KOMPAS.com - Jajan adalah kegiatan yang menjadi hobi banyak orang, terutama anak muda.
Namun, tanpa disadari, jajan sembarangan dapat berdampak buruk pada pola makan dan kesehatan.
1. Menyebabkan Malnutrisi
Menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Klinik Kiku Yogyakarta, Bambang Triono Cahyadi, kebiasaan jajan sembarangan sering kali menyebabkan pola makan yang tidak sehat, terutama di kalangan remaja.
"Jajanan-jajanan memang membuat perut merasa kenyang, tapi ternyata tidak ada nutrisinya," ujarnya saat diwawancarai Kompas.com pada Kamis (31/10/2024).
Jajanan yang populer saat ini sering kali memberikan rasa kenyang berkat kandungan kalori yang tinggi, namun minim akan nilai gizi.
"Makanan-makanan yang sekarang ada kebanyakan hanya kenyang saja, tapi tidak ada isinya," tutur Bambang.
Selain itu, banyak jajanan diolah dengan cara digoreng, menimbulkan kekhawatiran tentang kualitas minyak yang digunakan, terutama jika minyak tersebut telah dipakai berulang kali.
Sebagian besar jajanan juga terbuat dari tepung, yang pada dasarnya tidak mengandung cukup gizi.
Jajanan-jajanan tersebut memang mudah memberikan rasa kenyang, tapi justru dapat menyebabkan malnutrisi.
"Dia hanya dibuat dari tepung, di mana kalau murni tepung, kan tidak ada nutrisinya. Jadi, nanti yang tinggi biasanya justru kadar gula yang menyebabkan orang akan gemuk," jelas Bambang.
2. Meningkatkan Risiko Terkena Kanker dan Tumor
Lebih jauh, Bambang menegaskan, bahwa kebiasaan jajan sembarangan juga dapat secara tidak langsung meningkatkan risiko terkena tumor dan kanker.
"Bukan dari makanannya ya, tapi dari proses pengolahannya," ungkapnya.
Makanan-makanan tersebut sering diolah dengan bumbu yang mengandung MSG dan pewarna, serta digoreng dengan minyak yang digunakan berkali-kali.
Zat-zat karsinogen yang terkandung dalam proses pengolahan makanan ini dapat masuk ke dalam tubuh tanpa kita sadari.
Akumulasi zat-zat karsinogenik tersebutlah yang dapat meningkatkan risiko terkena tumor dan kanker.
"Tapi tidak langsung ya, misalnya hari ini makan cilor, besoknya langsung kanker. Tidak seperti itu," tutup Bambang.