untuk mendapatkan umroh gratis, caranya cukup mudah, antara lain follow akun Instagram @garislurus.travel.
Selanjutnya stempel tiket IBF 2024 kepada petugas di Booth Garislurus yang berlokasi di Hall A (145-148) JCC Senayan. Kemudian, isi biodata di tiket yang sudah distempel dan masukkan tiket ke kotak undian di Booth Garislurus.
"Pengumuman pemenang akan diumumkan pada 18 Agustus Pukul 19.00 WIB di Panggung Utama IBF," ujar Katrin.
Pameran buku Islam terbesar di Indonesia hadir di Jakarta selama lima hari. Pameran tersebut diramaikan dengan sejumlah kegiatan, di antaranya bedah buku, perlombaan nasyid atau marawis, talkshow, kajian, penghargaan buku terbaik, penghargaan tokoh buku dan lainnya.
IBF Hadir Perjuangan Kembalikan Kejayaan Peradaban Islam
IBF dihadiri ribuan orang di hari pertama. [438] url asal
#ibf #islamic-book-fair #hikmat-kurnia #ikapi #ikatan-penerbit-indonesia #pameran-buku-islam
(Republika - Khazanah) 14/08/24 18:11
v/14418963/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islamic Book Fair (IBF) bertema "Membangun Optimisme Umat Melalui Literasi Islami" digelar di Jakarta Conventiom Center (JCC) pada tanggal 14-18 Agustus 2024. Di antara tujuan besar diselenggarakannya IBF setiap tahun adalah untuk mengembalikan kejayaan peradaban Islam lewat literasi Islam.
"Saya percaya bangsa Indonesia ini didirikan oleh para pecinta buku, tidak ada pendiri bangsa yang tidak punya kemampuan membaca dan menulis buku," kata Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta, Hikmat Kurnia saat pembukaan IBF 2024 di JCC, Rabu (14/8/2024).
Hikmat mengatakan, Republik Indonesia adalah Republik para pecinta buku. Maka sudah sewajarnya generasi selanjutnya merawat literasi Islam. Sebab literasi Islam sangat kaya dengan nilai-nilai optimisme dan semangat, itulah faktanya. Sehingga lewat literasi Islam itu masyarakat bisa mengisi kemerdekaan dengan baik.
"Alhamdulillah kita didukung oleh banyak pihak, sehingga Islamic Book Fair bisa terselenggara dengan baik," ujar Hikmat.
Ia menyampaikan, tentu masyarakat sekarang harus mencontoh kepada ulama terdahulu dan sejarah Rasulullah SAW yang menjadi poros pergerakan peradaban. Dalam waktu singkat, Nabi Muhammad SAW telah membangun perdaban Islam dan dilanjutkan oleh generasi selanjutnya.
Oleh karena itu, bangsa Indonesia dituntut untuk terus merawat semangat literasi Islam. Supaya bangsa Indonesia punya nilai-nilai baik dan optimis.
"Saya ingat pernyataan KH Hasan Abdullah Sahal bahwa yang penting itu kita berbuat baik, jangan sampai kita mengisi hal-hal dengan yang tidak baik, Insya Allah IBF adalah kegiatan yang baik bagi kita semua," kata Hikmat.
Hikmat menegaskan bahwa IBF hadir dari tahun ke tahun agar menyuburkan lahirnya generasi Islam yang kokoh secara akhlak dan akidah, mumpuni secara kompetensi dan kuat secara literasi. Inilah kontribusi para pegiat literasi untuk menjadi bagian dari membangun bangsa yang berkemajuan.
"Semoga upaya kita untuk bersusah payah dalam membangun generasi unggul, berteguh dalam visi kebenaran dan berjuang untuk kejayaan kembali peradaban Islam dicatat sebagai amal kebaikan kita semua," ujar Hikmat.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia IBF 2024, Husni Kamil menyampaikan, tema IBF tahun ini adalah Membangun Optimisme Umat Melalui Literasi Islami. Tema tersebut artinya menjadikan literasi Islam sebagai sumber inspirasi bagi umat Islam.
Husni mengatakan, kegiatan IBF 2024 tidak akan terselenggara hanya oleh panitia saja, untuk itu mengucapkan terimakasih kepada Bank Syariah Indonesia (BSI) yang telah mendukung IBF 2024. Terimakasih juga kepada jaringan pesantren yang terdiri dari sekitar 170 pesantren yang telah membersamai IBF.
"Partisipasi aktif dari jaringan pesantren memperkaya acara di IBF, dan IBF menjadi bukti nyata minat masyarakat terhadap literasi Islam semakin meningkat," ujar Husni.
Dalam gelaran IBF 2024, ada 128 penerbit, 70 multi produk, tiga panggung, 80 acara, empat lomba, 170 jaringan pesantren dan enam negara. Dalam pembukaan IBF 2024, lokasi acara dibanjiri ratusan bahkan ribuan santri yang berkunjung ke IBF.
MHM Kembali Hadir di IBF 2024, Sajikan Buku dan Seminar Berkualitas
IBF merupakan ajang pameran buka bergengsi nasional [965] url asal
#islamic-book-fair #islamic-book-fair-2024 #majelis-hukama-muslimin #mhm-hadir-di-ibf #pameran-buku
(Republika - Khazanah) 14/08/24 17:57
v/14418964/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Majelis Hukama Muslimin (MHM) tahun ini kembali berpartisipasi dalam Islamic Book Fair (IBF).
Pameran buku keislaman terbesar di Indonesia ini akan berlangsung pada 14–18 Agustus 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) Hall, Jakarta, dengan tema “Membangun Optimisme Umat melalui Literasi Islami”.
“Ini merupakan kali ketiga berturut-turut keikutsertaan Majelis Hukama Muslim dalam Islamic Book Fair di Jakarta. Kami hadir dengan stan khusus agar bisa memberikan kenyamanan bagi para pengunjung,” kataDirektur MHM kantor cabang Indonesia Muchlis M Hanafi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/2024).
“Kami akan hadirkan ratusan buku keislaman berkualitas, dalam bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia karya para ulama dan intelektual ternama,” sambungnya.
Stan MHM akan menampilkan ratusan publikasi dalam berbagai bahasa yang membahas kajian keilmuan dan budaya.
Melalui buku terbitannya, MHM terus berupaya menyebarkan pemikiran keislaman yang moderat dan mencerahkan. MHM juga akan menggelar sejumlah seminar dengan menhadirkan sejumlah pembicara ternama.
“MHM melihat pameran buku sebagai sarana strategis untuk terus mempromosikan perdamaian serta memperkuat nilai dialog dan toleransi. Karenanya, setiap pameran, MHM juga menggelar diskusi dan seminar. Kami juga terus berupaya membangun jembatan kerja sama di antara orang-orang dari berbagai suku, agama, budaya, dan keyakinan,” kata dia.
Di antara buku yang akan dihadirkan pada stan MHM adalah lebih dari 20 karya Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua MHM, Imam Akbar Prof Ahmed Al-Tayeb. Publikasi ini menyoroti masalah toleransi Islam dan kekayaan warisan intelektual dan filosofisnya.
Karya-karya tersebut antara lain Al-Qawl Al-Tayyib (Perkataan Baik), Muqawwamat Al-Islam (Nilai Esensial Islam), Ra'y Fi Hiwar Al-Sharq Wal-Gharb (Pandangan tentang Dialog Timur-Barat), Al-Awda ila Al-Iman (Kembali ke Iman), Kalima ila al-Syabab (Kata-kata untuk Kaum Muda), Fi al-Mustalah al-Kalami wal-Sufi (Tentang Terminologi Teologis dan Sufi), Al-Turath wal Tajdid (Warisan dan Pembaruan), serta publikasi yang dirilis pada 2024 seperti Al-‘Onf wal Silm: Nahw Fahm Mutakamil (Kekerasan dan Perdamaian: Menuju Pemahaman Komprehensif).
Ada juga, Al-Gharb wa I’adat Iktishaf al-Islam (Barat dan Penemuan Kembali Islam) karya Tijani Boulaouali, Fikrat al-Silm Fajr al-Nahda al-Europea (Mengonseptualisasikan Perdamaian Selama Renaisans Eropa) karya Dr Bennacer El Bouazzati, dan Medyat al-Ta’aruf Fi Al-Maghreb wal-Andalus (Pertemuan Lintas Agama di Al-Andalus dan Maroko) yang ditulis Dr Jaafar Ben El Haj Soulami.
Stan MHM pada IBF 2024 juga akan menampilkan koleksi terbitan penting lainnya, termasuk Al-Hub Fi Al-Qur’an Al-Karim (Cinta dalam Al-Qur’an Suci) karya Pangeran Yordania Ghazi bin Muhammad, anggota MHM.
Ada juga buku ‘Imam Besar dan Paus: Jalan Berduri — Kesaksian atas Kelahiran Dokumen Persaudaraan Manusia’, karya Konselor Mohamed Abdelsalam, Sekretaris Jenderal MHM.
Dipamerkan juga buku Qawa’id al-Fahm wal-Tafahum Min al-Fikr wal-Lughat (Aturan Pemahaman dan Komunikasi dalam Pikiran dan Bahasa) karya Dr Mustafa Bin Hamza, anggota MHM dan Mutashabih al-Nazm Fi Qasas Al-Qur’an Al-Karim: Muqarana wa-Tahlil (Studi tentang Kesamaan Gaya dalam Kisah-kisah Al-Qur’an: Studi Komparatif dan Analitis) karya Abdelghani Al-Rajhi.
MHM, lanjut Muchlis, juga menerbitkan sejumlah buku terjemahan. Ini dilakukan karena MHM meyakini pentingnya penerjemahan sebagai jembatan antarperadaban untuk komunikasi yang konstruktif. Ini juga menjadi bagian dari upaya MHM dalam mempromosikan perdamaian.
Beberapa buku terjemah yang akan dihadirkan pada IBF 2024 antara lain 1) Religious Tolerance in World Religions karya Jacob Neusner dan Bruce Chilton, 2) Confronting Islamophobia in Europe yang merupakan kumpulan tulisan dari berbagai peneliti, 3) Islam and Good Governance karya Profesor Muqtader Khan dari University of Delaware, AS, serta 4) Islam, the West, and Tolerance: Conceiving Coexistence karya Aaron Tyler.
Seminar
Selain pameran buku, MHM selama IBF 2024 juga akan menggelar serangkaian seminar. Ada lima seminar dan satu bedah buku yang akan digelar di panggung utama dan stan MHM.
Dua seminar di panggung utama:
1. Peran Lembaga Keagamaan dalam Mendukung Perdamaian Dunia, Belajar dari Pengalaman NU dan Muhammadiyah. Narasumber: a. Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed (Sekum Muhammadiyah), b. KH. Ulil Absar Abdalla (Ketua NU), dan c. Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA (Pendiri dan Anggota MHM). Seminar ini akan digelar pada Jumat, 15 Agustus 2024, pukul 17.00 – 18.00 WIB
2. Strategi Pengarusutamaan Wathaniyah dan Moderasi Beragama di Media. Narasumber: a. TGB Dr. M Zainul Majdi, MA (Anggota Komite Eksekutif MHM), b. Irfan Junaidi (Pemimpin Redaksi Kantor Berita Antara) dan c. Habib Ja’far (Dai dan Pegiat Media Sosial). Seminar akan digelar pada Ahad, 18 Agustus, jam 17.00 – 18.00 WIB.
Bedah buku dan seminar di stan pameran MHM yaitu:
- Bedah Buku “Al-Qawl Al-Thayyeb” karya Grand Syekh Al-Azhar. Narasumber: a. Dr. Muhammad Zain Al-Majd (Anggota Komite Eksekutif MHM), b. Dr. Amani Lubis (Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta), dan c. Syekh Salahuddin (Peneliti Markaz Tahqiq al-Turats Al-Azhar) (online). Acara berlangsung Rabu, 14 Agustus 2024, pukul 17.00 – 18.00 WIB
- Pendidikan Moral: Integrasi Nilai Koeksistensi dan Perdamaian dalam Pendidikan Keagamaan. Narasumber: a. Dr. Thobib Al Asyhar (Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemenag) dan b. Dr. Syamsul Ma’arif (Ketua PWNU DKI Jakarta). Acara, Kamis, 15 Agustus 2024, pukul 15.00 - 16.00 WIB
- Agama dan Isu Lingkungan: Sinergi Lintas Agama menuju Pembangunan Berkelanjutan. Narasumber: a. Dr. Fakhruddin Mangunjaya, b. Iyad Abu Mughli (online), dan c. Dr. Samir Bodinar (online). Acara, Jumat, 16 Agustus 2024, pukul 17.00 – 18.00 WIB
- Peran Agama Promosikan Keragaman Budaya. Narasumber: a. Dr (HC) Lukman Hakim Saifuddin (Menag 2014 – 2019) dan b. Prof Dr. Oman Fathurahman, M.Hum (Guru Besar Filologi UIN Jakarta, Pengampu Ngaji Manuskrip Nusantara/Ngariksa, Pengasuh Pesantren Al Hamidiyah, Depok). Acara: Sabtu, 17 Agustus 2024, pukul 17.00 – 18.00 WIB
Islamic Book Fair merupakan pameran buku Islam terbesar di Indonesia. Pameran ini didukung oleh ratusan penerbit terbaik dan berkualitas di seluruh Indonesia. IBF berawal dari keinginan penerbit-penerbit buku Islam menghadirkan nuansa Islami yang kuat dalam pameran buku.
Jadi Tokoh Perbukuan, Begini Pidato KH Hasan Sahal Gontor
KH Hasan Sahal Gontor imbau semua orang banyak baca dan menulis. [618] url asal
#kh-hasan-sahal #gontor #tokoh-perbukuan #ibf-2024 #islamic-book-fair #jcc #jakarta-convention-center #ikapi-jakarta #ikatan-penerbit-indonesia
(Republika - Khazanah) 14/08/24 14:07
v/14409353/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal dinobatkan menjadi tokoh perbukuan 2024 oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta dalam perhelatan Islamic Book Fair di JCC Jakarta.
Dalam acara yang digelar pada Rabu (14/8/2024) itu, Kiai Hasan berpidato di hadapan ratusan orang. Mereka terdiri dari penerbit, sponsor kegiatan perbukuan seperti pengusaha dan perbankan, pengasuh pesantren, penulis, pers, dan santri.
Ketua IKAPI DKI Jakarta Hikmat Kurnia bersama perwakilan Kerajaan Arab Saudi Osama Shuaibi berdiri bersama Kiai Hasan di panggung untuk menobatkan putra pendiri Pesantren Gontor KH Ahmad Sahal tersebut menjadi tokoh perbukuan. Osama memberikan hadiah spesial, kunci ka’bah kepada Kiai Hasan. Ini merupakan cinderamata unik bernilai tinggi. Barang antik tersebut hanya ada di Arab Saudi dan hanya segelintir orang yang mendapatkan cinderamata tersebut.
Dalam sambutannya, Hikmat Kurnia mengingat pesan Kiai Hasan yang sederhana, tapi banyak diketahui dan diamalkan puluhan ribu alumni Gontor dari dalam maupun luar negeri. “Saya ingat Kiai Hasan pernah menyampaikan, yang penting berbuat baik, jangan manfaatkan hidup ini untuk yang tidak baik,” ujar Hikmat di podium panggung utama IBF.
Kebaikan di sini bermakna perbuatan yang sesuai dengan aturan agama dan negara serta memberikan maslahat kepada orang lain, bahkan banyak insan. Dengan begitu, kebaikan akan tertanam dalam hati, bahkan menjadikan orang lain lebih baik lagi. Juga mewarnai kehidupan dari yang semula jauh dari nilai moral dan hati nurani, menjadi seirama dengan ilmu dan tradisi luhur bangsa ini.
Hikmat mengingatkan semua orang, bahwa Bangsa Indonesia dibangun oleh pembaca buku, merdeka karena didorong semangat yang bermuara dari bacaan berkualitas, sehingga berdiri sendiri dan lepas dari belenggu penjajahan. “Tugas kita saat ini adalah melestarikan segala kebaikan dan warisan luhur pendahulu mereka yang merupakan pembaca buku yang luar biasa hebat,” kata Ketua IKAPI Jakarta tersebut.
Pidato KH Hasan Sahal Pengasuh Gontor
Dalam pidatonya, cucu Kiai Santoso Anom Besari ini menjelaskan, kewajiban semua orang saat ini adalah membaca dan menulis. “Tulislah apa yang ada dalam dirimu, yang engkau miliki, yang engkau ketahui, tapi dengan hati nurani,” kata jebolan Universitas Islam Madinah tersebut.
Hati nurani menjadi stressing point, sebab suara hati yang jernih akan menghasilkan bacaan dan tulisan yang menenangkan hati, menginspirasi orang lain untuk berbuat baik, bahkan mengubah mereka menjadi insan yang semakin bertakwa.
Lihat halaman berikutnya >>>
Penekanan hati nurani menjadi strategis saat ini, karena dunia internasional banyak yang meninggalkan hati nurani. “Illa man rahima rabbi (kecuali yang disayang Allah,-red)” kata Kiai Hasan.
Dia menyebutkan salah satu energi mendasar untuk menghasilkan bacaan dan tulisan berkualitas, yaitu husnuz zhan kepada Allah alias berprasangka baik kepada Allah. Meski yang dialami seseorang tidak sesuai dengan yang diharapkan, hendaknya orang tersebut tetap berprasangka baik kepada Allah, sebab di dalam hal itu ada hikmah dan pelajaran langsung dari Allah.
Setiap orang dianjurkannya untuk banyak membaca dan menulis agar hati nurani terisi dengan cahaya Allah. Kalau tidak membaca, kata Kiai Hasan, maka orang akan mudah disesatkan oleh iblis dan Dajjal.
“Baca dan tulis (segala sesuatu,-red) dengan qalbun salim (hati yang bersih,-red)” kata Kiai Pondok Modern Darussalam Gontor itu.
Penafsir Alquran Abdurrahman as-Sa’di menjelaskan maksud qalbun salim adalah sebagai berikut:
Hati yang selamat, maksudnya adalah hati yang selamat dari syirik, keraguan, cinta kepada keburukan, suka melakukan bid’ah dan dosa, dan keselamatannya drai hal-hal tersebut mengharuskannya berpegang teguh kepada lawan-lawannya, berupa ikhlas, ilmu, yakin, cinta kepada kebaikan dan menghiaskannya di dalam hati, dan mengharuskan kehendak dan kecintaannya mengikuti cinta Allah, dan hawa nafsunya mengikuti apa saja yang datang dari Allah.
Dulu Jas Merah, sekarang?
Kiai Hasan juga menjelaskan banyak orang sering membicarakan ‘Jas Merah’ yang merupakan akronim dari jangan sekali-kali melupakan sejarah. Namun hari ini, bukan sekadar Jas Merah. “Setiap orang harus cerdas menyikapi sejarah, karena kita akan membangun sejarah,” kata Kiai Hasan.