China merupakan salah satu negara yang memiliki kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Maka dari itu, ada banyak orang kaya yang berasal dari Negeri Tirai Bambu.
Untuk membuktikannya, baru-baru ini Hurun Research Institute merilis daftar orang terkaya di China. Mengutip laman resminya, Hurun bekerja sama dengan Hengchang Shaofang, yakni salah satu merek premium dari Baiju, untuk merilis nama-nama orang terkaya di China.
Keduanya melakukan riset pada 30 Agustus lalu. Hasilnya, mereka menemukan sekitar 1.094 orang di China yang memiliki kekayaan lebih dari 5 miliar yuan atau sekitar Rp 11,1 triliun.
Di antara orang-orang tajir tersebut, Hurun Research mengerucutkan 10 orang terkaya di China berdasarkan total kekayaannya. Penasaran, siapa saja mereka? Simak selengkapnya dalam artikel ini.
10 Orang Terkaya di China 2024
Orang-orang terkaya di China pada 2024 memiliki harta yang sangat fantastis. Bahkan, salah satu diantaranya memiliki nilai kekayaan hingga lebih dari Rp 700 triliun. Wow!
Penasaran, siapa saja orang terkaya di China di 2024? Berikut daftarnya yang mengutip situs Hurun China Rich List 2024:
1. Zhang Yiming
Zhang Yiming menjadi orang terkaya di China pada 2024 dengan total kekayaan mencapai US$ 49,3 miliar atau sekitar Rp 777 triliun. Hartanya naik sekitar 43% dibandingkan pada 2023 silam.
Pada 2021, Zhang Yiming mundur dari jabatannya sebagai CEO ByteDance, yakni perusahaan induk dari TikTok. Namun, pria berusia 41 tahun itu masih memiliki saham sekitar 20% di raksasa teknologi asal China tersebut.
Wajar saja jika kekayaan Zhang Yiming terus melonjak karena TikTok menjadi salah satu aplikasi media sosial paling populer di dunia. Meski pemerintah AS berencana akan memblokir TikTok pada Januari 2025, tetapi keuntungan global TikTok naik 60% di tahun lalu.
2. Zhong Shanshan
Zhong Shanshan menempati posisi kedua sebagai orang terkaya di dunia. Diketahui total kekayaan yang dimilikinya mencapai US$ 47,9 miliar atau setara Rp 755 triliun.
Pria berusia 70 tahun itu merupakan chairman Nongfu Spring, yakni perusahaan air minum asal China. Zhong Shanshan juga merupakan pemegang saham mayoritas Beijing Wantai Biological Pharmacy Enterprise, pembuat vaksin dan alat tes hepatitis yang pendapatannya 5,8 miliar yuan pada 2021.
3. Pony Ma Huateng
Bos Tencent, Pony Ma Huateng menempati posisi ketiga sebagai orang terkaya di China pada 2024. Ia ditaksir memiliki kekayaan bersih sebesar US$ 44,4 miliar atau sekitar Rp 700 triliun.
Kekayaan tersebut berhasil ia dapat melalui Tencent Holdings, yaitu perusahaan raksasa teknologi asal China yang memiliki WeChat, gim online Call Of Duty, hingga layanan pembayaran WeChat Pay.
4. Colin Huang Zheng
Di urutan keempat ada Colin Huang Zheng. Pendiri PDD Holding memiliki total kekayaan pribadi sebesar US$ 34,5 miliar atau sekitar Rp 544 triliun.
Sebagai informasi, PDD Holding merupakan perusahaan di balik sejumlah platform e-commerce, seperti Temu dan Pinduoduo.
5. He Xiangjian
He Xiangjian menempati urutan kelima sebagai orang terkaya di China. Menurut data dari Hurun Research Institute, jumlah kekayaannya mencapai US$ 33,1 miliar atau sekitar Rp 522 triliun.
Pria berusia 82 tahun itu merupakan pendiri Midea. Perusahaan asal China tersebut memproduksi AC, kulkas, dan berbagai peralatan dapur.
6. Robin Zeng Yuqun
Bos CATL, Robin Zeng Yuqun menjadi orang terkaya keenam di China pada 2024. Total kekayaan bersihnya mencapai US$ 28,2 miliar atau sekitar Rp 444 triliun.
Contemporary Amperex Technology Co., Ltd atau CATL adalah produsen baterai lithium-ion untuk kendaraan listrik. Perusahaan tersebut jadi salah satu pemasok baterai mobil listrik terbesar di dunia.
7. William Ding Lei
William Ding Lei memiliki total kekayaan sebesar US$ 28,2 miliar atau setara Rp 444 triliun. Jumlah kekayaannya setara dengan bos CATL, Zeng Yuqun.
Sebagai informasi, William Ding Lei merupakan pendiri NetEase. Pada awalnya, NetEase merupakan perusahaan hosting. Lalu, Ding Lei mulai terjun ke dunia gim online dan berhasil meraup keuntungan besar.
8. Li Ka-Shing & Victor Li Tzar Kuoi
Li Ka-Shing merupakan seorang pengusaha asal Hong Kong yang memiliki kekayaan sekitar $ 28,2 miliar atau setara Rp 444 triliun, menjadikannya orang kedelapan terkaya di China pada 2024.
Li Ka-Shing merupakan pendiri Cheung Kong Industries. Kini, ia telah pensiun dan perusahaan tersebut dikelola oleh putranya, Victor Li Tzar Kuoi.
9. Lee Shau Kee
Lee Shau Kee merupakan seorang pengusaha di bidang properti asal Hong Kong, yakni Henderson Land. Tercatat, ia memiliki jumlah kekayaan hingga mencapai US$ 24,6 miliar atau setara Rp 387 triliun.
10. Jack Ma
Di urutan ke-10 ada Jack Ma. Menurut laporan Hurun Research Institute, saat ini kekayaan Jack Ma mencapai US$ 23,2 miliar atau sekitar Rp 365 triliun.
Padahal, Jack Ma sempat menjadi orang terkaya nomor satu di China beberapa tahun lalu. Namun, hukuman dari pemerintah China yang berujung pada keputusannya untuk melepas jabatan manajemen di Alibaba membuat harta kekayaan Jack Ma mulai berkurang secara perlahan.
Itu dia daftar 10 orang terkaya di China 2024 versi Hurun Research Institute. Kira-kira, siapa yang bakal terus menambah jumlah kekayaannya hingga beberapa tahun mendatang?
Jack Ma, pendiri Alibaba, pernah menjadi salah satu orang terkaya di Asia dengan kekayaan USD 61,2 miliar. Kini, kekayaannya menyusut menjadi USD 25 miliar. [444] url asal
Jack Ma dulu sering sekali masuk sebagai salah satu orang terkaya di Asia. Alibaba, perusahaan yang ia dirikannya menjadi salah satu raksasa dunia. Bahkan Ant Financial, perusahaan yang juga diabangun sukses menjadi sumber pendapatan yang menjadikannya salah satu orang berpengaruh.
Melansir detikInet yang mengutip CNN, puncak kejayaan Jack Ma barangkali adalah pada awal tahun 2020. Pada saat itu menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan pria berusia 60 tahun itu tembus USD 61,2 miliar.
Kekayaannya terutama berasal dari saham di Alibaba dan juga Ant Financial. Ia punya sekitar 4,8% saham di Alibaba, toko online terbesar di China. Namun demikian, sejak Oktober 2020, nasib Jack Ma berubah.
Seperti diketahui pada saat itu, ia terlalu berani mengkritik sistem keuangan China di depan publik yang membuat para pejabat China murka. Akibatnya, dia tidak lagi muncul di publik, sementara Alibaba dan Ant Financial dibatasi ruang geraknya.
Valuasi kedua perusahaan pun turun drastis. Kini 4 tahun kemudian, Jack Ma memang masih kaya raya. Akan tetapi jumlahnya sudah jauh di bawah dibandingkan pada tahun 2020 itu.
Menurut data terkini dari Forbes, kekayaan pria yang lahir di Hangzhou itu saat ini di kisaran USD 25 miliar. Artinya, hartanya sudah terpangkas sekitar USD 35 miliar.
Namun mungkin, Jack Ma tidak terlalu menyesal karena mungkin hidup lebih tenang meski hartanya berkurang. Bagaimanapun, ia tetap sangat kaya. Tahun 2016 pada saat berbicara di ajang St. Petersburg International Economic Forum di Rusia, dia pernah menyatakan membuat Alibaba adalah kesalahan terbesarnya. Entah untuk merendah atau memang begitu yang dirasakannya.
"Kesalahan terbesarku adalah aku membuat Alibaba. Aku tidak pernah berpikir kalau hal ini akan mengubah hidupku. Aku hanya coba menjalankan bisnis kecil kecilan dan malah tumbuh sebesar itu. Jadi ada sangat banyak tanggung jawab dan banyak masalah," katanya.
Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.
Puncak kejayaan Jack Ma adalah pada awal 2020. Saat itu, menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan pengusaha berusia 60 tahun itu tembus USD 61,2 miliar. [438] url asal
Puncak kejayaan Jack Ma adalah pada awal tahun 2020. Saat itu, menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan pengusaha berusia 60 tahun itu tembus USD 61,2 miliar.
Itu seperti yang dikutip detikInet dari CNN. Kekayaan utamanya berasal dari saham di Alibaba dan juga Ant Financial.
Jack Ma punya sekitar 4,8% saham di Alibaba, toko online terbesar di China. Namun demikian, sejak Oktober 2020, nasib Jack Ma berubah.
Saat itu, Jack Ma terlalu berani mengkritik sistem keuangan China di depan publik yang membuat para pejabat China murka. Akibatnya, dia tidak lagi muncul di publik, sementara Alibaba dan Ant Financial dibatasi ruang geraknya.
Nilai dua perusahaan itu pun turun drastis. Kini 4 tahun berlalu, Jack Ma memang masih kaya raya. Akan tetapi jumlahnya sudah jauh di bawah jika dibandingkan kekayaannya tahun 2020.
Dalam data terkini dari Forbes, kekayaan pria yang lahir di Hangzhou itu ada di kisaran USD 25 miliar. Artinya, hartanya sudah terpangkas sekitar USD 35 miliar.
Namun sepertinya Jack Ma tidak terlalu menyesal karena mungkin hidupnya lebih tenang, meski hartanya berkurang. Bagaimanapun, ia tetap sangat kaya. Tahun 2016 pada saat berbicara di ajang St. Petersburg International Economic Forum di Rusia, dia pernah menyatakan membuat Alibaba adalah kesalahan terbesarnya. Entah untuk merendah atau memang begitu yang dirasakannya.
"Kesalahan terbesarku adalah aku membuat Alibaba. Aku tidak pernah berpikir kalau hal ini akan mengubah hidupku. Aku hanya coba menjalankan bisnis kecil kecilan dan malah tumbuh sebesar itu. Jadi ada sangat banyak tanggung jawab dan banyak masalah," kata Jack Ma.
Jack menyatakan kalau memang ada kehidupan berikutnya, dia tidak akan melakukan bisnis sebesar Alibaba. "Aku ingin menjadi diriku sendiri dan ingin menikmati hidupku," tutup saat itu.