KOMPAS.com - Para ilmuwan berhasil menemukan kembali spesies kaki seribu raksasa yang dikira telah punah lebih dari 120 tahun yang lalu.
Spesies kaki seribu itu ditemukan di Hutan Makira Madagaskar bersama dengan 20 spesies lain yang hilang. Mulai dari kumbang bunga mirip semut, ikan warna-warni hingga laba-laba pelompat.
Seperti dikutip dari IFL Science, Senin (22/7/2024) kaki seribu jumbo yang dimaksud adalah Spirostreptus sculptus.
Hewan berwarna cokelat itu pertama kali dideskripsikan oleh ahli entomologi Henri de Saussure dan naturalis Leo Zehntner pada tahun 1897 di Madagaskar.
Namun sejak saat itu, kaki seribu tidak pernah lagi didokumentasikan oleh para ilmuwan.
Hingga kemudian proyek bernama Search for Lost Species yang dari Re:wild berupaya menemukan hewan yang telah hilang dari ilmu pengetahuan selama lebih dari satu dekade namun diyakini belum punah.
Hewan yang masuk kategori tersebut diperkirakan setidaknya ada 4.300 ekor.
Sebagai bagian dari proyek ini, tim kemudian menyisir Hutan Makira, salah satu kawasan lindung terbesar di Madagaskar.
“Madagaskar adalah pusat keanekaragaman hayati dan Makira adalah wilayah yang belum dieksplorasi di negara ini, jadi kami memutuskan untuk menguji coba model baru pencarian spesies hilang di sana,” kata Christina Biggs dari Re:wild dalam sebuah pernyataan.
Setelah membuat daftar 30 spesies yang hilang untuk ditemukan, pencarian tersebut terbukti berhasil, dengan salah satu temuan yang lebih tidak terduga yakni kaki seribu raksasa.
“Saya pribadi sangat terkejut dan senang dengan fakta bahwa kaki seribu raksasa Spirostreptus sculptus ditemukan lagi setelah dideskripsikan pada tahun 1897," papar Dmitry Telnov, ahli entomologi di BINCO.
Spesimen terpanjang dari kaki seribu yang diamati di Makira adalah seekor betina yang sangat besar, memiliki panjang hingga 27,5 sentimeter.
Selain kaki seribu, tim juga menemukan kembali dua spesies lain yang dikira punah yaitu dua spesies kumbang bunga mirip semut yang belum didokumentasikan sejak tahun 1958 dan seekor laba-laba pelompat, Tomocyrba decollate, yang telah hilang sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1900.
Selain itu, ekspedisi ini juga menemukan spesies laba-laba zebra yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Ini merupakan sebuah temuan yang cukup menarik mengingat mereka tidak diperkirakan hidup di hutan hujan Madagaskar.
Tim pun berharap bisa kembali ke Makira untuk melakukan pencarian kedua dan menemukan spesies lain yang tidak dapat mereka temukan.
“Penting untuk terus melakukan penelitian mengenai keanekaragaman hayati di Makira karena kemungkinan besar masih banyak spesies yang belum terdeskripsikan,” papar Julie Linchant dari Wildlife Conservation Society Madagascar.
"Memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kekayaan biologis Makira akan memungkinkan kita untuk menargetkan upaya perlindungan dengan lebih baik.” tambahnya.