JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Kelompok Tani Kampung Bayam Madani, Furqon menyebut, warga eks Kampung Bayam mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung dan Rano Karno.
Menurut Furqon, seharusnya, seluruh warga Jakarta mendukung politikus PDI Perjuangan itu.
"Saya rasa se-Jakarta-lah harus pilih Pak Pram," kata Furqon saat ditemui di hunian sementara (huntara) warga Kampung Bayam di Jalan Tongkol, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (26/9/2024).
Furqon berharap, jika terpilih sebagai gubernur, Pramono dapat mengembalikan hak-hak warga Kampung Bayam yang saat ini masih terus mereka perjuangkan.
Dia pribadi mengaku sangat bersyukur dengan kehadiran Pramono ke huntara Kampung Bayam.
"Harapan utamanya, warga Kampung Bayam sebagai warga negara yang lahir di Indonesia, hak-hak rakyat dikembalikan kepada rakyat. Hari ini takdir Allah kita bisa duduk dengan Pak Pram," tambah Furqon.
Sementara itu, Pramono menyatakan, dirinya mendatangi warga eks Kampung Bayam bukan demi urusan elektoral. Pramono mengaku, kunjungannya ke huntara warga eks Kampung Bayam merupakan bentuk kepeduliannya terhadap sesama manusia.
"Ini kan persoalan kemanusiaan, bagi saya persoalan kemanusiaan itu lebih di atas segalanya. Bukan urusan untuk dipilih atau tidak terpilih," kata Pramono.
Kendati warga eks Kampung Bayam memiliki kedekatan dengan mantan gubernur Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan, Pramono mengaku, tujuan utamanya bukan menggaet suara pendukung Anies.
Pramono berjanji akan memberikan hunian ke warga eks Kampung Bayam di Kampung Bayam, Jakarta Utara, jika dirinya terpilih sebagai gubernur Jakarta.
Sekretaris Kabinet Indonesia Maju itu menekankan, dirinya dan calon wakil gubernur pendampingnya, Rano Karno, telah menandatangani pakta integritas untuk memberikan kepastian tempat tinggal buat warga Kampung Bayam.
"Apa yang menjadi keinginan, harapan warga Kampung Bayam, kalau kami diberi amanah untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur, agar persoalan Kampung Bayam ini terselesaikan," janji Pramono di hadapan warga.
Adapun polemik Kampung Susun Bayam di Tanjung Priok, Jakarta Utara, bermula dari penggusuran warga untuk pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) pada 2019. Wilayah tersebut diklaim secara historis merupakan milik pemerintah.
Anies Baswedan yang saat itu menjabat sebagai gubernur Jakarta bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) berjanji akan membangunkan rumah susun di samping JIS untuk warga Kampung Susun Bayam.
Namun, usai JIS dan rumah susun itu selesai dibangun, warga tak bisa menempati rumah susun tersebut.
Di sisi lain, Jakpro mengaku telah memberikan uang ganti rugi ke warga yang lahannya tergusur karena pembangunan JIS.
Hal ini sempat membuat kedua pihak berseteru hingga dilakukan mediasi oleh Pemerintah Provinsi Jakarta dan Komnas HAM.
Hasil dari mediasi, eks warga Kampung Bayam sepakat berdamai dan bersedia menunggu keputusan JakPro terkait rencana pembangunan rumah susun baru di Jalan Yos Sudarso.
Sambil menunggu proses pembangunan rusun selesai, eks warga Kampung Bayam tinggal di hunian sementara di Jalan Tongkol, Ancol, Jakarta Utara. Warga juga meminta agar diberikan kehidupan yang layak selama tinggal di huntara.