Hal ini disampaikan Heru di Hotel Raffles Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (31/7) malam.
"Iya itu tugas nya Transjakarta. Transjakarta kan komisarisnya ada polisi, ada TNI, jadi kalau ada pemalsuan itu ditindaklanjuti," ujar Heru kepada wartawan di Hotel Raffles Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (31/7).
Terkait dengan dokumen apa yang dipalsukan operator Jak Lingko, Heru tak menjelaskan secara rinci. Lebih lanjut soal demo Jak Lingko di Balai Kota DKI Jakarta, Heru mengatakan akan diperhatikan, namun dengan berdasarkan aturan yang ada.
"Aturannya kan sudah dibuat sejak lama, Pergubnya kan sudah dari tahun 2019/2020. Dan aturan itu tidak berubah. Jadi jika ada keberatan, ya di bicarakan lah dengan Dishub, kami pasti akan fasilitasi," ucap Heru.
Saat ditanya mengenai 7 tuntutan yang diminta pendemo Jak Lingko kemarin, apakah Heru menerima tuntutan itu atau tidak ia tak tegas mengiyakan.
"Kalau poin-poinnya tidak melanggar aturan, iya," tuturnya.
Salah satu poin tuntutan pendemo meminta agar Direksi Transjakarta dipecat, Heru hanya mengatakan akan dievaluasi oleh Dishub DKI Jakarta.
"Gini, Dinas Perhubungan akan mengevaluasi. Intinya tentunya semua kan sesuai aturan. Mungkin regulasi yang dilakukan itu tidak sesuai aturan," pungkasnya.
JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah hiruk pikuk Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara saat jam sibuk, calon penumpang JakLingko justru mengantre dengan membentuk barisan rapi, Jumat (5/7/2024) malam.
Mereka dengan sabar menunggu datangnya armada.
Setiap harinya, para calon penumpang JakLingko ini mengantre di sisi barat Terminal Tanjung Priok.
Padahal di area itu, tidak ada rambu yang menjelaskan para penumpang harus mengantre.
Fitri (28) salah seorang penumpang JakLingko mengatakan, mengantre dengan berbaris rapi seperti ini sudah menjadi aturan.
"Harus beraturan mengantre, memang peraturan dari JakLingkonya," tutur Fitri kepada Kompas.com, Jumat.
Air hujan yang mengenai tubuh calon para penumpang JakLingko saat itu, tak mengubah tekad mereka untuk tetap berbaris rapi menanti armada.
Lama atau tidaknya penumpang mengantre tergantung dari arus lalu lintas di sekitar Jakarta Utara.
"Kalau macet banget (lalu lintasnya) bisa satu jam berdiri. Namun, kalau lalu lintas biasa saja paling 10 menit hingga 15 menit mengantrenya," ucap Fitri.
Hal senada juga disampaikan calon penumpang lain bernama Andi (48), menurutnya armada JakLingko sudah cukup banyak.
Namun, yang menyebabkan penumpang mengantre lama biasanya karena arus lalu lintas yang macet.
"Ritnya lama, kalau enggak ada apa-apa (lalu lintas tak macet) biasanya mereka yang menunggu kita," ucap Andi.
Andi juga berharap, agar fasilitas menunggu JakLingko di Terminal Tanjung Priok bisa ditingkatkan lagi.
Supaya penumpang lebih nyaman dan aman jika harus menunggu berjam-jam karena arus lalu lintas yang sulit ditebak.